Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Aplikasi Kaca Untuk Dinding

Aplikasi Kaca Untuk Dinding
Dulu penggunaan material dari kaca untuk membuat dinding jarang sekali dilakukan bahkan bisa dikatakan nyaris tidak pernah. Alasan utamanya adalah kaca punya sifat yang mudah pecah dan rapuh serta kurang kuat. Apalagi bila pecah, hasil pecahannya tajam sehingga bisa menimbulkan resiko yang cukup besar bagi orang yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat itu.

Namun saat ini aplikasi kaca untuk dinding sudah sering dilakukan terutama pada bangunan yang menggunakan gaya modern dan masa kini. Sebabnya adalah sudah banyak produsen yang membuat kaca dengan ukuran tebal sampai puluhan millimeter. Bahkan dengan teknologi yang makin modern, kaca ini sifatnya menjadi lebih kuat dan tidak mudah mengalami keretakan atau pecah. Jikapun ada peristiwa tersebut, hasil pecahannya tidak lagi tajam seperti dulu, tapi lebih lembut dan tidak menimbulkan bahaya jika mengenai tubuh.

Ada yang mengaplikasikan kaca ini pada beberapa bagian dinding saja, namun ada pula yang memakainya pada semua bagian dinding. Adapun tujuannya adalah membuat tampilan ruang menjadi terkesan lebih indah dan mewah. Selain itu pemakaian kaca untuk dinding bisa membuat dua dinding yang terpisah seakan-akan tidak ada sekatnya sehingga dapat terlihat lebih luas dan lapang. Hal ini bisa terjadi jika kaca yang digunakan dari jenis yang bening dan transparan.

Selain itu bila diaplikasikan pada dinding yang berada di bagian pinggir atau menghadap kearah luar, dinding tersebut bisa memunculkan nuansa natural flow di dalam ruang. Maksudnya yaitu jika di depan dinding itu ada taman atau pemandangan lain yang menarik, sajian pemandangan tersebut bisa terlihat dari dalam ruang secara jelas. Jadi dinding yang menjadi sekat penghalang seolah-olah tidak ada sama sekali atau hilang.

Penggunaan kaca untuk dinding juga bisa menghemat energi listrik yang cukup besar terutama pada waktu siang karena tidak membutuhkan sistem penerangan dari lampu. Dan ketika malam sudah tiba, dinding kaca bisa menimbulkan kesan yang lebih indah dan romantis serta sejuk, bila teknik penataan lampu penerangan dibuat dengan metode tertentu untuk menghadirkan efek yang lebih baik.

Namun pada sisi yang lain, aplikasi kaca untuk membuat dinding ini juga dapat memberi efek yang bersifat negatif. Misalnya pada siang hari. Karena ukurannya jauh lebih besar dari kaca yang dipakai untuk membuat jendela, maka sinar matahari yang masuk bisa terlalu besar dan mengakibatkan mata menjadi silau karena ruang terlalu terang dan panas.

Masalah ini bisa diatasi dengan cara meletakan dinding kaca hanya pada bagian yang menghadap kearah utara dan selatan saja. Jika diletakan di bagian timur, sinar matahari bisa terpancar lebih kuat pada waktu pagi hingga menjelang siang. Sebaliknya jika diletakan di sebelah barat maka sinar yang memancar pada waktu siang dan sore ketika matahari mau tenggelam juga membuat mata menjadi tidak nyaman. Bahkan daya pancar sinar matahari pada waktu siang dan sore hari justru lebih kuat dibanding pada waktu pagi.

Lalu agar dapat terlihat lebih indah, gunakan frame atau bingkai. Selain menjadikan tampilannya makin cantik, frame juga memunculkan pandangan yang kuat sekaligus rapi. Jika tidak terlalu suka dengan penggunaan frame, bisa memilih metode frameless yaitu frame yang dipasang pada dinding namun tidak bisa terlihat secara langsung. Jadi kaca itu dipasang langsung pada dinding tanpa media sama sekali.

Kemudian untuk dinding dalam ruang atau interior, jika tampilannya polos saja tentu membuat penghuni merasa cepat bosan. Oleh karena itu dinding bisa diberi ornament melalui beberapa metode seperti cutting sticker, grafir, lukisan dan lainnya. Atau bisa juga mencoba teknik baru yang saat ini mulai digemari yaitu memakai cat khusus untuk kaca.

Sumber gambar : http://www.i-guider.com

 

Artikel Lainnya :