Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya

Mengetahui Bagian Kusen Jendela dan Pintu dan Cara Merawatnya
Ketika sedang memasang daun jendela dan pintu, tentu tidak bisa dipasang dan menempel secara langsung pada dinding. Harus ada element lain yang digunakan sebagai media penempelan yaitu kerangka yang lebih sering diberi dengan nama sebutan kusen.

Bahan untuk membuat kusen ini hampir semuanya sama dengan bahan yang digunakan untuk membuat bagian daun. Bahkan jika daun tersebut memakai kayu jenis jati misalnya, maka kayu untuk membuat kusen jenisnya juga sama. Demikian pula jika menggunakan bahan lain seperti logam. Perbedaan yang terjadi biasanya hanya terletak pada teknik pewarnaannya saja.

Meski hanya kerangka dan tidak menggunakan struktur, tapi kusen juga punya beberapa bagian atau element penting dan punya fungsi yang vital. Bagian kusen jendela dan pintu tersebut antara lain adalah pertama tiang atau style. Lalu yang kedua ambang atau dorpel. Untuk jendela, jenisnya ada dua ambang atas dan bawah. Sedangkan pada pintu hanya ada satu saja ambang atas dan tidak punya ambang bawah.

Lalu ada element lagi yang namanya sponneng yang fungsinya sebagai tempat untuk meletakan atau meletakan daun. Bagian lainnya telinga, adalah bagian dari ambang yang dipasang dengan cara dimasukan atau ditanam di dalam dinding dan punya fungsi sebagai penahan gerakan kusen baik ke depan dan belakang. Gerakan kusen ini juga ditahan oleh bagian lain yang namanya alur kapur. Selain untuk menahan gerakan kusen, alur kapur juga punya fungsi yang lain yaitu untuk menjaga bila ada penyusutan tidak bisa menimbulkan celah.

Sedangkan angkur yang dipasang pada style, fungsinya untuk menjadikan pelekatan kusen pada dinding jadi kuat dan menahan gerakan yang mengarah ke samping, muka dan belakang. Selain itu masih ada lagi bagian yang namanya duk atau neut. Element ini dipasang pada tiang namun letaknya di bagian yang ada di bawah.

Khusus kusen pintu, duk ini punya fungsi yang juga tidak kalah penting, untuk menahan agar gerakan tiang di segala arah serta memberi perlindungan pada resapan air yang berasal dari lantai dan menuju ke atas. Duk ini dibuat dari semen dan pasir dan dibuat secara menyatu dengan lantai dan dinding.

Seperti element yang lain, agar awet dan tahan lama kusen juga membutuhkan sistem perawatan khusus. Jika kusen tersebut menggunakan bahan kayu, masalah yang paling sering muncul yaitu dimakan rayap sehingga jadi keropos. Untuk memperbaikinya beberapa waktu yang lalu masalah ini telah dibahas. Jadi silahkan membuka artikel lama yang berkaitan dengan urusan ini.

Sedang kusen yang terbuat dari logam, biasanya dipakai pada pintu garasi dan gudang. Masalah yang sering muncul adalah karat, terutama pada bagian bawah yang lebih terkena cipratan air dan kotoran yang lain. Jika tidak segera dihilangkan karat ini bisa membuat kusen dan daun jadi keropos. Karena itu harus segera ampelas lalu diberi lapisan khusus anti karat dan dicat kembali.

Kemudian untuk kusen yang terbuat dari plastik, pada umumnya sering dipakai di kamar mandi. Perawatan kusen jenis ini paling mudah dilakukan karena jika terkena kotoran cukup dilap pakai kain yang dibasahi dengan air. Hanya saja kusen dari plastik ukuran angkurnya lebih kecil serta berupa sekrup dari logam besi.

Dan karena berada di tempat yang basah, tentu sering terkena air dan mejadikan sekrup mudah berkarat sehingga membuatnya tidak kuat dan akhirnya terlepas dari dinding. Jalan satu-satunya untuk memperbaiki adalah mengganti sekrup tersebut dengan sekrup yang baru. Dan agar hal ini tidak terjadi lagi, pilih sekrup dari logam khusus anti karat.

Sumber gambar : http://diy.stackexchange.com

 

Artikel Lainnya :