Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menjadi Kontraktor yang Ramah Lingkungan

Menjadi Kontraktor yang Ramah Lingkungan
Saat ini kondisi lingkungan hidup kita kerusakannya semakin rusak dan parah. Akibatnya yaitu sistem kehidupan alam menjadi tidak seimbang. Contohnya yaitu pada suatu daerah tertentu ada bencana banjir karena hujan setiap hari turun dengan deras sehingga aliran sungai tidak mampu menampung semua air yang mengalir di tempat itu.

Namun di daerah lain yang terjadi justru kebalikannnya yaitu dilanda musim kering yang sangat panjang sehingga menimbulkan penderitaan serta kerugian yang nilainya tidak sedikit. Bencana ini terjadi karena suhu dan cuaca yang dulu datangnya selalu teratur sekarang sangat sulit untuk dibuat prediksi dan perkiraannya.

Penyebabnya adalah tentu saja karena ulah manusia yang tidak mau menjaga lingkungan atau alam. Padahal di tempat inilah kita menjalani kehidupan bersama. Salah satu pihak yang sering mendapat sorotan karena tidak mau ikut menjaga bahkan punya peran terhadap kerusakan alam yang terjadi adalah kontraktor bangunan.

Oleh karena itu adalah hal yang wajar jika banyak yang meminta bahkan menuntut agar semua kontraktor punya sifat yang lebih peduli dan ikut berperan dalam menjaga lingkungan dan alam sehingga kerusakannya tidak semakin parah sekaligus bisa diperbaiki kembali.

Lalu bagaimanakah caranya agar bisa menjadi kontraktor yang ramah lingkungan? . Menjadi kontraktor yang ramah lingkungan atau green contractor bisa dilakukan melalui beberapa macam cara. Misalnya saja yang paling sederhana dan mudah adalah ketika sedang melakukan pekerjaan proyek, sebaiknya volume pemakaian listrik dikurangi terutama untuk hal-hal yang tidak perlu.

Ketika sedang ada lembur kerja contohnya, karena merupakan kerja proyek tentu ada beberapa bagian kantor yang tidak perlu menggunakan penerangan yang banyak. Jadi ruang tersebut bisa diberi lampu secukupnya saja. Pemakain energi listrik yang berlebihan bisa membuat terjadinya pemanasan global.

Selain itu kantor proyek bisa didesain sedemikian rupa sehingga punya banyak jendela dan pintu agar sinar matahari bisa masuk dengan leluasa dan memberi penerangan di dalam ruang. Hal ini bisa membuat penggunaan lampu listrik bisa dikurangi dengan maksimal.

Meski proyek sedang dikerjakan dan tengah berlangsung, ada baiknya jika disekitar lokasi diberi tanaman sementara. Jika dirasa tidak praktis dan membutuhkan biaya yang banyak bisa memakai jenis tanaman yang diletakan di dalam pot. Sehingga ketika proyek pembangunan sudah selesai, tanaman tersebut bisa dipindah dan digunakan lagi pada proyek berikutnya.

Karena proyek juga selalu menghasilkan sampah, harus dipisahkan antara sampah organik dan non organik sehingga bisa dipilah-pilah mana yang bisa digunakan atau didaur ulang lagi serta mana yang harus dibuang di tempat khusus dan aman.

Hal lainnya yang bisa dilakukan yaitu membuat sistem peresapan air yang baik di lokasi proyek. Di tempat parkir terbuka misalnya, sebaiknya dibuat lantai dari paving blok atau batu bata. Jadi jika hujan sedang turun air bisa langsung masuk dan meresap di dalam tanah tanpa mengalir ke tempat lain yang bisa membuat jalan menjadi rusak atau becek. Atau bisa juga dengan membuat sistem peresapan air dengan teknologi biopori yang justru bisa membuat kualitas air dalam tanah menjadi lebih bagus.

Dan yang paling penting adalah, pengerjaan proyek tersebut selalu menggunakan material serta bahan yang bersifat ramah lingkungan. Jangan menggunakan komponen yang bisa menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global. Terutama sekali pada bahan yang dibuat memakai teknologi modern, sampai saat ini masih banyak yang bersifat tidak ramah dan dapat membuat kerusakan lingkungan semakin parah.

Jika dirasa perlu, lakukan inovasi pada teknologi pengerjaan proyek sehingga bisa didapat cara atau metode yang lebih bagus serta mampu membuat lingkungan dan alam bisa terjaga dengan baik.

Sumber gambar : http://world.edu

 

Artikel Lainnya :