Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Fungsi dan Cara Memilih Angkur

Fungsi dan Cara Memilih Angkur
Di dalam ruang, sering terdapat beberapa benda yang diletakan dengan cara digantung. Entah itu berupa hiasan dinding seperti lukisan, hiasan topeng dan sebagainya, atau bisa juga berupa benda yang merupakan peralatan seperti wajan dan panci di dapur, televisi layar datar di ruang keluarga dan seterusnya.

Benda tersebut terutama yang bobotnya lebih berat serta punya ukuran yang besar jika dipasang hanya menggunakan paku saja tentu kekuatannya untuk menahan beban kurang begitu kuat. Dan yang lebih utama lagi, jika dilihat tampilannya juga tidak bagus. Maka pilihan yang paling baik adalah menggunakan alat yang disebut dengan angkur atau fischer dan ada pula yang memberi nama dengan sebutan anchor.

Jenis angkur atau ficher ini jumlahnya cukup banyak. Namun secara garis besar bisa dibagi jadi dua macam yaitu mechanical anchor dan chemical anchor. Yang membedakan yaitu mechanical anchor tidak perlu memakai bahan tambahan kimia. Jadi kekuatannya hanya bersumber dari besi atau angkur dan kekuatan material dinding yang digunakan untuk penempelan. Perlu diketahui, setiap dinding punya jenis angkur yang berbeda-beda. Angkur untuk dinding dari batu bata tidak sama dengan angkur yang dipasang pada dinding dari beton aerasi atau gypsum dan sebagainya.

Sedangkan chemical anchor, selalu memakai bahan dari zat kimia yang punya fungsi sebagai penambah kekuatan sehingga angkur yang dipasang lebih kuat menahan beban. sehingga element utamanya diberi pengikat zat kimia tersebut di sekelilingnya. Angkur atau anchor jenis ini lebih sering digunakan pada dinding yang merupakan beton struktur, namun tetap bisa dipasang pada dinding biasa yang menggunakan bahan batu bata, hebel dan sejenisnya.

Sistem pengerjaan dan pemasangannya sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja setelah lubang bor di bersihkan, terdapat proses lain yaitu memasukan bahan kimia ke dalam lubang kemudian ditunggu sekitar satu jam, dengan tujuan agar zat kimia tersebut bisa melekat dengan sempurna, kuat dan erat. Harga kedua jenis angkur ini biasanya ditentukan oleh ukuran besar, panjang dan diameternya serta bahan utama pembuatannya. Ada yang logam besi biasa, baja, stainless steel, alumunium dan sebagainya.

Kemudian bagaimanakah cara memilih angkur yang benar?. Berikut ini ada beberapa contoh yang bisa dijadikan sebagai rekomendasi perhitungan. Misalnya ada benda seberat 135 kilogram yaitu lemari dan mau ditempel pada dinding jenis aerasi. Maka angkur yang dipakai adalah jenis anchor chemical. Lalu untuk perhitungannya, misalnya memakai fischer yang jenisnya FTP MG. Angkur ini punya daya tahan maksimal hingga 50 kilogram. Jadi perhitungannya tinggal 135 : 50 = 2,7 lalu dibulatkan menjadi 3.

Jadi jumlah angkur yang dibutuhkan tiga buah. Tapi yang perlu diingat adalah, lemari ini tentu akan dipakai untuk menyimpan barang yang beratnya juga harus dihitung. Tapi untuk praktisnya kita tinggal menambah saja jumlah angkur menjadi empat atau lima buah.

Contoh lainnya, ada dinding batu bata yang mau diberi tempelan berupa televisi yang beratnya adalah 40 kilogram. Maka jenis angkur yang digunakan adalah mechanical anchor. Sedang untuk perhitungannya, bisa memilih ficscher yang jenisnya UX6. Daya beban angkur ini maksimal 10 kilogram. Jadi angkur yang dibutuhal adalah 40 : 10 = 4 buah angkur.

Selain membuat perhitungan daya beban, memilih angkur juga harus memperhatikan benda yang akan ditempelkan pada dinding. Karena ada angkur yang bentuknya lurus namun ada pula yang seperti hook atau bundar dan melengkung. Angkur seperti hook ini lebih cocok untuk memasang benda seperti lukisan dinding, peralatan dapur dan lain-lain. Sedangkan lemari, rak dan beberapa benda lain yang sejenis, lebih bagus menggunakan yang bentuknya lurus.

Sumber gambar : http://buildingwork.net
Artikel Lainnya :