Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Penyelidikan Tanah Bangunan

Teknik Penyelidikan Tanah Bangunan
Sebelum pondasi dibuat lebih dulu harus dilakukan penyelidikan tanah. Terutama sekali untuk pondasi gedung berukuran besar. Hal ini mutlak harus dikerjakan sebab pondasi juga bagian dari bangunan yang posisinya ada di dalam tanah dan sering diberi sebutan sub structure. Tujuannya yaitu untuk mengetahui ukuran dalam muka air tanah sekaligus membuat perkiraan ukuran besar penurunan yang mungkin terjadi. Selain itu dengan melakukan penyelidikan tanah bisa dibuat penentuan tipe pondasi yang cocok dan ukurannya serta kapasitas daya dukung tanah.

Teknik penyelidikan tanah pada bangunan ini bisa dilakukan melalui beberapa metode yang berbeda. Misalnya dengan pengeboran, membuat galian lubang uji dan sebagainya. Penyelidikan tanah ini bisa dilakukan di laboratorium dengan membawa sample tanah atau dilakukan secara langsung di lokasi pembuatan bangunan. Hal ini tergantung pada jenis uji dan penyelidikan yang dilakukan serta tujuan dan keperluannya.

Tahap yang harus dilalui dalam penyelidikan tersebut ada tiga yaitu penggalian dan pengeboran lubang uji, mengambil sample tanah dan contoh lalu yang terakhir adalah pengujian sample tanah. Tanah yang mau diuji harus merupakan tanah yang asli, bebas dari segala macam akar tumbuhan dan humus. Pengujian ini dilakukan pada tanah yang terganggu atau disturbed sample dan tanah yang tidak terganggu atau undisturbed sample.

Pengujian dan penyelidikan tanah harus dilakukan dengan teliti, terutama yang tujuannya untuk penentuan muka air tanah. Sebab dari data penyelidikan yang diperoleh bisa dibuat perencanaan pembuatan pondasi. Kesalahan dalam proses pengujian bisa mempengaruhi hasil analisa pada nilai stabilitas tanah. Jika ini terjadi konstruksi bangunan menjadi tidak kuat dan gedung menjadi tidak kuat bahkan bisa runtuh, apalagi jika kesalahan pengujian cukup fatal.

Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk melakukan penyelidikan tanah misalnya dengan lubang uji atau test pit. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengetahui jenis lapisan tanah yang ada di lokasi pembuatan gedung, nilai kepadatan serta kondisi air. Metode ini bisa dikerjakan secara langsung di lapangan pada tempat-tempat tertentu misalnya pada lokasi yang mau dipakai untuk meletakan kolom atau struktur bangunan.

Metode lainnya adalah menggunakan bor tangan atau hand auger. Ini merupakan metode yang paling sederhana dan sangat mudah pengerjaannya. Sistem penyelidikan memakai bor tangan ini lebih sering diaplikasikan pada proyek pembuatan jalan, rel kereta dan kegiatan lain yang tidak membutuhkan pondasi dengan ukuran yang dalam. Sebab sistem bor tangan memang hanya bisa pada ukuran maksimal sepuluh meter saja serta tidak bisa dilakukan pada tanah yang kondisinya berpasir.

Masih ada metode lain memakai bor cuci atau wash boring. Caranya adalah dengan melakukan semprotan air yang memutar-muta pada pipa selubung. Bor cuci tersebut dipakai dengan tujuan untuk mengambil contoh tanah terganggu. Karena itu sistem yang memakai bor cuci tidak dapat diaplikasikan pada tanah yang berbatu dan paling sering dikerjakan pada proyek pembuatan dan pembangunan pelabuhan. Tujuannya adalah untuk mencari pertemuan antara tanah yang lunak dan tanah yang padat.

Metode yang terakhir yaitu menggunakan alat yang namanya rotary drill. Kelebihan dari alat dan sistem ini adalah bisa dilakukan pada tanah jenis apa saja. Ukuran maksimal yang bisa dijangkau juga sangat dalam yaitu empat puluh meter baik pada tanah yang padat sampai pada tanah yang banyak mengandung batu-batuan maupun jenis tanah yang berpasir. Cara kerjanya juga sangat sederhana karena tidak perlu memakai casing atau pipa selubung.

Sumber gambar : http://huckbody.com

 

Artikel Lainnya :