Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbedaan dan fungsi Concrete Bucket dan Concrete Pump Truck

Perbedaan dan fungsi Concrete Bucket dan Concrete Pump Truck
Concrete bucket adalah alat yang dipakai untuk mengangkut beton yang berasal dari truck mixer concrete sampai pada lokasi pengecoran. Jika pengetesan dan pengecekan slump telah dilakukan dan semua standar mutu telah diputuskan, beton yang masih ada di dalam truck mixer concrete ini bisa dipindah atau dimasukan ke dalam concrete bucket. Setelah masuk, adonan material ini bisa diangkut menggunakan tower crone.

Proses pengerjaannya dilakukan oleh satu orang operator concrete bucket yang tugas utamanya adalah membuka dan menutup atau mengunci sehingga bahan untuk membuat cor beton tidak bisa tumpah ketika dibawa ke lokasi pengecoran. Jadi secara garis besar dapat dikatakan bahwa fungsi truck mixer concrete adalah sebagai salah satu alat untuk mendukung dan memudahkan proses pengerjaan dan pembuatan cor beton.

Sedangkan concrete pump truck merupakan jenis truk atau alat angkut material jadi yang punya kelengkapan berupa lengan atau boom dan pompa untuk memberi tekanan atau dorongan agar campuran material beton bisa sampai pada tempat-tempat yang sulit dijangkau. Jika digunakan untuk mengecor lantai yang tempatnya lebih panjang atau tinggi dari jangkauan lengan concrete pump truck, bisa dilakukan dengan cara membuat sambungan dari pipa yang disatukan dengan sistem vertikal atau horizontal maupun miring.

Jadi pemompaan ini merupakan metode paling fleksibel dan mudah untuk menjangkau ke tempat yang pada lokasi pengecoran. Kelebihan dari metode ini adalah resiko terjadinya segregasi jadi lebih kecil dan bisa menghemat waktu bila dibanding dengan metode lainnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan, nilai slump dari material beton yang mau didorong atau dipompa harus bisa diperhitungkan dengan baik. Jika terlalu kecil akan membua sistem kerja pompa jadi bertambah berat.

Yang dimasksud dengan slum adalah sistem uji yang dilakukan dengan tujuan agar kadar air dalam material beton bisa diketahui. Alat yang digunakan untuk melakukan pekerjaan ini adalah abrams yang bentuknya seperti kerucut atau teko minuman.

Pengadaan alat pengecoran ini biasanya menjadi tanggung jawab dari penyedia dan pembuat material atau adonan cor beton. Adapun penggunaannya lebih sering diaplikasikan pada proses pembuatan cor beton pada slab atau lantai. Kapasitas yang standar adalah sepuluh sampai seratus meter kibik setiap satu jam.

Untuk pengecoran kolom, alat yang digunakan adalah concrete bucket dengan pipa tremie, yaitu pipa yang fungsinya untuk menentukan tinggi rendah jatuhnya beton dalam proses pengecoran. Pipa ini dipasang di bagian bawah concrete bucket. Jadi beton yang akan keluar tidak bisa jatuh secara langsung namun harus diusahakan antara pipa tremie dan tempat pengecoran punya jarak yang dekat. Tujuannya adalah agar agregrat yang kasar tidak dapat lepas dari adonan beton.

Ketika pengecoran yang menggunakan concrete pump truck ini berlangsung, dibutuhkan lagi alat lain yang namanya concrete vibrator. Alat ini berguna untuk membuat hasil pengecoran menjadi lebih padat dan tidak ada bagian yang bergelembung. Munculnya gelembung bisa membuat hasil pengedoran tidak kuat dan bisa keropos.

Mesin concrete vibrator ini sistem kerjanya menggunakan tenaga listrik dan punya lengan yang ukurannya hingga beberapa meter sehingga bisa membuat beton bergetar meski berada di tempat yang lokasinya agak jauh.

Waktu alat ini bekerja atau digunakan untuk memadatkan hasil pengecoran, posisinya tidak boleh miring dan hanya diam di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. Selain itu harus diusahakan agar alat ini tidak bisa mengenai sistem pembesian sebab bisa membuat posisi tulang besi jadi bergeser. Pergeseran posisi tulang besi juga dapat mengakibatkan kekuatan beton jadi berkurang.

Sumber gambar : http://www.trucksofsouthtexas.com

 

Artikel Lainnya :