Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Jenis-jenis Genteng

Mengenal Jenis-jenis Genteng
Atap adalah komponen bangunan yang letakanya berada di bagian paling atas. Fungsinya adalah untuk memberi perlindungan pada penghuni dari panas sinar matahari atau air hujan yang sedang turun maupun angin yang berhembus kencang. Sedangkan fungsi lain yang tidak kalah penting yaitu atap bisa membuat tampilan bangunan lebih menarik dan sempurna.

Atap penutup bangunan ini pada umumnya terbuat dari genteng. Jika dilihat dari bahan yang dipakai untuk membuatnya genteng ini terdiri dari beberapa jenis. Adapun jenis-jenis genteng yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia antara lain adalah genteng dari tanah liat.

Sesuai dengan namanya bahan yang digunakan untuk membuat genteng ini adalah tanah liat. Tanah liat yang sudah dibentuk menjadi lembaran tebal dipress dengan cetakan lalu dikeringkan dengan cara konvesional yaitu menggunakan sinar alami matahari. Jika sudah kering kemudian dipanaskan atau dipanggang dengan cara tertentu sehingga genteng tanah liat berubah warna jadi merah kecoklatan dan sifatnya menjadi lebih keras dan padat.

Kelebihan genteng ini punya daya tahan yang kuat dan lebih sering dipakai pada rumah hunian. Sistem pemasangannya menggunakan konsep yang disebut dengan inter locking. Genteng yang dipasang akan saling mengikat dan mengunci. Untuk pemasangannya menggunakan kerangka kayu yang disusun secara miring.

Kemudian ada genteng lain yang terbuat dari bahan keramik. Jika genteng dari tanah liat selalu memunculkan kesan alami dan cenderung etnik, namun genteng dari keramik lebih menonjolkan nuansa masa kini yang modern. Ada banyak pilihan warna karena dalam proses pembuatannya selalu diberi sejenis lapisan yang namanya glazur.

Teknik pemasangannya sama dengan genteng dari tanah liat, yaitu memakai susunan kerangka yang miring. Namun selain kayu, kerangka dan konstruksi untuk memasang genteng ini bisa juga memakai bahan lain dari beton.

Kemudian ada genteng lain yang terbuat dari bahan metal. Bentuknya nyaris sama dengan logam seng. Pemasangannya juga memakai kerangan dan konstruksi yang miring. Hanya saja sistemnya tidak saling mengunci melainkan memakai sekrup. Ukuran lebarnya ada yang 600 hingga 1.200 milimeter dan panjangnya 1,20 hingga 12 meter. Sedangkan ketebalanmya adalah 0,3 millimeter.

Pemasangan genteng ini membutuhkan waktu yang sangat singkat dan cepat. Kelebihan lainnya, dibanding dengan genteng tanah liat, resiko terjadinya kebocoran jauh lebih rendah. Namun jika hujan sedang turun suara air yang jatuh dapan menimbulkan kebisingan. Sebaliknya ketika cuaca sedang panas, ruang yang ada di dalamnya juga ikut menjadi panas dan menimbulkan suasana yang kurang nyaman.

Jenis genteng selanjutnya adalah genteng aspal. Genteng ini punya dua desain model. Pertama adalah yang bentuknya datar dan pemasangannya memakai baut yang ditempelkan pada triplek. Sedangkan model yang kedua bentuknya bergelombang dan bautnya dipasang pada kerangka. Genteng ini biasanya tidak dipakai pada bangunan utama melainkan pada bangunan tambahan, misalnya garasi, gudang dan sebagainya.

Lalu ada lagi genteng dari kaca yang fungsinya cukup spesifik yaitu untuk memberi penerangan alami dari sinar matahari pada ruang. Biasanya ruang tersebut hanya diberi satu atau dua genteng saja, disesuaikan dengan luasnya. Jika terlalu banyak justru bisa membuat ruang menjadi panas dan menyilaukan mata. Karena jumlah pemakaianya tidak begitu banyak, genteng kaca hanya dijual dalam bentuk satuan.

Selain itu masih ada genteng yang terbuat dari asbes. Sekarang genteng ini sudah mulai jarang dipakai kecuali pada bangunan yang fungsinya bukan sebagai tempat hunian misalnya gudang, atau tempat penyimpanan barang yang lain. Selain bisa menimbulkan hawa yang panas, atap ini tidak bagus untuk kesehatan.

Sumber gambar : http://www.fastroofingmiami.com

 

Artikel Lainnya :