Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Pengertian dan Teknik Perancangan Pondasi Telapak Gabungan

Pengertian dan Teknik Perancangan Pondasi Telapak Gabungan
Faktor utama yang menentukan nilai keamanan suatu bangunan atau rumah adalah strukturnya, baik struktur yang ada di bawah maupun atas. Struktur itu sendiri mengandung arti bagian yang berada di bagian paling bawah dari suatu bangunan dan terletak di dalam tanah. Struktur ini juga sering dinamakan pondasi. Fungsi dari pondasi adalah untuk menahan beban bagian bangunan yang ada di atasnya.

Pondasi tersebut terdiri dari beberapa jenis. Pada umumnya penggunaan serta sistem aplikasinya disesuaikan dengan kontur dan kondisi tanah, berat beban yang diterima atau besarnya bangunan dan ketinggiannya serta beberapa pertimbangan yang lain. Salah satu jenis pondasi tersebut ada yang dinamakan dengan pondasi telapak tangan gabungan.

Pondasi ini terdiri dari dua pondasi tapak yang posisinya saling berdekatan namun bisa jadi satu kesatuan karena dihubungkan oleh suatu komponen yang biasanya berupa balok. Sedang tujuan utama penggunaannya adalah agar tidak terjadi peristiwa penggulingan dalam skala yang besar. Lahan dan lokasi yang kondisi tanahnya terlalu lunak juga cocok menggunakan pondasi jenis ini karena bisa mengurangi resiko penurunan yang tidak sama.

Teknik perancangan pondasi telapak gabungan
terdiri dari beberapa langkah. Pertama adalah menyediakan denah dasarnya lebih dulu. Fungsi dari denah dasar ini adalah untuk meneliti posisi dinding, kolom dan beban struktur. Dari sini perencana atau pembuat bangunan dapat membuat satu keputusan di manakah posisi beban hidup dan mati serta momen lentur atau data pendukung lain yand dibutuhkan mau diletakan.

Langkah kedua adalah membuat perhitungan jumlah beban yang ada di setiap kolom sehingga bentuk dan konsep susunan pada pondasi telapak gabungan yang dibuat dapat ditentukan dengan akurat. Perhitungan tersebut meliputi jumlah beban yang berasal dari struktur yang berada pada bagian paling atas yaitu atap hingga sloof. Selain jumlah beban, jumlah dan pelimpahannya juga ikut dihitung.

Dari perhitungan ini lalu bisa ditentukan resultan serta penggabungan dua gaya beban. Apabila di bagian kolom ada momen yang lentur maka harus diperhitungkan pula resultan ∑p nya. Lalu dari jenis tanah serta dasar yang dijadikan sebagai tempat untuk meletakan pondasi, bisa didapatkan nilai dari kapasitas tanah atau qa.

Kemudian untuk menentukan lebar pondasi, hal pertama yang harus dilakukan lebih dulu adalah menentukan ukuran panjang dari pelat L, kemudian dihitung pelat pada pondasi A. Rumus untuk membuat perhitungan ini adalah A = ∑p/qa. Yang dimaksud dengan A yiatu ukuran luas pondasi. Sedangkan qa adalah besarnya kapasitas tanah. Sedang untuk menghitung lebar pondasi pertama atau B1 dan pondasi kedua atau B2 bisa menggunakan rumus B1 = 2A/L dan 3r/L - 1. R di sini artinya adalah jarak dari resultan P pada sisi yang ada di B2. Sedangkan rumus B2 sendiri adalah dengan perhitungan B2 = (2A/L) - B1.

Jika hasil resultannya tidak ditemukan himpitan, maka tinggal mengerjakan langkah berikutnya yaitu menentukan posisi titik berat pada luasan pondasi dan inersia atau perubahan gerak pada luasan pondasi pada sumbu y kemudian dilanjutkan dengan membuat perhitungan ∑p di sumbu y tersebut.

Berikutnya adalah menghitung ukuran tekanan sentuh yang ada di dasar pondasi dan dilanjutkan dengan membuat gambar skema diagram gaya lintang yang ada di semua bagian pondasi, disusul dengan melakukan pengecekan ukuran dalam pondasi serta membuat perhitungan ulang ukuran tekanan sentuh yang ada di dasar atau bagian dalam pondasi dan ukuran lebar pondasi. Lakukan pula pengecekan ulang terhadap nilai qa yang didapat dari dimensi dan ukuran semua bagian pondasi. Nilai qa ini tidak boleh lebih besar dari qa ijin tanah. Jadi harus selalu lebih kecil.

Sumber gambar : http://www.ilmutekniksipil.com

 

Artikel Lainnya :