Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memilih Air Untuk Membuat Bangunan

Memilih Air Untuk Membuat Bangunan
Meski banyak orang yang meremehkannya namun sebenarnya air merupakan bahan utama untuk membuat adonan dan mencampur material yang menjadi bahan utama untuk membuat cor beton, konstruksi bangunan, lapisan dinding, penutup lantai dan sebagainya. Bayangkan jika barang ini tidak tersedia, tentu akan menimbulkan masalah yang sangat serius. Bahkan bisa menyebabkan kegagalan pelaksanaan proyek bangunan.

Dan selain untuk mencampur dan membuat adonan material, air juga dipakai sebagai alat untuk membersihkan dan mencuci profil baja sehingga tidak ada kotoran yang menempel. Lalu untuk pekerjaan finishing, air juga punya fungsi yang tidak sedikit. Salah satunya yaitu untuk membuat campuran cat dinding agar bisa encer sehingga cat tersebut bisa dipakai dengan baik dan tidak boros.

Khusus air yang dipakai untuk membuat konstruksi dan cor beton maupun proses pencampuran material agregrat lainnya harus memenuhi beberapa syarat. Jadi meskipun tidak digunakan untuk makan dan minum, tapi memilih air untuk membuat bangunan itu tidak boleh sembarangan karena bisa mempengaruhi terhadap kwalitas konstruksi dan kerangka bangunan dan beberapa element yang lain.

Karena itu bukan merupakan hal yang aneh jika lembaga SNI atau Standar Nasional Indonesia merasa perlu untuk mengeluarkan syarat standar minimal air yang bisa dipakai untuk membuat bangunan. Syarat standar tersebut antara lain adalah air tersebut pertama harus bersih dan jernih. Dan selain harus bening air itu juga tidak boleh mengandung larutan lumpur yang terlalu banyak, maksimal dua gram untuk setiap satu liternya. Air yang kandungan lumpurnya sangat tinggi bisa membuat kwalitas bangunan atau konstruksi menjadi tidak sempurnya.

Kandungan lain yang juga tidak boleh terdapat dalam air adalah lumpur minyak maupun jenis benda terapan lainnya yang meski tidak bisa dilihat oleh mata atau visual secara langsung. Untuk larutan garam, ukuran maksimal yang diperbolehkan adalah kurang dari limabelas gram setiap satu liternya. Kandungan garam ini jika terlalu tinggi dapat membuat konstruksi tulang besi serta material lain yang terbuat dari beton jadi mudah berkarat dan keropos.

Demikian pula dengan senyawa lain yaitu sulfat juga bisa membuat besi dan beton mudah rapuh. Karena itu SNI mensyaratkan kandungan ini tidak boleh melebihi ambang batas yang ditentukan yaitu maksmimal satu gram per liter. Sedangkan untuk kandungan clorida atau CL ukuran paling tinggi yang diperbolehkan hanya setangah gram saja untuk setiap takaran air satu liter. Air itu juga harus merupakan air tawar, bukan air laut dan air yang diambil dari tempat pengeboran dan penggalian minya serta kegiatan lain yang sejenis.

Bila dipakai untuk membuat campuran cat dinding, air yang mengandung larutan tersebut di atas dapat membuat warna cat jadi berubah dan ada yang tidak bisa melekat pada dinding tembok dengan sempurnya. Hal ini akan membuat tampilan dinding dan bangunan secara keseluruhan jadi tidak bagus dan hilang keindahannya. Selain itu kandungan tersebut bisa membuat cat jadi tidak awet dan cepat kusam.

Dan yang perlu diingat ada beberapa jenis kandungan air yang tidak saja mengurangi kwalitas bangunan namun juga membahayakan kesehatan. Terutama sekali jika tempat pengambilan air tersebut lokasinya tidak jauh dari tempat pembuangan bahan-bahan kimia.

Agar bisa mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalamnya larutan air serta ukuran besar dan beratnya, maka jalan terbaik yang bisa ditempuh adalah melalui uji tes laboratorium. Dari sini kita bisa mengetahui apakah air tersebut layak dipakai untuk membuat bangunan atau tidak.

Sumber gambar : http://www.almojaz.com

 

Artikel Lainnya :