Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Aneka Masalah Teknik Pengerjaan Proyek Bangunan

Aneka Masalah Teknik Pengerjaan Proyek Bangunan
Meski telah dibuat perencanaan program yang matang, namun di lapangan masih sering terjadi aneka kendala yang bisa menghambat proses pengerjaan proyek bangunan. Kendala tersebut bisa muncul sebab ada peristiwa alam yang tidak bisa ditanggulangi, kesalahan sumber daya manusia atau human error maupun ada masalah teknik yang lain. Khusus masalah teknik, bisa jadi karena ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya.

Beberapa jenis masalah teknik pengerjaan proyek bangunan antara lain yaitu karena material atau alat untuk mengerjakan proyek datang terlambat. Keterlambatan ini bisa menjadikan jadwal kerja yang telah disusun bisa berantakan dan mengalami kemunduran. sehingga tenggat waktu atau target penyelesaian kerja bisa tidak sesuai dengan perencanaan semula.

Untuk mengatasi masalah ini kontraktor atau pemborong bangunan harus menghubungi pihak produsen maupun suplyer lain yang bisa menyediakan material dan bahan bangunan lain serta bisa mengirimnya dalam waktu yang lebih cepat. Kemudian untuk peralatannya bisa diselesaikan dengan pihak lain yang dapat menyediakannya peralatan tersebut. Jika semuanya sudah tersedia maka langkah berikutnya bisa melakukan lembur sehingga target yang sebelumnya tertunda bisa segera diselesaikan sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah ditentukan.

Kendala teknik lainnya meski peralatan yang dibutuhkan telah tersedia, namun ternyata ketika mau digunakan peralatan tersebut mengalami kerusakan serta butuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya. Sama dengan ketiadaan alat, problem seperti ini juga membuat jadwal pengerjaan menjadi kacau.

Oleh sebab itu sebelum mendatangkan peralatan, kontraktor harus bisa menyediakan tenaga ahli untuk berjaga-jaga apabila ada kerusakan pada alat bangunan. Tapi pada umumnya pemilik alat yang menyewakan sudah menyiapkannya. Masalah baru muncul apabila tenaga ahli itu sedang ada tugas lain di luar kota dan tidak bisa segera datang dalam waktu yang singkat.

Adakalanya meski telah dilakukan pengecekan, namun kondisi lapangan atau lahan yang dipakai untuk membuat bangunan telah mengalami perubahan. Misalnya ada bagian tanah yang ambles atau karena muncul suatu bencana lain yang membuat kontur dan kepadatan tanah jadi berubah. Masalah ini mengakibatkan konsep pembuatan konstruksi dan bagian lainnya juga harus dirubah, mengikuti kondisi lahan yang sudah tidak sesuai dengan master plan atau program perencanaan dan gambar kerja yang sebelumnya telah dibuat dengan matang.

Demikian pula dengan material yang diperlukan juga harus diganti karena pada element tertentu, penggunaan bahan bangunan harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada. Masalah ini bisa memberi efek terhadap dana yang dianggarkan. Jadwal kerja juga ikut mengalami perubahan dan kemunduran. Problem seperti ini, terutama masalah keuangan dan jadwal kerja bisa dibicarakan kembali oleh kontraktor dengan pihak pemberi proyek. Karena masalah perubahan kondisi tanah bukan merupakan bagian dari tanggung jawab pihak kontraktor.

Ketiadaan tempat pembuangan atau disposal area juga dapat memunculkan permasalahan teknik yang cukup serius. Karena jika dibuang disembarang tempat bisa menimbulkan efek yang tidak bagus pada lingkungan dan dapat memunculkan protes penduduk sekitar yang tinggal di daerah tersebut. Namun jika tidak segera dibersihkan sisa bahan bangunan yang telah menjadi sampah bisa membuat pengerjaan bagian bangunan yang lain jadi terhambat.

Masalah ini bisa diatasi dengan cara membuat galian sendiri untuk menimbun sampah atau sisa material yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Bisa juga melakukan kerja sama dengan pihak lain yang menyediakan jasa untuk membuang sisa material bangunan tersebut. Hal ini lebih mudah dilakukan bila sampah material itu masih bisa didaur ulang atau dijadikan bahan untuk membuat produk lain.

Sumber gambar : http://www.edwatersandsons.com

 

Artikel Lainnya :