Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Cor Beton di Waktu Malam

Membuat Cor Beton di Waktu Malam
Sering kita menyaksikan ada proses pengerjaan cor beton yang dilakukan pada malam hari. Ada beberapa sebab yang menjadi alasan kenapa kegiatan ini tidak dilakukan pada waktu siang hari. Misalnya karena luas bidang yang harus dicor punya ukuran yang sangat besar sehingga kegiatan pengecoran harus terus dilanjutkan pada saat itu juga karena jika dihentikan akan menyebabkan keretakan.

Bisa pula karena mau memenuhi target dan jadwal pekerjaan agar dapat selesai pada waktunya. Karena hal ini berhubungan dengan kontrak kerja yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak antara kontraktor dan pemilik bangunan. Atau bisa juga karena pemborong ingin dapat untung yang lebih besar karena pembuatan cor yang dilakukan secara terus menerus hingga malam hari bisa menghemat ongkos sewa peralatan.

Selain itu pengecoran yang dilakukan pada malam hari juga lebih tenang karena tidak terganggu oleh arus lalu lintas yang sering lewat, terutama sekali jika proyek pengerjaannya ada di pinggir jalan yang besar. Kadangkala proses pengecoran menggunakan alat yang harus diletakan tidak jauh dari jalan tersebut. Ini bisa membuat lalu lintas menjadi macet. Berbeda bila dikerjakan di waktu malam, kondisi jalan sudah sepi dan tenang.

Alasan lainnya karena pekerjaan itu sudah masuk pada waktu yang kritis dan harus dikerjakan secepat mungkin agar bisa langsung disusul dengan jenis pekerjaan lainnya. Misalnya saja jika akan mengerjakan proses pegercoran pada lantai yang ada di atas sehingga lantai yang ada di bawah harus selesai lebih dahulu.

Lepas dari alasan yang dikemukakan, membuat cor beton di waktu malam itu membutuhkan teknik dan penanganan yang berbeda. Agar pekerjaan ini bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Misalnya bila memakai beton siap pakai atau jenis ready mix harus dijamin persediaannya. Pemesanan kepada produsen harus dilakukan beberapa hari sebelumnya. Sehingga mereka dapat mengirim barang sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.

Siapkan pula alat penerangan yang cukup sehingga kwalitas pekerjaan bisa sesuai dengan standar yang diinginkan. Jangan sampai terjadi ada kesalahan yang muncul gara-gara tukang atau orang yang melakukan pengecoran tidak bisa melihat bidang secara jelas. Misalnya ukuran yang tidak pas, posisi yang kurang sempurna dan sebagainya. Agar tidak membuat tukang menunggu lama sebaiknya alat penerangan ini disediakan sebelumnya pada waktu siang.

Demikian pula dengan susunan plat, kolom, tulang besi konstruksi yang mau dicor dan lain-lain harus dicek pada waktu siang. Bila ada kesalahan harus segera diperbaiki. Jadi bila malam sudah tiba tinggal mengerjakan proses pengecoran saja agar waktunya bisa sesuai dengan tenggat yang sudah ditentukan.

Meski bisa memberi beberapa keuntungan namun pengerjaan cor beton yang dilakukan di waktu malam juga punya resiko yang lebih besar. Terutama dalam hal keselamatan entah itu untuk pengadaan barang atau material serta keselamatan tenaga kerja. Dua masalah tersebut harus diperhitungkan dengan cermat dan teliti sehingga tidak terjadi insiden atau kesalahan yang bisa menimbulkan kerugian maupun kecelakaan tenaga kerja yang fatal.

Bila lokasi pengerjaan proyek ini letaknya tidak jauh dari pemukiman penduduk, tentu dapat membuat orang yang tinggal di tempat itu merasa tidak nyaman. Apalagi jika proses pengecoran ini dilakukan tidak hanya satu malam saja namun beberapa hari berturut-turut. Karena itu minta ijin atau mengasih pemberitahuan kepada mereka mutlak harus dilakukan untuk menghindari adanya tuntutan hukum dan sebagainya.

Sosialisasikan jadwal pekerjaan ini agar mereka dapat menyesuaikan diri. Bila perlu berilah kompensasi sebagai ganti rugi karena telah membuat waktu istirahat mereka jadi terganggu oleh suara yang bising, debu yang berterbangan dan sebagainya. Hubungi pihak yang berkompeten misalnya ketua RT atau RW dan kepala desa setempat.

Sumber gambar : http://www.fhwa.dot.gov

 

Artikel Lainnya :