Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memperbaiki dan Mengganti Kusen yang Dimakan Rayap

Memperbaiki dan Mengganti Kusen yang Dimakan Rayap
Masalah paling menjengkelan yang sering terjadi pada kusen dari kayu adalah keropos gara-gara dimakan rayap. Jika tidak perbaiki dengan cepat kerusakan yang timbul dapat melebar kemana-mana. Tapi memperbaiki dan menggantu kusen yang dimakan rayap ini tidak bisa dilakukan begitu saja karena ada tekniknya tersendiri.

Jika kerusakannya belum begitu parah atau hanya di bawah 25% saja, kusen tersebut tidak usah dilepas. Jadi hanya bagian yang rusak dan keropos saja yang dipotong kemudian diganti dengan kayu yang jenis, bentuk dan ukurannya sama. Potongan kayu ini tinggal diletakan pada bagian yang telah dipotong dan dilepas tadi.

Jika sudah terpasang dengan rapi menggunakan paku, lalu dicat secara keseluruhan hingga sambungan kayu bisa tersamar. Yang harus mendapat perhatikan dan tidak boleh dilupakan ketika memasang potongan kayu baru ini, tetap harus dilengkapi dengan angkur meski bagian yang perlu diganti ini sebelumnya tidak ada angkurnya. Tujuannya adalah agar kayu kusen itu bisa melekat dan menyambung secara erat dan tidak mudah lepas.

Selain itu ketika melakukan pemotongan, sebaiknya tempatnya tidak persis pada bagian samping yang rusak namun dilebihkan sekitar lima sentimeter. Karena apabila jaraknya terlalu dekat besar kemungkinan masih ada rayap yang tinggal di tempat itu meski kayunya belum keropos atau rusak.

Kemudian seandainya kerusakan terjadi pada salah satu bagian kusen dan kerusakan itu merata, maka jalan terbaik adalah mengganti kayu tersebut. Pertama yang harus dilakukan adalah balok kayu serta angkurnya dilepas dari susunan kusen. Bersihkan tempat untuk meletakan balok dari sisa serpihan kayu, lalu semprot dengan obat pembunuh rayap. Setelah itu pasanglah kayu balok yang baru lengkap dengan angkurnya.

Jika semuanya sudah dikerjakan dan balok kusen sudah menyatu dengan bagian kusen yang lain, dinding yang digunakan untuk menempatkan kusen dirampilan lagi dengan cara disemen lalu dilanjutkan dengan pengecatan kembali. Dua metode ini bisa diterapkan jika kerusakan kusen masih berada di tempat tertentu dan belum merata.

Namun jika kerusakannya sudah merata di semua bagian, maka jalan terbaik adalah mengganti semua kusen tersebut. Jika daun pintu kondisinya masih bagus tidak perlu ikut diganti dengan yang baru. Jadi ketika membuat kusan yang baru, bentuk dan ukurannya tetap menggunakan pola yang sama. Demikian pula dengan jenis kayu yang dipakai juga tidak boleh berbeda. Sehingga daun pintu tetap bisa terpasang dengan baik dan tampilan serta desainnya tidak berubah sama sekali. Demikian pula dengan posisi angkur juga tidak perlu diganti letaknya karena hal ini bisa berpengaruh terhadap kekuatan sistem pemasangan kusen.

Kemudian bila serangan rayap terjadi di daun pintu, juga hanya bagian ini saja yang diperbaiki. Caranya tinggal daun pintu dilepas kemudian bagian yang keropos diganti dengan papan kayu yang baru dan dipasang lagi seperti semula kemudian lakukan pendempulan serta pengecatan ulang.

Selanjutnya jika keseluruhan daun sudah terlanjur keropos dan rayapnya sudah merata semua daun harus diganti. Penggantikan keseluruhan daun pintu ini jika tertarik bisa diganti modelnya. Namun untuk ukuran dan konsep pemasangan keper tetap harus menggunakan pola dan sistem yang lama. Jadi kita tidak perlu memindah keper yang sudah terpasang pada kusen.

Lalu bagaimana seandainya jika semua kusen dan daun keropos dan rusak semua dimakan rayap. Tidak ada jalan lain lagi kecuali harus menggantinya dengan yang baru. Namun berbeda dengan pemasangan kusen sebelumnya yang biasanya dilakukan sebelum dinding diberi lapisan penutup, teknik pemasangkan kusen baru ini harus dilakukan lebih cermat agar posisisnya tetap simetris dengan dinding.

Sumber gambar : http://stagetecture.com

 

Artikel Lainnya :