Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menentukan Arah Hadap Rumah

Menentukan Arah Hadap Rumah
Tingkat kenyamanan tempat tinggal atau rumah ditentukan oleh banyak hal yang antara lain yaitu bentuk dan gaya arsitektur bangunan, ukuran, warna, lokasi dan sebagainya. Ketika diberi pertanyaan orang selalu memberi jawaban seperti itu. Padahal masih terdapat satu faktor lagi dan faktor inilah yang sering dilupakan yaitu arah hadap bangunan atau rumah itu sendiri.

Menentukan arah hadap rumah jika dilakukan dengan benar akan punya pengaruh yang baik terutama bagi penghuninya karena sinar matahari bisa masuk dengan baik dan maksimal. Karena itu banyak orang yang tertarik untuk membuat rumah hunian yang arah hadapnya ke timur agar bisa mendapat sinar matahari pagi. Meski bisa dikatakan tidak salah, tapi opini tidak sepenuhnya benar. Meski butuh rumah butuh sinar matahari, namun tidak harus selalu diperoleh pada waktu pagi.

Karena tujuan agar bisa memperoleh sinar matahari tersebut sebenarnya adalah untuk melakukan penghematan pada energi listrik bagi penerangan rumah terutama di waktu siang hari. Jadi jika arsitekturnya dibuat dengan cara yang baik, sinar matahari ini tetap bisa masuk ke dalam rumah meski arah hadapnya tidak selalu menghadap ke timur.

Yang terpenting adalah kita harus bisa mengamati sudut di mana cahaya matahari tersebut jatuh. Jika cahayanya semakin tinggi, maka energi panas yang muncul di dalam rumah juga menjadi semakin besar. oleh sebab itu bangunan yang ukurannya lebih sempit atau kecil harus bisa diatur sedemikian rupa sehingga posisi sinar yang jatuh menjadi rendah. Karena jika sinar yang masuk terlalu banyak, maka kondisi di dalam ruang bisa menjadi kurang nyaman karena terlalu panas.

Agar dapat menghadirkan keadaan yang lebih nyaman lagi, kita juga harus bisa meneliti sejak awal struktur bangunan yang dibuat. Contoh paling sederhana dan mudah adalah posisi jendela diletakan pada sisi yang berada di bagian bawah dari bidang dinding. Maksudnya agar sinar yang masuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan dalam ruang. Demikian pula dengan ukuran dan posisi daun atau bukaannya bisa diatur sedemikian rupa agar sinar pagi tetap bisa masuk. Yang paling penting semua bagian ruang bisa mendapat sinar semua.

Metode lain yang bisa diterapkan yaitu memakai sistem skylight atau membuat aplikasi ventilasi silang. Atau bisa juga dengan cara yang lain, memakai dua jendela yang posisinya dapat saling berhadapan. Dengan cara seperti ini ketika sinar matahari yang masuk dirasa terlalu panas, maka proses pergantian aliaran udara yang masuk dan keluar dengan cepat bisa membuat suasana yang ada di dalam ruang tetap terasa dingin dan sejuk.

Jika cahaya yang masuk dirasa tetap kurang, cara lain untuk mendapatkan sinar matahari bisa menggunakan lubang cahaya yang dipasang bersama atap. Ukuran yang terbaik adalah sekitar sepuluh persen dari luas keseluruhan ruang. Jadi jika ruang tersebut punya ukuran luas limapuluh meter persegi misalnya, maka dibutuhkan lubang yang total luasnya adalah lima meter.

Selanjutnya untuk menyiasati bangunan rumah yang arah hadapnya sudah terlanjur salah, dapat dilakukan dengan pergantian pengaturan ruang. Misalnya kamar tidur sebaiknya dipindah pada tempat yang lain yang jendela atau pintunya tidak menghadap kearah barat. Sinar matahari pada waktu sore hari panasnya tetap terasa sampai malam. Jadi meski mataharinya sudah tenggelam, namun ruang yang menghadap ke barat tetap terasa panasnya.

Lalu bagaimana jika yang menghadap kearah barat tersebut justru bangunannya sendiri?. Hal ini bisa diatasi dengan cara meletakan area basah pada sisi barat juga. Untuk rumah yang terdiri dari dua lantai, bisa dibikin lubang void sehingga sistem pergerakan udara tetap berjalan dengan baik.

Sumber gambar : http://www.techniki.eu

 

Artikel Lainnya :