Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Konstruksi dan Desain Plafon

Membuat Konstruksi dan Desain Plafon
Secara harfiah plafon mengandung arti komponen atau element yang jadi penutup atau pembatas antara atap dan ruang yang ada di bagian bawahnya. Fungsinya antara lain adalah menciptakan kesan yang lebih rapi pada ruang tersebut. Selain itu plafon juga dapat mengurangi suara bising yang muncul dari air hujan yang jatuh dengan deras. Dan yang tidak kalah penting, plafon dapat membuat tampilan ruang terlihat makin indah karena dibuat dengan konsep yang tertata.

Agar bisa terpasang dengan baik dan aman, sebelum plafon dipasang harus dibuatkan konstruksi lebih dulu. Konstruksi ini terdiri dari balok induk yang dipasang di atas tembok, kemudian balok anak yang ukurannya lebih kecil dan dipasang secara saling silang diantara susunan balok induk.

Selain itu masih ada lagi balok pembagi. Ukurannya dapat lebih kecil dari balok anak atau sama. Cara pemasangannya juga secara saling-silang dan diletakan di antara susunan balok anak. Lalu yang terakhir yaitu langit-langit atau sering disebut dengan pyan. Komponen ini adalah element utama yang ditampilkan pada ruang.

Pembuatan konstruksi plafon ini harus memperhatikan berapa hal. Diantaranya adalah jika bahan yang mau digunakan adalah papan triplek atau enternit, ukurannya sebaiknya memakai hitungan kelipatan tigapuluh dengan tujuan agar tidak terjadi pemborosan bahan. Sebab papan triplek atau enternit punya standar ukuran yang sudah baku. Ukuran itu misalnya tigapuluh kali tigapuluh, enam puluh kali enampuluh atau enampuluh senti kali satu koma dua meter dan lain sebagainya.

Jika memakai asbes, ukurannya bisa setengah kali satu meter dan satu meter kali satu meter. Tapi penggunaan bahan ini tidak disarankan, karena menurut beberapa hasil penelitian ternyata asbes bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan pada penghuninya.

Penggunaan ukuran inilah yang dijadikan patokan untuk membuat konstruksi. Dan yang mesti diingat, ketika membuat konstruksi juga memperhitungkan letak kabel listrik yang akan dipasang di tempat ini. Selain untuk meletakan dinding plafon, konstruksi ini juga bisa difungsikan untuk memasang kabel aliran listrik.

Ukuran ketinggian juga harus bisa diperhitungkan dengan cermat. Jika rumah itu ada di wilayah yang berhawa dingin, plafon bisa dibuat dengan ukuran yang lebih rendah dari permukaan lantai. Sebaliknya jika ada di daerah yang hawanya cukup panas atau kering, plafon sebaiknya memakai ukuran yang lebih tinggi sehingga sistem sirkulasi udara bisa bekerja dengan baik.

Untuk teknik pemasangannya, harus diatur sedemikian rupa agar ketika ada genteng yang bocor air tidak bisa merembes dan membasahi dinding dan ruang. Selain mengurangi nilai keindahan, rembesan tersebut juga bisa membuat jamur lebih mudah tumbuh di tempat tersebut.

Setelah konstruksi, hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah desain plafon itu sendiri. Desain yang plafon yang baik harus punya tampilan yang selaras dengan konsep maupun gaya aristektur bangunan dan desain ruang atau interior yang ingin diaplikasikan.

Selain bahan, pemakaian warna pada juga punya pengaruh yang sangat besar pada kesempurnaan keindahan tampilan ruang secara keseluruhan. Apalagi jika plafon itu dilengkapi dengan hiasan lain misalnya lampu gantung. Konsep penataan susunan kerangka atau bagian dindingnya harus mampu memunculkan kesan yang serasi.

Terlebih lagi jika plafon tersebut dibuat dari bahan gypsum dan dilengkapi dengan ornament atau hiasan profil. Desain hiasan dan lokasi penempatannya harus bisa sesuai dengan bentuk lampu gantung tersebut. Bahkan ada plafon gypsum yang diberi hiasan berupa lukisan atau motif-motif tertentu yang warnanya berbeda dengan warna dasar atau warna utama.

Sumber gambar : http://kentuckyhiddenlakelodge.com

 

Artikel Lainnya :