Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kelebihan dan Pembuatan Atap Ekspose

Kelebihan dan Pembuatan Atap Ekspose
Yang dimaksud dengan atap ekpose adalah atap yang pada bagian bawahnya tidak diberi lapisan penutup atau plafon. Tujuannya adalah untuk menonjolkan bentuk bawah atap tersebut sehingga ruang yang ada di dalam bisa terlihat lebih indah. Banyak keuntungan yang bisa didapat jika mau menerapkan konsep ini.

Salah satunya adalah ruang terasa lebih longgar dan luas. Terutama sekali untuk ruang yang ukurannya lebih kecil dan sempit. Karena ruang tidak ditutup dengan plafon maka ukuran tinggi ruang bisa dimaksimalkan. Oleh sebab itu penggunaan konsep atap ekpose ini bisa dijadikan sebagai alternatif untuk menghilangkan kesan sempit pada ruang.

Atap ekspose juga menjadikan sistem sirkulasi udara dalam ruang bisa bekerja lebih sempurna. Hal ini bisa dibuktika jika pada suatu ruang menggunakan konsep atap ekpose, maka kondisi ruang tersebut akan terasa lebih dingin dan sejuk meski tidak memakai alat pendingin seperti kipas angina tau AC. Hal ini disebabkan ruang tersebut punya ukuran yang lebih tinggi sehingga udara bisa melakukan pergerakan dengan bebas.

Jika memakai plafon, komponen ini sering menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi tikus. Keberadaan binatang ini tentu bisa membuat penghuni merasa tidak nyaman. Apalagi jika tikus tersebut sering membuat masalah misalnya mengerat bagian tertentu dari komponen bangunan terutama yang terbuat dari kayu. Jika menggunakan atap ekspose, tikus tidak akan bisa tinggal dan berkeliaran dengan bebas.

Selain itu, penggunaan konsep atap ekspose pada bangunan atau ruang akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan. Karena kita tidak perlu menyediakan anggaran khusus untuk membuat plafon. Komponen ini jika dibuat dengan kwalitas yang bagus akan membutuhkan dana yang cukup besar.

Kelebihan lainnya, jika didesain dengan bagus dan cara yang benar atap ekspose bisa membuat tampilan ruang terlihat makin indah dan menarik. Tampilannya juga tidak kalah bagus dengan ruang yang diberi komponen penutup atap plafon. Bahkan jika berani melakukan ekplorasi, maka tampilan atap ekspose tersebut bisa menjadi daya tarik utama atau point of interest pada ruang.

Hanya saja pembuatan atap ekspose ini juga perlu memperhitungkan beberapa segi agar tidak menimbulkan suatu masalah. Misalnya pada pembagian ruang. Karena atap ekpose selalu terdiri dari satu bagian yang utuh. Pembagian ruang harus diperhitungkan dengan baik agar tampilan atap tetap bisa tampak secara sempurna meski tidak dapat ditampilkan secara utuh. Sebaiknya sebelum atap dibuat, ukuran dan tata letak ruang sudah dirancang dan desain dari atap ekpose tersebut bisa diselaraskan dengan pembagian ruang itu.

Pemakaian bahan atap juga harus diperhitungkan dengan baik. Atap dari tanah liat memunculkan warna coklat atau coklat kehitaman. Sehingga dinding yang ada di dalam ruang serta penataan interiornya juga mesti disesuaikan. Hal yang sama juga dilakukan jika atap tersebut terbuat dari jerami atau alang-alang, atau atap yang menggunakan kerangka dari baja ringan. Masing-masing punya karakter yang berbeda-beda.

Demikian pula dengan teknik pencahayaan. Warna coklat dan coklat tua yang muncul dari atap tanah liat tentu menghasilkan kesan yang lebih gelap. Berbeda dengan atap dari alang-alang dan jerami yang memunculkan warna cerah. Sedangkan atap yang menggunakan kerangka dari baja akan menghasilkan nuansa yang lebih terang namun punya kesan yang berbeda dengan atap yang memakai bahan alami.

Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah konsep dari arsitektur dan gaya bangunan itu sendiri. Jangan sampai terjadi konsep yang diterapkan menghasilkan kesan yang tidak selaras. Rumah yang menggunakan gaya tradisional tentu saja lebih cocok memakai atap tanah liat atau alang-alang. Sehingga bagian dalam yang diekpose juga bisa memunculkan karakter etnik yang kuat.

Sumber gambar : http://threesprucelodge.com

 

Artikel Lainnya :