Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Cor Beton Untuk Rumah Tumbuh

Membuat Cor Beton Untuk Rumah Tumbuh
Yang dimaksud dengan rumah tumbuh adalah rumah yang dibangun secara bagian-perbagian, tidak langsung secara keseluruhan. Jadi pertama adalah mendirikan bangunan utama, lalu disusul dengan bagian lain yang ada di samping. Ada pula rumah tumbuh yang dibangun di bagian lantai pertama dulu kemudian dilanjutkan dengan lantai yang ada di atasnya. Alasan dari pembangunan rumah tumbuh ini pada umumnya karena dana yang tersedia tidak mencukupi. Jika biaya sudah tersedia lagi, proses pembangunan kembali dilanjutkan.

Konsep seperti ini sudah banyak dipraktekan di masyarakat kita. Ini merupakan ide yang sangat bagus untuk membuat tempat hunian tanpa perlu mengumpulkan dana yang besar. Namun yang perlu diperhatikan, pembuatan konstruksi dan cor beton untuk rumah tumbuh ini tetap harus memperhitungkan bagaimana konsep bangunan ini dibuat secara keseluruhan. Tujuannya adalah agar jika proses pembangunan dilanjutkan, tidak perlu melakukan pembongkaran atau membuat cor beton yang baru lagi.

Karena itu sebelum cor dibuat, harus disiapkan lebih dulu rancangan atau gambar bestek pada bangunan seperti yang telah direncanakan. Dari sini bisa diketahui komponen atau bagian mana saja yang perlu didahulukan dan diprioritaskan untuk dibangun lebih dulu. Sehingga perhitungan waktu dan dana yang perlu disediakan bisa diperkirakan secara tepat.

Beberapa prioritas utama yang harus dibangun lebih dulu pada rumah tumbuh antara lain adalah septic tank dan sumur. Alasannya karena dua element ini adalah bagian dari kelengkapan pokok pada suatu bangunan tempat tinggal. Alangkah tidak nyamannya meski sudah dapat ditempati namun rumah tersebut belum punya sistem sanitasi yang lengkap. Itu sama saja menyiksa diri karena kita harus pergi ke toilet umum jika ingin buang kotoran tubuh dan lain sebagainya.

Yang kedua adalah pondasi. Jika rumah ini nantinya mau dibangun dengan dua lantai atau lebih, maka pondasi dan cor beton tetap harus dibuat dengan perhitungan dapat menahan beban lebih berat meski pada waktu dibangun pertama kali hanya terdiri dari satu lantai saja. Dan alangkah baiknya jika pada bagian atas atau atap juga langsung diberi cor, tidak berupa atap genteng.

Jadi ketika nanti lantai atas mau dibuat, maka tidak perlu ada pembongkaran atap. Meski biaya untuk membuat cor atas membutuhkan biaya yang agak tinggi, namun ketika pembangunan mau dilanjutkan tidak perlu membuat cor lagi. Konsep ini jika dihitung secara cermat pada akhirnya justru lebih irit dan hemat biaya maupun waktu. Kita tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos pembongkaran atap dan langsung membuat lantai yang kedua secara langsung. Sehingga waktu tidak terbuang percuma.

Namun jika rumah tersebut terdiri dari satu lantai saja, pembuatan cor lebih mudah dilakukan. Yang perlu mendapat perhatian justru terletak pada cor beton yang digunakan untuk memasang atau menahan beban dinding. Hal ini punya hubungan yang sangat erat dengan penggunaan dan pembagian ruang pada bangunan.

Jangan sampai terjadi ketika cor dinding sudah dibuat dan pembangunan mau dilanjutkan lagi ternyata kita harus melakukan pembongkaran pada cor dinding tersebut. Yang benar adalah kita tinggal menambah beberapa komponen atau element saja. Karena itu perencanaan dan konsep serta desain bangunan harus diperhitungkan dengan cermat.

Bahkan jika perlu sebelum dibangun buatlah beberapa alternatif pilihan untuk berjaga-jaga jika ada perubahan dari perencanaan sebelumnya. Sehingga ketika harus dilakukan pembongkaran di bagian tertentu tidak merubah konsep atau desain dan arsitektur bangunan secara keseluruhan. Jika ini terjadi artinya sama saja membuat bangunan rumah yang baru dan namanya bukan lagi rumah tumbuh.

Sumber gambar : http://www.inkity.com

 

 

Artikel Lainnya :