Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Memilih Bahan dan Membuat Desain Ukiran Dekoratif Dinding

Memilih Bahan dan Membuat Desain Ukiran Dekoratif Dinding
Salah satu element yang bisa membuat tampilan ruang terlihat lebih menarik yaitu dinding. Agar element ini bisa terlihat indah, jalan yang bisa ditempuh yaitu diberi hiasan berupa ukiran yang disebut dengan ukiran dinding dekoratif. Penggunaan hiasan ini mampu menjadikan tampilan rumah dan ruang terlihat makin cantik dan elegan.

Bahan yang digunakan untuk membuatnya ada bermacam-macam. Tapi yang harus diperhatikan adalah, di mana hiasan ukiran tersebut mau diletakan. Jika ada di luar rumah, disarankan untuk memilih bahan yang tahan terhadap sinar matahari dan curahan air hujan. Batu alam merupakan pilihan yang terbaik karena punya daya tahan yang lebih kuat meski diletakan di bagian luar atau eksterior.

Sedangkan untuk ruang yang ada di dalam, selain batu alam bisa memilih bahan lain misalnya kayu. Gypsum juga bisa digunakan untuk membuat hiasan deckoratif dinding dengan tampilan yang tidak kalah istimewa. Khusus untuk ruang yang memakai gaya modern, hiasan dekoratif ini bisa memakai bahan dari fiber atau yang lainnya.

Untuk membuat desain ukiran dekoratif dinding hal-hal yang perlu diperhitungkan antara lain adalah, konsep desain ruang atau bentuk dan gaya arsitektur bangunan rumah. Jika menggunakan gaya tradisional, tentu saja ukiran dekoratif tersebut juga harus disesuaikan dengan dari mana konsep desain etnik tersebut diaplikasikan, sehingga nuansa yang muncul dari hiasan ini tetap bisa terlihat menyatu. Hal yang sama juga harus diterapkan bila ukiran dekoratif tersebut akan diletakan di dalam ruang, semua harus diseleraskan dengan temanya.

Sedangan bangunan atau ruang yang menggunakan gaya modern atau minimalis, lebih bagus bila desainnya punya bentuk yang sederhana dan simple namun tetap terlihat mewah dan elegan. Ukiran yang terlalu rumit akan membuat konsep minimalis dan modern yang diterapkan menjadi terlihat tidak serasi.

Disarankan ukiran dekoratif ini tidak dibuat secara penuh di semua bagian dinding, tapi cukup di tempat tertentu saja yang dianggap bisa menjadikan tampilan dinding tidak terlihat kosong dan bisa menciptakan yang tidak terlalu ramai dan tetap harmonis. Dan selain memunculkan kesan yang lebih elegan, penggunaan ukiran dekoratif seperti ini juga membuat pengeluaran dana tidak begitu boros.

Tidak berbeda dengan jenis hiasan atau aksesoris yang lain, ukiran dekoratif ini juga bisa diberi warna, khususnya ruang atau bangunan yang memakai gaya modern dan hiasan ini diletakan di dalam ruang. Namun penggunaan warna ini harus disesuaikan dengan warna element lain yang ada di ruang dan dinding tersebut.

Bangunan dan ruang yang memakai gaya klasik dan tradisional, sebaiknya tidak perlu diberi warna sehingga dapat tampil secara alami. Ukiran dekoratif yang menggunakan bahan dari kayu cukup diberi lapisan pelitur saja. Apalagi batu alam, warna yang muncul dari element ini lebih dari cukup untuk menghadirkan nilai keistimewaan tersendiri.

Bentuk dan ukuran ruang juga bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Jika ruang tersebut punya ukuran yang lebih pendek, bisa membuat ukiran dekoratif yang bentuknya persegi panjang dan diletakan secara vertikal. Konsep ini akan membuat ruang terlihat lebih tinggi. Sedangkan dinding yang punya ukuran kecil dan sempit, bisa memilih bentuk persegi panjang juga namun diletekan secara horizontal, sehingga ruang tersebut terlihat lebih lebar.

Jika ingin menjadikan hiasan dekoratif tersebut terlihat makin indah dan jadi fokus pandangan utama, bisa diberi teknik pencahayaan yang sinarnya diarahkan pada ornament tersebut. Ini tidak berlaku untuk hiasan yang ada di dalam ruang saja, tapi juga dinding dekoratif yang berada di luar.

Sumber gambar : http://www.letostyle.ru

 

 

Artikel Lainnya :