Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Cara Pemasangan Perabot Sanitair

Cara Pemasangan Perabot Sanitair
Setiap bangunan atau rumah pasti terdapat saluran khusus yang digunakan untuk membuang air atau limbah yang khususnya berasal dari kamar mandi, dapur atau ruang lain yang menghasilkan kotoran air. Saluran untuk mengalirkan dan membuang air dan kotoran lain yang besifat cair dan lunak ini disebut dengan sanitasi atau sanitair. Keberadaannya punya peran yang sangat besar untuk menciptakan sistem kebersihan dan kesehatan yang lebih sempurna.

Sistem sanitair yang ada di setiap bangunan dan rumah ini memang tidak punya pengaruh yang cukup besar terhadap nilai arsitektur atau desain. Tapi sistem pemasangan perabot sanitair ini tetap harus memperhatikan beberapa hal.

Agar bisa terlihat rapi sekaligus tidak mengganggu keindahahan, sebaiknya pipa atau selang yang dipakai untuk membuang dan mengalirkan air maupun kotoran di letakan di dalam dinding dengan cara ditanam. Jadi sebelum diberi lapisan penutup, perabot tersebut sudah dipasang lebih dahulu. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan yang matang tentang lokasi dan tempat yang mau diberi saluran sanitasi.

Agar tidak terjadi proses pengkaratan, pipa yang digunakan sebaiknya menggunakan dari peralon atau besi anti karat. Jika pengkaratan terjadi bisa menyebabkan kebocoran dan membuat dinding jadi lembab. Selain itu kebocoran tersebut bisa menimbulkan bau yang tidak sedap. Jika hal ini terjadi tentu penghuni rumah akan merasa tidak nyaman dan memunculkan masalah kesehatan karena air yang merasap ke dalam dinding mengandung kuman penyakit. Kebocoran juga bisa menyebabkan dinding menjadi lembab dan jamur lebih mudah muncul di tempat seperti ini.

Selain karat, masalah lain yang bisa membuat terjadinya kebocoran adalah proses penyambungan yang tidak sempurna. Peristiwa ini lebih sering terjadi pada sambungan yang terdiri dari tiga dan empat saluran pipa. Karena itu pekerjaan penyambungan ini harus dilakukan secara sempurna terutama ketika memasang drat yang dipakai untuk menyambung. Selain kuat, lapisan pelindung juga harus diusahakan agar bisa melekat erat.

Pemasangan saluran sanitasi yang ditanam secara langsung seperti ini punya kelebihan utama yaitu dinding dan ruang tetap terlihat rapi. Namun jika terjadi kebocoran seperti yang disebutkan di atas, proses perbaikannya menjadi jauh lebih rumit dan butuh waktu yang lama karena harus melakukan pembongkaran lebih dulu. Biaya yang harus dikeluarkan juga menjadi besar.

Alternatif yang bisa dipilih adalah meletakan selang dan pipa sanitasi tersebut di luar dinding. Bahkan jika keadaan memungkinkan, pipa sanitasi sebaiknya diletakan di luar ruang. Sedangkan Jenis pipa yang paling cocok untuk mengaplikasikan konsep seperti ini yaitu pipa yang memakai logam yang diberi lapisan chrome. Namun sayangnya chrome yang warnanya putih perak dan mengkilat hanya cocok digunakan pada bangunan atau ruang yang menggunakan gaya desain minimalis dan modern saja. Ruang yang menerapkan gaya klasik atau tradisional akan terlihat tidak serasi jika memakai pipa bahan ini.

Karena itu agar tetap terlihat indah harus ditemukan cara yang lain yaitu tetap menggunakan pipa dari besi anti karat biasa. Selanjutnya bila sudah terpasang, pipa besi ini bisa ditutup dengan cat yang jenis warnanya sama dengan cat dinding. Lebih sempurna lagi bila pengecatan dikerjakan sebelum proses pemasangan dilakukan. Karena jika sudah dipasang, bagian yang menempel pada dinding tidak bisa diberi lapisan cat.

Usahakan jika ada sambungan letaknya berada di bagian pojok. Jika ada ditengah, posisinya bisa diatur sedemikian rupa sehingga tetap terlihat simetris dan tidak mengganggu keindahan serta pandangan mata. Bahkan jika tertarik melakukan eksplorasi, dengan teknik tertentu sistem pada sambungan ini bisa dijadikan sebagai media untuk mempercantik tampilan ruang.

Sumber gambar : http://www.aldanube.com

 

Artikel Lainnya :