Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kelebihan dan Teknik Memasang Batu Alam Untuk Dinding

Kelebihan dan Teknik Memasang Batu Alam Untuk Dinding
Ada beberapa cara untuk membuat tampilan rumah menjadi lebih indah dan manis. Misalnya menggunakan batu alam sebagai pengganti aci. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh batu yang diambil secara langsung dari alam ini. Salah satunya yaitu suasana rumah menjadi tampak alami dan memunculkan suasana yang lebih tenang. Apalagi jika kita bisa membuat konsep penataan yang bagus, maka hasilnya akan makin dinamis dan tidak membosankan.

Meski lebih sering diaplikasikan pada dinding luar atau eksterior, tapi sebenarnya batu alam juga bagus diaplikasikan pada dinding dalam atau interior. Selain itu bahan ini punya tekstur yang sangat bagus dan tampilan warna yang khas. Karena itu batu alam bisa menjadi ornament atau hiasanya yang punya nilai seni cukup tinggi jika ditata dengan baik, tidak ada ubahnya dengan dinding dari batu bata.

Batu alam juga bisa memunculkan nuansa yang lebih sejuk. Sehingga sangat cocok diaplikasikan pada bangunan di Indonesia yang berhawa tropis dan cenderung panas. Penggunaan batu alam ini dapat mengurangi suasana panas tersebut. Dan kelebihan lainnya, teknik memasang batu alam untuk dinding itu tidak begitu sulit dilakukan.

Pertama sebelum digunakan batu alam harus direndam lebih dulu dalam air. Tujuannya adalah untuk memadatkan pori-pori. Karena pada umumnya batu alam ukuran pori-porinya lebih besar. Jika langsung ditempel bisa menyebabkan batu tersebut mudah terlepas. Kemudian agar proses penempelan lebih mudah dilakukan dan hasilnya makin kuat, maka dinding yang mau ditutup dengan batu dikupas atau dibuatkan ceruk-ceruk kecil secara acak.

Semen yang digunakan untuk penempelan lebih bagus memakai semen khusus. Saat ini di toko-toko bahan bangunan sudah banyak yang menyediakan semen untuk menempelkan batu alam. Pilih yang kualitasnya bagus sehingga batu alam bisa melekat dengan kuat dan sehingga tidak mudah terlepas.

Dan karena batu alam punya bobot yang lebih berat maka adonan semennya harus diperbanyak jika dibanding dengan menutup dinding menggunakan aci. Dan harus dipastikan, pembuatan adonan semen harus dilakukan secara merata dan sempurna. Ketika ditempelkan juga harus bisa dipastikan adonan semen ini mengisi secara penuh rongga-rongga pada batu, terutama batu alam yang bentuknya tidak rata. Jangan sampai terjadi hanya bagian tengahnya saja yang terisi.

Kemudian jika ada adonan yang menempel pada permukaan batu yang lain, pembersihan harus segera dilakukan. Batu alam punya sifat menghisap air lebih mudah atau sering disebut dengan porous. Jika terlalu lama dibiarkan dan semen sudah terlanjur kering, proses pembersihannya jadi sulit dilakukan karena adonan tersebut sudah menempel secara rapat. Apalagi jika yang terkena pada bagian yang ada cerukannya, pekerjaan menjadi makin rumit.

Batu alam selalu memiliki ukuran dan presisi yang berbeda-beda. Bahkan perbedaan ini dapat mencapai ukuran setengah hingga satu sentimeter. Apalagi batu alam yang bentuknya tidak sama atau tidak beraturan, maka perbedaan presisinya bisa semakin jauh. Karena itu pemasangannya harus memperhitungkan perbedaan ini secara cermat. Jika menggunakan jasa tukang, pilihlah tukang yang benar-benar sudah ahli dan berpengalaman. Ini untuk menjamin agar hasil penataan tetap terlihat rapi.

Jika semua proses penempelan dilakukan dan permukaan batu sudah kering, langkah berikutnya yaitu melakukan penyikatan untuk membersihkan adonan semen yang masih menempel pada tempat yang tidak diinginkan. Kemudian susunan batu dinding ini bisa diberi lapisan dengan coating yang berbentuk cairan. Hal ini untuk memberi perlindungan agar meski sering terkena air dinding batu alam tidak mudah kena serangan jamur atau lumut serta tampilannya terlihat lebih mengkilat.

Sumber gambar : http://www.stonecladding.co.uk

 

Artikel Lainnya :