Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbedaan Desain Atap Gaya Mediterania, Tropis dan Minimalis

Perbedaan Desain Atap Gaya Mediterania, Tropis dan Minimalis

















Mediterania, tropis dan minimalis adalah arstektur bangunan yang masing-masing punya konsep desain berbeda. Perbedaan ini terletak pada bentuk bangunan, penggunaan warna serta tampilan element-element yang lain. Demikian pula dengan bahan yang digunakan kadang kala juga tidak sama. Salah satu contonya adalah bagian atap.

Ada beberapa perbedaan desain atap gaya mediterania, tropis dan minimalis . Atap rumah yang menggunakan gaya mediterania, biasanya meniru gaya bangunan yang berada di Spanyol. Karena model ini memang asalnya dari negera matador tersebut. Bentuk dan desain yang paling sering diaplikasikan adalah miring, yaiu pelana kuda atau kuda-kuda kayu dan limasan yang terdiri dari empat sisi.

Sedangkan bahan yang dipakai untuk membuatnya bisanya adalah tanah liat yang dibakar. Atap tanah liat ini punya ukuran yang lebih besar, gemuk dan tebal. Jika menggunakan warna selalu menghindari warna-warna yang mencolok atau terlalu terang dan lebih cocok memakai warna yang cenderung alami dan sejuk, diselaraskan dengan cat dinding.

Dalam satu bangunan, kadangkala atap ini terdiri dari beberapa bagian dan masing-masing punya konsep desain yang berbeda dengan bentuk seperti yang telah dijelaskan di atas. Kemudian untuk bagian bawah, diberi element pelengkap berupa tempat untuk mengalirkan air hujan. Jadi air tersebut tidak langsung jatuh ke bawah, namun mengalir melalui pipa yang dipasang pada bagian pojok.

Ada kalanya pula dinding yang digunakan sebagai tempat untuk memasang atap dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dibanding dengan dinding yang ada di bawahnya. Terutama sekali pada bangunan yang punya ukuran lebih tinggi. Sehingga posisi dinding tersebut agak menjorok ke dalam.

perbedaan desain atap gaya mediterania , tropis dan minimalis


















Rumah yang menggunakan gaya tropis, punya konsep desain atapnya tidak jauh berbeda dengan rumah yang menggunakan gaya mediterania. Namun bahan yang sering digunakan adalah atap dari rumput ilalang atau jerami dan atap dari kayu yang sering disebut dengan atap sirap. Jika menggunakan bahan dari tanah liat, atap ini punya ukuran yang lebih kecil, tipis dan tidak begitu tebal seperti rumah mediterania.

Penggunaan warna sama sekali tidak pernah dilakukan. Jadi atap tersebut dibiarkan tampil secara alami. Pada bagian bawah, atap ini tidak dilengkapi dengan saluran pembuangan air. Jika terjadi hujan, air yang mengalir akan langsung jatuh ke bawah atau tanah. Selain itu ukuran atap ini juga dibuat lebih panjang, dengan tujuan agar air hujan tidak bisa masuk ke dalam ruang meski terjadi hembusan angin yang cukup besar. Antara dinding bangunan dan dinding untuk memasang atap selalu dibuat menyatu, tidak menggunakan ukuran yang berbeda meski bangunannya punya ukuran yang tinggi.

perbedaan desain atap gaya mediterania , tropis dan minimalis


















Atap rumah yang menggunakan gaya minimalis lebih sering menggunakan bentuk yang datar dan atau miring dan terdiri dari satu bagian saja. Bidang tersebut bisa miring ke belakang atau samping. Jika menggunakan bentuk segitiga atau limas, biasanya juga sama yaitu tidak terbagi-bagi menjadi beberapa element.

Bahan yang paling sering digunakan adalah tidak berbentuk atap yang dipasang, namun dari cor beton yang menempel langsung pada bagian dinding. Jika menggunakan atap pasang, sering memakai bahan dari baja ringan atau atap buatan pabrik yang dibuat dengan sistem modern.

Penggunaan warna yang sering diaplikisikan adalah sama dengan warna dinding. Jadi antara atap dan dinding bisa menjadi satu kesatuan yang utuh. Meski kadangkala punya ukuran yang lebih besar dari dinding bangunan, namun atap tersebut juga tidak dilengkapi dengan saluran untuk pembuangan air. Jadi seperti rumah tropis, air hujan langsung mengalir kearah bawah. Namun adakalanya atap ini dilengkapi dengan pipa yang dipasang pada bagian dalam.

Sumber gambar : http://www.eplans.com,http://activerain.com,http://www.besthomedesigns.org

 

Artikel Lainnya :