Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Hiasan Dinding Pada Ruang Klasik dan Modern

Hiasan Dinding Pada Ruang Klasik dan Modern
Antara gaya klasik dan modern, keduanya memang punya perbedaan yang bisa dikatakan sangat mencolok. Hal ini berlaku bukan hanya pada konsep arsitektur dan desain bangunannya saja, namun juga pada interior yang ada di dalam ruang. Keduanya punya teknik yang sungguh beda, baik dari sisi penggunaan warna, model mauoun hasil tampilan yang dimunculkan.

Contoh yang paling nyata adalah hiasan dinding pada ruang klasik dan modern seperti yang bisa dilihat dalam gambar. Aksesoris yang berupa lampu dinding tersebut punya kegunaan serta fungsi yang tidak jauh berbeda, yaitu sebagai media penerangan dan alat untuk mempercantik tampilan ruang. Namun desain yang dibuat punya konsep yang jauh berbeda.

Untuk yang bergaya klasik, bahan yang dipakai untuk membuat lampu dinding pada umumnya adalah dari logam, baik yang dibuat dengan sistem tempa atau sistem cor. Logam ini bisa berupa kuningan atau tembaga untuk memunculkan kesan yang anggun dan berwibawa. Jika memakai logam besi biasa, selalu diberi warna hitam atau coklat tua. Ada kalanya warna hitam ini dipadu dengan warna kuning emas untuk memunculkan nuansa yang lebih terang dan mewah.

Selain itu logam tersebut juga tidak ditampilkan secara polos, namun diberi ornament yang berupa hiasan profil pada beberapa bagian terutama sekali di ujung serta pangkal atau bawah. Untuk tangkainya juga tidak dibuat lurus, namun menggunakan lengkungan untuk menghasilkan kesan yang lebih artistik.

Kap atau penutup lampu juga menggunakan bahan spesifik dan yang paling sering dipakai adalah kaca kristal. Kaca Kristal ini juga dibentuk dengan tampilan yang punya nilai seni dan selalu menggunakan bidang-bidang yang melengkung. Selain kristal, bahan lain yang juga sering dipakai adalah kaca yang berwarna putih susu.

hiasan dinding pada ruang klasik dan modernSedangkan untuk lampu dinding yang bergaya modern, bahan yang paling sering dipakai yaitu stainless steel yang warnanya seperti perak. Tujuannya adalah untuk memunculkan kesan yang lebih mewah. Bentuknya jauh lebih sederhana dan tidak pernah menggunakan lengkungan yang rumit. Biasanya hanya berbentuk bidang yang polos atau bundar saja. Hiasan profil sama sekali tidak digunakan.

Jika menggunakan lengkungan, jumlah lengkungan yang diaplikasikan juga tidak punya bentuk yang begitu rumit dan hanya terdiri dari satu lekukan saja. Berbeda dengan gaya klasik yang kadangkala dibuat dalam beberapa lengkungan.

Untuk kap penutup lampunya, ada juga yang memakai bahan dari kristal namun hal ini jarang terjadi. Lampu dinding gaya modern lebih sering menggunakan bahan kaca biasa dengan bentuk yang polos dan sederhana. Kap ini sering berupa bidang yang datar atau bundar namun tanpa diberi ornament berupa lekukan.

Perbedaan semacam ini juga terjadi pada hiasan dinding yang lain seperti lukisan. Jika lukisan gaya klasik selalu menampilan wujud-wujud atau obyek yang rumit serta detail, namun untuk lukisan gaya modern lebih suka memunculkan wujud-wujud yang abstrak saja. Pemakaian warna antara lukisan klasik dan modern juga ada perbedaan. Jika lukisan klasik menggunakan banyak warna, untuk lukisan modern hanya membutuhkan beberapa jenis saja.

Demikian pula untuk pigura yang dipakai untuk memajang lukisan tersebut. Lukisan gaya klasik selalu diberi perlengkapan pigura yang juga didesain secara khusus. Bahan untuk membuatnya adalah kayu yang diberi ornament ukiran terutama di bagian pojok dan tengah. Lukisan untuk hiasan ruang modern, meski sama-sama menggunakan bahan dari kayu namun tidak dilengkapi dengan ornament ukiran. Kayu tersebut ditampilkan secara polos dan diberi warna yang sepadan dengan lukisan yang dibuat.

Sumber gambar : http://joshomedesign.com,http://www.stardustmoderndesign.com

 

Artikel Lainnya :