Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ciri Taman Rumah yang Menggunakan Gaya Eropa dan Mediterania

Ciri Taman Rumah yang Menggunakan Gaya Eropa dan Mediterania
Tidak berbeda dengan bangunan rumah, taman juga terdiri dari beberapa jenis atau gaya desain. Namun pada umumnya, pembuatan taman ini juga selalu mengikuti konsep dari arsitektur rumah yang dibangun. Jika rumah tersebut memakai gaya Eropa, maka taman yang dibuat juga punya konsep desain yang sama. Demikian pula dengan rumah bergaya Mediterania, pasti akan punya tampilan yang lebih sempurna jika tidak menggunakan gaya yang lain.

Kedua desain bangunan rumah ini cukup populer di Indonesia. Maka tidak ada salahnya bila kita juga mengetahui perbedaan maupun ciri taman rumah yang menggunakan gaya Eropa dan Mediterani a. Meski berasal dari wilayah yang letaknya tidak berjauhan, namun kedua gaya ini punya beberapa konsep yang tidak sama, meski keduanya punya tujuan yang tidak berbeda yaitu untuk memunculkan kesan yang lebih indah dan sejuk pada bangunan rumah.

Untuk taman yang menggunakan gaya Eropa, ciri utamanya terletak pada penggunaan tanaman hias yang warnanya tidak hanya didominasi oleh hijau saja. Warna lain yang punya sifat cerah seperti merah, kuning, jingga dan sebagainya sering dipakai untuk menghias taman yang punya konsep gaya Eropa. Warna tersebut bisa dimunculkan dari daun atau bunga yang sedang mekar.

Selain itu taman gaya eropa juga selalu punya tampilan yang lebih teratur dan punya pola khusus seperti bentuk geometris segitita, kotak dan bundaran atau lingkaran. Hal inilah yang menjadikan pemilihan jenis tanaman hias harus bisa disesuaikan dengan bentuk-bentuk yang diaplikasikan, apalagi jika tanaman tersebut punya arah tumbuh yang tidak beraturan.

Untuk daerah Indonesia yang berhawa panas atau tropis, tanaman hias yang bisa dipakai untuk membuat taman gaya Eropa antara lain adalah teh-tehan atau pangkas, serut, lantana, mirten dan gardenia. Jika ini melakukan eksplorasi yang lebih dalam bisa dilengkapi dengan pohon cemara, bambu jepang, lantana, beringin, soka dan bougenville.

Karena lebih banyak menggunakan tanaman yang lunak atau tidak berkayu, maka taman gaya Eropa harus lebih sering mendapat pasokan air. Dan yang tidak kalah penting adalah, kita harus lebih sering melalukan pemangkasan atau pemotongan agar karakter geometris yang diciptakan tetap bisa terlihat dengan tegas dan rapi.

ciri taman yang menggunakan gaya eropa dan mediteraniaSedangkan untuk taman rumah yang menggunakan gaya Mediterania, lebih sering memakai jenis tanaman yang punya karakter lebih keras namun punya ukuran yang tidak begitu tinggi. Jenisnya antara lain adalah tanaman kaktus, paku-pakuan, kerokot hias dan tanaman rumput yang punya ukuran daun lebih lebat dan panjang.

Sebagai element tambahan, taman Mediterania juga sering menggunakan element lain berupa batu alam yang diletakan untuk menutup permukaan tanah. Jadi penggunaan rumput taman atau paving blok justru jarang diaplikasikan. Bahkan beberapa taman justru memakai pasir khusus yang berfungsi sebagai element penambah nilai estetika. Pasir khusus ini biasanya punya warna putih seperti pasir pantai ini diletakan untuk menutup tanah yang digunakan untuk meletakan tanaman kaktus dan yang lain.

Untuk memunculkan karakter Mediterania yang lebih kuat, di antara taman tersebut bisa ditaruh hiasan berupa patung khas Mediterania. Namun patung ini juga bisa diganti dengan pilar kecil yang tampilannya seperti tiang penyangga bangunan rumah yang bentuknya bundar memanjang ke atas. Tiang ini kemudian diberi semacam pot yang bentuknya kotak persegi panjang, lalu dipakai sebagai media untuk meletakan tanaman hias

Yang perlu diingat adalah, hiasan patung atau pilar ini juga harus menggunakan warna yang khas Mediterania, misalnya krem atau kuning kemerahan. Sedangkan bahan untuk membuatnya yaitu batu alam jenis granit atau teraso.

Sumber gambar : http://beautifulgardenseu.blogspot.com,http://www.northwestperennialalliance.org

 

Artikel Lainnya :