Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Persamaan Desain Arsitektur Gaya Islam dan Eropa

Persamaan Desain Arsitektur Gaya Islam dan Eropa
Arsitektur gaya Islam selalu diidentikan dengan bangunan masjid. Karena perkembangannya memang lebih terlihat secara nyata pada bangunan yang berfungsi sebagai tempat untuk ibadah tersebut. Dan karena Islam pernah mengalami masa keemasan di Benua Eropa, maka bukan hal yang aneh lagi jika beberapa konsep desain bangunan atau gaya arsitekur yang ada di daerah ini juga punya kesamaan.

Beberapa persamaan desain arsitektur gaya Islam dan Eropa itu antara lain adalah adanya bentuk lengkung yang sering dijumpai pada bagian atas element pintu. Jika pada bangunan yang menggunakan gaya Islam punya bentuk yang lebih besar pada bagian tengah namun menjadi lancip di ujungnya, namun untuk bangunan gaya Eropa bentuk lengkung tersebut biasanya punya garis yang lurus, sehingga bentuknya menjadi seperti setengah lingkaran.

Salah satu ciri utama pada bangunan masjid adalah adanya kubah yang diletakan pada bagian atas atau atap. Tampilan kubah ini sangat khas dan biasanya diberi ornament lain berupa hiasan bulan sabit dan bintang. Selain itu masjid ini juga dilengkapi dengan menara yang gaya desain dan arsitekturnya dibuat selaras dengan bangunan utama.

Fungsi dari menara ini adalah sebagai tempat untuk menyuarakan adzan dengan tujuan agar suara yang muncul bisa terdengar hingga ke tempat atau wilayah yang lebih jauh. Dengan cara seperti ini maka setiap orang akan mengetahui tanda waktu untuk melakukan ibadah shalat meski berada di tempat yang tidak dekat dengan masjid.

Penggunaan kubah ini juga sering diaplikasikan pada bangunan yang menggunakan gaya Eropa. Hanya saja konsep desainnya agak berbeda dan lebih variatif. Beberapa kubah diberi ornament pada bagian tubuhnya. Sementara untuk bangunan masjid, penggunaan ornament pada bagian tubuh kubah jarang dilakukan. Jadi bentuknya polos saja. Selain itu kubah pada bangunan Eropa juga tidak selalu berbentuk lonjong seperti telur namun ada yang memakai bentuk segi delapan, segi enam dan sebagainya.

persamaan desain arsitektur gaya islam dan eropaUntuk penggunaan menara, bangunan bergaya Eropa juga banyak yang mengaplikasikannya terutama untuk rumah ibadah umat Kristen dan Katholik yaitu gereja. Perbedaanya biasanya ada di bagian atas atau puncak. Jika menara masjid lebih sering tidak diberi perlengkapan yang lain, namun untuk menara gereja sering diberi perlengkapan berupa lonceng atau genta. Fungsi dari lonceng ini adalah sebagai tanda untuk melakukan kegiatan doa bersama di gereja tersebut. Dan selain bangunan gereja, menara juga sering dibuat di komplek istana tapi dibuat menyatu dengan bangunan utama. Sedangkan menara masjid ada yang dibuat secara terpisah meski letaknya tidak berjauhan.

Meski punya beberapa persamaan seperti yang telah disebutkan diatas, namun antara bangunan yang menggunakan gaya Islam dan Eropa juga punya perbedaan yang sangat kentara. Terutama sekali jika dihubungkan dengan ideologi dan kepercayaan.

Misalnya saja, bangunan yang menggunakan gaya Islam pada bagian yang dianggap tidak suci selalu diusahakan agar bagian mukanya tidak menghadap langsung kearah kiblat. Contohnya adalah kamar mandi dan toilet atau MCK. Bagian ini sedapat mungkin dihadapkan pada arah yang berlawanan. Sedangkan untuk ruang tidur, justru dipan yang digunakan posisinya diatur sedemikian rupa sehingga pengguna yang sedang tidur mukanya selalu menghadap kearah kiblat.

Hal yang demikian tidak pernah diperhitungan pada bangunan yang menggunakan corak Eropa. Apalagi setelah Islam mengalami masa surut dan makin banyak penduduk yang memeluk agama Nasrani. Konsep ini semakin jarang diaplikasikan karena mereka sudah punya kepercayaan lain yang menganggap jika arah hadap suatu ruang tidak punya pengaruh terhadap nilai-nilai religius.

Sumber gambar : http://www.molon.de,http://www.u86.net

 

Artikel Lainnya :