Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Perbedaan Aplikasi Warna Rumah Minimalis dan Mediterania

Perbedaan Aplikasi Warna Rumah Minimalis dan Mediterania
Gaya desain minimalis dan mediterania, keduanya pernah mengalami masa populer di Indonesia. Untuk desain mediterania, puncak kepopuleran tersebut terjadi antara tahun 1985 hingga tahun 1995. Sedangkan gaya minimalis mulai di kenal masyarakat sekitar tahun 1990 dan hingga saat ini masih banyak dipakai untuk model membuat bangunan baik rumah atau bangunan kantor, ruko dan lain-lain.

Meski punya rentang waktu perbedaan yang sangat dekat, tapi kedua gaya arsitektur bangunan ini punya perbedaan yang sangat banyak, bahkan bisa dikatakan sangat mencolok. Sesuai dengan namanya, mediterania adalah seni arsitektur yang berkembang di daerah laut Mediterania namun terpengaruh oleh gaya Islam yang berkembang di negara-negara Timur Tengah.

Ciri utama dari gaya ini adalah terlihat pada pintu atau jendela dan teras yang menggunakan model lengkung di bagian atasnya. Selain itu, bangunan rumah yang menggunakan gaya ini pada bagian dindingnya sering dibikin dengan tampilan tekstur yang kasar sehingga kesan yang muncul menjadi lebih alami.

Selain itu, tiang penyangga tidak dibuat polos namun diberi ornament di bagian atas dan bawah. Sedangkan bagian yang ada di tengah diberi ornament lain yang lebih sederhana berbentuk ceruk atau cekungan yang memanjang vertikal.

Sedangkan untuk gaya minimalis, pertama kali muncul sekitar tahun 1920 dan menjadi trend lagi pada tahun 1990 lalu berkembang di Indonesia sekitar tahun 1995. Kemunculan gaya ini karena dipengaruhi oleh suatu gerakan yang bertujuan untuk meminimalkan penggunaan bahan-bahan yang diambil secara langsung dari alam.

Karena itulah ciri utama dari desain ini adalah selalu menerapkan konsep yang lebih sederhana namun tetap modern. Penggunaan komponen yang bersifat hanya untuk mempercantik tampilan saja dihilangkan, diganti dengan komponen lain yang punya sifat lebih fungsional. Hal inilah yang membuat pemakain bahan menjadi makin irit dan minimal. Konsep seperti ini merupakan tujuan utama dari penggunaan gaya minimalis.

Selain punya konsep yang sangat berbeda, antara gaya mediterania dan minimalis juga masih ada perbedaan lain yang cukup jauh yaitu penggunaan warna. Perbedaan aplikasi warna rumah minimalis dan mediterania tersebut antara lain adalah, rumah yang memakai gaya minimalis lebih sering menggunakan warna-warna yang cerah dan berani, dipadu dengan warna lain yang bersifat lebih netral. Sehingga kesan yang muncul adalah kombinasi warna-warna yang kontras dan mencolok.

Tujuan dari penggunaan kombinasi warna-warna ini adalah untuk memunculkan kesan yang lebih besar dan luas pada ruang maupun bangunan itu sendiri. Namun pada sisi yang lain, paduan warna ini juga harus mampu menghasilkan kesan yang lebih selaras. Selain itu warna tersebut juga bisa memunculkan suasana yang bersih, rapi dan tetap teratur.

Contohnya warna merah penggunaan warna abu-abu yang diaplikasikan pada bagian atap atau genteng dan beberapa bagian dinding. Sedangkan bagian dinding yang lain diberi warna netral yaitu putih terang. Kemudian untuk element pintu dan jendela, bisa diberi warna coklat pada bagian kusen dan daun pintu

Sedangkan untuk yang menggunakan gaya desain mediterania, jenis warna yang paling sering digunakan adalah warna-warna yang punya sifat lebih hangat dan segar serta cerah misalnya warna merah bata atau terakota, krem dan oranye. Adapun tujuan dari penggunaan warna ini adalah untuk memunculkan kesan yang klasik namun tetap mewah dan elegan.

Misalnya saja, warna krem dijadikan menjadi warna utama atau dasar lalu dipadu dengan warna oranye yang dijadikan sebagai warna akses. Selanjutnya dua warna ini dipadu dengan warna lain lagi misalnya putih untuk memberi lapisan pada kolom atau tiang penyangga sehingga hiasan profil yang ada di tempat ini bisa terlihat lebih indah dan seimbang.

Sumber gambar : http://www.edupaint.com

 

Artikel Lainnya :