Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Arsitektur Perpustakaan Unik di Riau

Arsitektur Perpustakaan Unik di Riau
Buku adalah sumber ilmu. Karena dari bukul kita bisa belajar tentang aneka macam pengetahuan untuk menambah wawasan. Karena itulah selain menjadi sumber ilmu, banyak pula orang yang mengatakan jika buku merupakan jendela dunia, dimana dari kegiatan membaca buku kita bisa tahu segala hal yang sebelumnya tidak kita ketahui sama sekali.

Namun sayangnya, bagi sementara orang buku-buku yang di jual di toko terlalu mahal harganya, terutama bagi mereka yang punya penghasilan terbatas saja. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu cara yang paling umum dan mudah ditempuh adalah dengan mendirikan perpustakaan.

Di Provinsi Riau, pemerintah daerah telah membangun sebuah perpustakaan dengan ukuran yang cukup besar dan dijadikan sebagai salah satu land mark atau icon bagi daerah ini. Selain punya koleksi buku yang sangat lengkap terutama buku-buku tentang budaya Melayu, perpusatakaan ini juga dijadikan sebagai obyek wisata pendidikan dan penelitian.

Yang paling menarik adalah, gedung perpustakaan yang diberi nama Perpustakaan Soeman HS ini dibangun dengan konsep desain yang sangat indah. Arsitektur perpustakaan unik di Riau yang namanya diambil dari nama seorang tokoh penulis dan sastrawan tingkat nasional tersebut punya bentuk seperti buku raksasa ketika sedang dibuka halaman atau isinya serta memadukan arsitektur tradisional gaya Melayu dan arsitektur modern.

Tampilan buku raksasa yang sedang dalam kondisi terbuka ini bisa dilihat secara nyata, terutama pada bagian atap yang terdiri dari dua bagian besar, dengan bentuk yang melengkung dan saling menyambung, antara satu lengkungan dengan lengkungan yang lain. Di Bagian tengah dari dua lengkungan ini terdapat atap lain yang bentuknya tidak melengkung lagi namun datar biasa.

Selain atapnya yang indah, element lain yang juga menjadi daya tarik utama yaitu penggunaan kolom atau tiang penyangga maupun konstruksi bangunan yang jumlahnya sangat banyak dan ditampilkan secara utuh, tidak menggunakan element dinding.

Untuk pembuatan ruangnya, ditempatkan pada bagian tengah susunan kolom atau konstruksi dan terbagi menjadi enam lantai. Masing-masing dari lantai ini punya fungsi yang berbeda-beda. Ada ruang atau lantai yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan koleksi buku, ruang metting atau pertemuan, ruang untuk audisi, ruang internet, auditorium dan sebagainya.

Dan yang lebih istimewa lagi, masing-masing lantai dan ruang perputakaan yang peresmiannya di lakukan oleh Wakil President Jusuf Kalla bersama dengan Gubenur Riau H Wan Abu Bakar di tahun 2008 lalu ini juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti musholla, kantin, toilet dengan desain yang sangat mewah, seperti fasilitas yang ada di hotel-hotel berbintang.

Semua element utama pada banguan ini menggunakan bahan dari baja yang ringan namun tetap kuat dan tahan panas. Sehingga ruang yang ada di dalam tetap terasa sejuk, apalagi ruang ini juga diberi fasilitas AC atau pendingin ruang.

Agar bisa terlihat lebih gagah dan megah sekaligus kokoh, semua kolom atau tiang penyangga dan konstruksi diberi paduan warna jingga dan metal. Jingga dipakai untuk memberi warna pada konstruksi bagian bawah, kemudian untuk metak dipakai untuk memberi warna pada konstruksi atas dan atap lengkung serta atap datar.

Dinding-dinding yang ada pada bangunan juga diberi warna yang selaras. Element ini juga tidak dibuat dari batu bata, namun juga menggunakan logam baja yang berbentuk lembaran. Meskipun semua element menggunakan baja, namun kesan yang timbul pada bangunan ini tidak menjadi panas. Justru nuansa tropislah yang muncul. Jadi kesan yang hadir adalah hangat dan akrab.

Karena punya bentuk arsitektur yang sangat spektakuler serta punya ukuran yang sangat besar, gedung perpustakaan ini bahkan bisa dikatakan lebih megah dari bangunan perpustakaan lain yang ada di Indonesia.

Sumber gambar : http://simpanstelan.blogspot.com

 

 

Artikel Lainnya :