Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang

Ruang Makan Bernuansa Hutan di Malang
Membuat desain ruang makan tidak harus menggunakan konsep yang terlalu teoritis. Misalnya ruang tersebut harus menggunakan warna yang bisa mengundang selera makan, harus mampu menghadirkan kesan yang akrab, dan sebagainya. Meski itu semua merupakan konsep yang bisa dikatakan bagus, bukan berarti kita harus mengaplikasikan sistem ini.

Masih ada cara lain untuk menciptakan konsep desain ruang makan dengan tampilan yang tidak kalah menarik, bahkan mampu mengundang lebih banyak orang lain untuk datang ke tempat ini. Apalagi jika ruang tersebut merupakan rumah makan atau restaurant, justru kita bisa lebih bebas untuk menciptakan kreasi yang lebih unik.

Sering kita saksikan, restaurant atau rumah makan terlebih yang berada di suatu daerah tempat wisata tidak selalu menggunakan desain interior seperti yang telah disebut di atas. Yang paling bagus jutru tema yang ditampilkan punya konsep yang selaras dengan atmosfer atau kondisi di tempat tersebut.

Contoh yang paling nyata yaitu konsep desain ruang makan bernuansa hutan di Malang Jawa Timur. Konsep desain yang bernuansa hutan ini juga disesuaikan dengan lokasi yang berada di tempat wisata kebun binatang yaitu Batu Screet Zoo dan Jawa Timur Park II. Selain itu ruang makan ini juga ada di dalam bangunan hotel yang diberi nama Hotel Pohon Inn, yang tampilan bangunannya juga seperti pohon besar yang tumbuh di hutan-hutan.

Bisa disaksikan dalam gambar, ruang makan ini mampu memunculkan nuansa atau atmosfeer hutan yang sangat kental. Terutama sekali pada plafon yang merupakan element penutup atap. Semua bagian yang ada, tertutup dengan dedaunan hijau yang sangat lebat dan rimbun.

Daun-daun ini tidak ditempelkan pada plafon begitu saja, namun dibuat seperti daun yang masih tumbuh dan menempel pada cabang atau ranting pohon. Cabang dan ranting itu juga ditampilkan secara jelas dan detail, sehingga menghasilkan nuansa hutan yang masih sangat alami.

Agar nuansa hutan yang dimunculkan dalam ruang ini makin punya karakter yang kuat, kerangka atau konstruksi dan tiang bangunan juga dibuat dengan tampilan seperti batang pohon. Tampilan tiang penyangga yang seperti batang pohon ini juga tampil secara alami, dimana pada bagian tertentu dari batang ini terlihat seperti ada bekas cabang yang terpotong.

Seperti ruang atau bangunan yang lain, element ini lebih banyak diletakan pada bagian pinggir atau tepi. Di sebelah samping kiri dan kanan tiang atau konstruksi ini ada dinding dari kaca yang bening dan transaparan.

Penggunaan dinding dari kaca bening ini punya dua tujuan sekaligus. Yang pertama ada untuk menciptakan teknik pencahayaan secara alami dari sinar matahari. Lalu yang kedua, karena punya sifat yang tranparan, menjadikan ruang makan ini bisa terlihat dari luar dengan jelas. Sehingga orang bisa tahu kondisi yang ada di dalamnya. Hal ini bisa membuat mereka menjadi penasaran, lalu tertarik dan mau datang ke tempat ini.

Dinding yang ada di samping ruang juga ditata untuk menciptakan nuansa rimba raya, namun lebih menonjolkan sisi art atau seninya. Dinding ini ditutup memakai susunan batu alam yang bentuknya masih utuh dan bundar. Hiasan yang digunakan untuk menciptakan kesan yang tidak kosong adalah kepala binatang yang sudah diawetkan dan ditempelkan di tempat ini.

Kursi yang digunakan untuk tempat duduk dan makan, juga punya aroma kehidupan hutan yang liar, terutama pada bagian sandaran punggung. Element ini berupa busa yang ditutup dari bahan semacam imitasi dengan motif kulit binatang.

Lalu untuk lantainya, meski tidak memunculkan kesan yang bernuansakan hutan, namun warna yang ditampilkan cenderung gelap. Hal ini menimbulkan karakter hutan yang diciptakan bisa muncul secara maksimal.

Sumber gambar : http://laurentiadewi.com

 

Artikel Lainnya :