Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Paduan Modern dan Etnik Pada Gapura Kebun Binatang

Paduan Modern dan Etnik Pada Gapura Kebun Binatang
Salah satu obyek wisata yang paling cocok untuk anak-anak atau wisata keluarga adalah kebun binatang. Karena di tempat inilah anak-anak juga bisa belajar tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia satwa dan kehidupan alam sekitar.

Di Provinsi Jawa Timur, juga ada obyek wisata kebun binatang yang dipadu dengan goa-goa buatan dengan tampilan yang sangat indah dan alami. Kebun binatang ini ada di kota Lamongan. Namanya adalah Maharani Zoo & Goa. Lokasinya sangat mudah dijangkau, baik bagi yang menggunakan kendaraan pribadi maupun alat transportasi umum.

Sebelum masuk ke dalam komplek kebun binatang, pengunjung yang datang harus melewati pintu gapura yang ada di bagian depan. Pintu gapura ini punya dibuat dengan desain arsitektur yang sangat menarik, karena mampu memadukan nuansa tradisional atau etnik dan modern dengan sempurna.

Keindahan konsep paduan modern dan etnik pada gapura kebun binatang ini bisa dilihat dalam gambar. Nuansa yang lebih bersifat kedaerahan atau etnik diaplikasikan pada element utama, yaitu atap gapura. Element ini dibuat dengan ukuran yang besar, sesuai dengan luas ruang gapura yang ada di bawah.

Bentuknya menggunakan gaya limas yang sering diaplikasikan pada bangunan rumah tradisional atau joglo. Tapi bahan yang dipakai untuk membuat tidak berupa genteng tanah liat, melainkan rumput jerami atau alang-alang yang telah dikeringkan. Meski menggunakan konsep atap limas pada rumah joglo, namun tampilan atap jerami ini punya bentuk yang agak berbeda. Bagian tepi dari atap ini dibuat agak melengkung keluar. Hal ini menjadikan atap tersebut tampak lebih gemuk dan besar.

Kesan etnik yang lain dimunculkan pada konstruksi dan tiang penyangga atap. Elemen ini dibuat dari bahan kayu batang pohon yang masih untuh dan berbentuk bundar. Namun bagian kulitnya dibuang, dengan tujuan untuk memudahkan pemeliharaan sekaligus menampilkan kesan yang lebih bersih.

Seperti bangunan tradisonal yang lain, proses pembuatan konstruksi dan tiang penyangga ini tidak menggunakan paku sama sekali. Batang kayu yang disusun secara melintang dan punya ukuran yang lebih kecil, dimasukan ke dalam lubang pada batang kayu yang lebih besar. Cara seperti ini justru menjadikan tiang menjadi lebih kuat menahan beban serta tidak mudah terjadi kasus kayu yang retak atau pecah.

Di antara atap dan susunan kayu konstruksi inilah dibuat tulisan atau papan nama yang diberi warna dominan biru dan putih. Dari element ini nuansa yang lebih modern dimunculkan.

Sementara itu, aroma yang juga modern ditampilkan pada dinding yang ada di sebelah samping kiri dan kanan gapura. Kesan modern tersebut terutama muncul dari penggunaan warna merah muda atau pink pada dinding tersebut. Agar tampak tidak begitu kosong atau polos, dinding ini diberi ornament berupa lubang segitiga ukuran kecil dengan jumlah yang cukup banyak dan dibuat secara acak.

Agar pengunjung bisa mendapatkan kenyamanan yang lebih maksimal, permukaan tanah yang ada di sekitar lokasi ini ditutup dengan ubin paving blok. Warna yang dipakai pada bagian lantai ini selaras dengan warna pada dinding, yaitu merah namun lebih gelap atau tua.

Pintu gapura ini juga dilengkapi dengan taman. Meski menggunakan konsep desain yang lebih sederhana, namun keberadaannya mampu membuat pengunjung tidak merasa kepanasan. Taman ini dibuat pada bagian pinggir dinding serta tengah halaman yang ada di depan pintu gapura.

Di tempat ini terdapat beberapa jenis tanaman hias yang punya ukuran tidak begitu tinggi namun tetap mampu menyegarkan mata dan membuat suasana di tempat ini terasa lebih sejuk dan segar.

Sumber gambar : http://www.maharanizoo.com

 

 

 

Artikel Lainnya :