Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Konsep Arsitektur Masjid Raya Batam

Konsep Arsitektur Masjid Raya Batam
Maka tidak mengherankan jika di beberapa tempat atau daerah dimana terdapat bangunan masjid yang mampu memunculkan suatu rasa keindahan, yang menyebabkan makin banyak orang yang tertarik datang ke tempat itu baik untuk melakukan shalat atau sekedar menikmatik keindahan bangunan dan interiornya saja.

Konsep arsitektur Masjid Raya Batam yang berada di kepulauan Riau juga bisa menyajikan kedua fungsi bangunan yang telah di sebutkan di atas. Bahkan karena dibuat dengan gaya desain yang lebih istimewa, keberadaan masjid yang total luas seluruhnya ada 75 ribu meter persegi ini diharapkan mampu menjadi salah satu obyek wisata religi yang terkenal.

Bentuk bangunannya terdiri dari dua gabungan yaitu balok yang berbentuk bujur sangkar yang diaplikasikan pada tubuh bangunan serta limas yang sama sisi yang diaplikasikan pada bagian atas atau atap. Alasan penggabungan dua unsur ini karena mampu memunculkan bangunan yang lebih kokoh. Apalagi bangunan masjid harus bisa menyediakan ruang yang besar namun dengan jumlah tiang yang sedikit saja. Karena tiang ini bisa menghalangi arah pandang orang yang mau melakukan shalat.

Selain itu, atap yang berbentuk limas dengan ukuran sisi yang sama juga sangat sesuai dengan bentuk bujur sangkar pada bangunan. Dan yang tidak kalah penting, penggabungan dua konsep ini juga punya tujuan makna religi yang bagus yaitu menjadi simbol hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta. Sedangkan bentuk atap yang terdiri dari tiga bagian bisa tampil sebagai penggambaran manusia yang menjalani tiga fase kehidupan yaitu di alam kandungan, alam dunia dan alam akhirat.

Setiap hari bangunan masjid selalu dipakai untuk menjalankan ibadah shalat minimal sebanyak lima kali. Dan pada saat hari besar misalnya Idul Fitri atau Idul Adha, pengunjung yang datang ke masjid ini biasanya lebih banyak dari hari-hari biasa, bahkan dalam bisa dalam jumlah yang berkali-kali lipat.

Untuk menghindari terjadinya kekurangan tempat, Masjid Raya Batam juga dilengkapi dengan fasilitas yang dinamakan Plaza Shalat. Yaitu halaman yang dibuat dengan posisi lebih tinggi dibanding dengan jalan untuk masuk ke dalam bangunan. Halaman ini dapat digunakan untuk memperluas ruang yang ada di dalam masjid jika orang yang datang untuk melakukan ibadah melebihi kapasitas yang ada.

Yang lebih istimewa lagi, Plaza Shalat ini dibuat dalam dua bagian yaitu plaza atas dan plasa bawah. Untuk plaza yang ada di bawah, di tempat ini diberi hiasan untuk memperindah tampilan halaman, berupa air mancur yang juga bisa berfungsi sebagai tempat untuk berwudhu. Dan tidak cukup sampai di sini saja, selain air mancur di halaman ini masih terdapat pohon hias palem raja yang di tata secara berderet.

Tidak berbeda dengan tempat ibadah umat Islam yang lain, Masjid Raya Batam juga dilengkapi dengan element utama yang lain yaitu menara yang dibuat secara terpisah dan berada disebelah kanan bangunan utama. Fungsinya adalah untuk memperdengarkan suara adzan atau iqomat agar bisa terdengar lebih jelas dan dalam radius yang lebih jauh.

Dilihat dari sisi arsitektural, keberadaan menara yang sangat khas ini juga bisa menjadi penanda suatu fungsi bangunan. Terlebih menara ini selalu punya ukuran yang cukup tinggi dan mampu menjadi elemeng yang penting meski hanya punya ukuran yang kecil saja.

Untuk menara yang ada di Masjid Raya Batam ini, punya ukuran ketinggian enam puluh enam meter. Penggunaan ukuran ini merupakan penggambaran dari jumlah ayat yang ada di dalam Kitab Suci Al-Qur'an yang semuanya ada 6.666 ayat.

Sumber gambar : http://bujangmasjid.blogspot.com
Artikel Lainnya :