Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Interior Ruang Upacara di Istana Merdeka

Interior Ruang Upacara di Istana Merdeka
Pusat pemerintahan Negara Indonesia berada di ibukota Jakarta, tepatnya di Istana Merdeka. Di komplek bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda ini sering diadakan upacara atau kegiatan lain yang bersifat resmi kenegaraan. Salah satu jenis kegiatan tersebut adalah pelantikan menteri atau pejabat tinggi lain yang dilakukan di salah satu ruang yang terletak di bagian dalam bangunan utama yang dinamakan dengan ruang upacara.

Selain itu ruang ini juga sering digunakan untuk menyelenggarakan acara pemberian bintang penghargaan kepada individu atau organisasi yang dianggap punya jasa yang sangat besar pada bangsa dan negara. Pertunjukan kesenian daerah untuk menjamu tamu negara dari luar negeri yang datang berkunjung ke Indonesia juga sering diadakan di tempat ini. Dan menurut catatan sejarah yang ada, pada jaman dulu ruang ini juga dipakai untuk mengadakan pesta dansa bagi pejabat pemerintah Belanda yang bertugas di istana ini.

Dari dulu hingga saat ini, bentuk ruang ini tidak mengalami perubahan sama sekali, kecuali pada bagian penataan interiornya. Karena sudah berada di bawah pemerintahan Indonesia, interior ruang upacara di Istana Merdeka ini juga menggunakan konsep yang memunculkan kesan khas Indonesia.

Contoh yang paling nyata adalah, gambar yang ditempel pada dinding ruang. Pada jaman dulu gampar atau foto yang terpampang pada dinding tersebut adalah foto dari raja-raja Kerajaan Belanda yang sedang berkuasa atau Gubenur Jendral yang ditugaskan di Jakarta. Namun saat ini gambar tersebut sudah diganti dengan foto para tokoh yang pernah memegang jabatan menjadi presiden Republik Indonesia.

Kemudian untuk kain korden yang menutup pintu juga diganti menggunakan kain warna merah yang merupakan salah satu jenis warna bendera Indonesia yaitu merah putih. Untuk warna putih, diaplikasikan pada dinding. Sebagaimana kita ketahui dua warna tersebut mengandung makna filsafat yang cukup tinggi. Merah punya arti berani dan putih mengandung makna yang bersih atau suci.

Kursi yang dipakai untuk tempat duduk juga menggunakan desain gaya Indonesia lalu diberi warna dominan kuning emas. Sedangkan karpet untuk menutup permukaan lantai, diberi warna merah, namun di tengahnya ada ornament bunga yang menggunakan warna dominan kuning.

Hal yang tidak berubah dari tempat ini adalah bentuk desain ruangnya sendiri. Jika bisa terlihat secara penuh, akan nampak jika ruang upacara ini menggunakan gaya arsitektur Eropa yang selalu menonjolkan kemegahan.

Untuk penerangan sekaligus menambah kesan yang lebih anggun, bagian atas diberi lampu dari bahan kristal yang jumlah keseluruhannya ada delapan. Bagian pinggir atau samping dari ruang ini juga ada balkon yang bisa dipakai untuk melihat pertunjukan seni. Namun balkon ini sudah lama tidak difungsikan lagi dan ditutup degan dinding yang besar.

Karena punya ukuran yang cukup besar dan luas, ruang upacara ini bisa menampung tamu dalam jumlah yang banyak, yaitu sekitar seribu orang untuk tamu berdiri atau empat ratus orang untuk tamu yang duduk di kursi.

Jika ada upacara resmi yang mengharuskan adanya lagu kebangsaan yang harus dimainkan secara langsung, pemain musik yang berasal dari kelompok Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres menggunakan tempat yang hanya dipisah oleh dinding yang ada di belakang, namun pasukan tersebut tetap bisa terlihat dengan jelas.

Kemudian untuk menambah suasana Indonesia yang lebih kental, hiasan interior ruang ini juga dilengkapi dengan beberapa perangkat gamelan dari Jawa dan Bali yang dapat dimainkan setiap waktu ketika dibutuhkan. Selain itu masih terdapat hiasan patung tradisional yang diletakan di beberapa tempat strategis.

Sumber gambar : http://www.flickr.com

 

Artikel Lainnya :