Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Desain Interior Ruang Perjanjian Linggarjati

Desain Interior Ruang Perjanjian Linggarjati
Linggarjati adalah nama suatu desa yang terletak di daerah Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Meski berada di daerah yang terpencil, tapi keberadaan desa ini sangat terkenal terutama oleh masyarakat yang tertarik mengikuti perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Karena di tempat inilah pernah diselenggarakan suatu perjanjian yang diselenggarakan pada tahun 1946, antara pemerintah Indonesia yang ingin mempertahankan kemerdekaan dan pemerintah Belanda yang ingin melakukan penjajahan kembali.

Dan sesuai dengan nama lokasi yang dipakai, perjanjian ini juga dinamakan dengan Perjanjian Linggarjati. Gedung yang digunakan untuk mengadakan perjanjian tersebut hingga saat ini masih terpelihara dengan baik. Bahkan ruang-ruang yang ada di dalamnya juga masih dalam kondisi yang asli, sesuai dengan suasana ketika Perjanjian Linggarjati dilakukan pada tanggal sepuluh hingga tigabelas November.

Bahkan desain interior ruang Perjanjian Linggarjati
juga tidak mengalami perubahan sama sekali, termasuk konsep penataan perabot dan segala macam benda yang ada di dalamnya, semua juga masih asli seperti dulu. Seperti yang terlihat pada gambar, di ruang tersebut terdapat dua pasang susunan kursi dan meja yang diletakan secara berjajar dan saling berhadapan.

Kursi yang masing-masing jumlanya ada empat ini menggunakan bahan kerangka dan konstruksi dari kayu yang diberi pelitur warna hitam gelap namun mengkilap. Kayu ini dikombinasi dengan bahan lain yaitu anyaman dari kulit rotan. Khusus untuk sandaran punggung, anyaman rotan ini menggunakan bentuk yang tidak kotak persegi, tapi lonjong. Kerangka kayunya diberi ornament ukiran dan bubut.

Untuk mejanya punya tampilan desain yang sederhana dan memakai aplikasi warna yang sama. Meski hanya telihat secara tersamar saja, namun tampak jika konstruksi yang digunakan berupa bilah kayu yang dipasang secara menyilang di bagian kaki yang ada di bawah.

Di ujung depan dari susunan meja dan kursi ini terdapat meja lain yang bentuknya bundar serta punya ukuran yang cukup besar. Meja ini juga dilengkapi dengan kursi yang jumlahnya juga ada empat dan ditata secara melingkar. Meski punya ukuran dan warna yang sama dengan kursi yang letaknya saling berhadapan tadi, namun kursi pada meja bundar ini punya tampilan desain yang agak berbeda.

Perbedaan tersebut terletak pada anyaman rotan yang diaplikasikan pada sandaran punggung. Jika kursi yang satu menggunakan bentuk yang lonjong, namun kursi yang satu ini punya bentuk kotak persegi panjang yang ramping dan tidak menyatu dengan kayu kerangka atau konstruksi. Bagian atasnya ada bidang kayu yang diberi hiasan ukiran. Kerangka atas yang menyatu dengan kaki kursi juga diberi ornament lain, namun berbentuk ulir yang dibuat menggunakan konsep bubut. Pembuatan ornament bubut ini juga diaplikasikan pada kaki meja.

Untuk dindingnya, diberi warna kuning pucat. Bagian tengahnya terdapat garis ornament warna merah, lalu diberi gambar bintang kecil yang berjajar. Penggunaan ornament ini bisa menjadikan ruang yang punya ukuran sangat tinggi menjadi terlihat tidak terlalu jangkung. Apalagi di bawah garis ini masih terdapat lukisan dinding kecil yang juga diletakan secara berjajar.

Di bagian ujung dinding ada dinding kaca yang terbagi menjadi empat bagian dan punya ukuran yang cukup besar, menjadikan sinar matahari bisa masuk ke dalam ruang secara maksimal. Dan yang tidak kalah penting, di atas dinding kaca ini ada jendela kecil yang dibuat secara menyatu dan di atasnya lagi dibuat lubang kecil yang berfungsi sebagai media untuk menciptakan sistem sirkulasi udara yang baik.

Meski desainnya terlihat sangat sederhana, namun ruang ini punya konsep yang sangat jelas dan mampu memunculkan suasana yang nyaman dan terang tapi tidak terlalu silau serta tetap sejuk.

Sumber gambar : http://sobat-mitra.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :