Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Desain Gapura Unik Desa Kasongan

Desain Gapura Unik Desa Kasongan
Kasongan adalah sebuah nama desa yang ada di daerah Kabupaten Bantul provinsi DIY atau Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini terkenal sebagai obyek wisata yang punya produk utama berupa kerajinan gerabah yang dibuat dalam aneka bentuk untuk memperindah tampilan suatu bangunan baik secara interior maupun eksterior.

Sebagai penanda jika desa kasongan adalah sentra kerajinan gerabah, jalan utama yang menjadi akses untuk masuk ke dalam wilayah ini diberi tanda berupa gapura khusus dengan tampilan yang sangat indah dan cantik.

Desain gapura unik Desa Kasongan ini didominasi oleh warna coklat merah kecoklatan, sesuai dengan warna asli dari gerabah yang dibuat dari tanah liat lalu dibakar. Warna utama coklat agak kemerahan ini dipadu dengan warna lain yang lebih mencolok yaitu putih. Pemilihan warna ini menghasilkan kesan yang sangat kontras.

Apalagi warna ini diaplikasikan pada element-element yang terlihat dengan jelas karena berada di tempat yang strategis. Misalnya saja pada ornament atau hiasan berupa wajah dewa raksasa dan diletakan di bagian tengah pada dinding utama dengan posisi menyilang jalan.

Hiasan wajah raksasa ini dibuat dengan ukuran yang besar, sehingga detail motif dan ukirannya dapat terlihat dengan jelas. Di atas hiasan ini ada ornament lain berupa bola bintang yang ada pada dinding fasad. Hiasan ini juga diberi warna putih dan terlihat sangat cantik.

Meski hanya dibuat dalam ukuran yang kecil saja, namun dinding fasad ini juga punya tampilan yang lebih menarik. Bagian atasnya membentuk bidang yang melengkung setengah lingkaran. Bagian atas dari fasad lengkung ini kemudian diberi hiasan lain seperti mahkota raja tapi dalam ukuran yang kecil saja.

Bagian lain yang juga tidak kalah menarik adalah terdapatnya dua patung kuda yang diletakan di sebelah kiri dan kanan gapura. Ukurannya juga besar dan berada pada lantai yang dibuat khusus di samping dinding gapura. Arah hadap kuda ini juga menyamping dan saling membelakangi.

Keberadaan patung kuda ini punya kaitan sejarah dengan Desa Kasongan. Pada masa penjajahan dulu di desa ini ada orang Belanda yang punya kuda. Tanpa ada sebab yang jelas, tiba-tiba kuda itu mati dan membuat orang pribumi merasa ketakutan. Mereka lalu melepaskan hak atas tanah pertanian yang mereka miliki.

Karena tidak punya lahan garapan lagi, penduduk desa itu kemudian membuat perabot dapur dari gerabah. Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pendidikan tentang seni gerabah, pengrajin ini ternyata juga mampu membuat barang ain yang sangat indah dan terus berlangsung hingga saat ini.

Kembali pada tampilan gapura, bagian bawah dari patung kuda ini juga dilengkapi hiasan lain yaitu guci gerabah yang warnanya coklat terang. Hiasan guci gerabah ini merupakan pertanda tentang identitas dari Desa Kasongan. Jadi ornament ini selain memunculkan kesan yang indah, juga punya sifat yang sangat fungsional sekali.

Dengan alasan itulah pada dinding gapura juga diberi hiasan yang sama, namun dengan konsep yang berbeda. Jika guci yang ada di bawah patung kuda ditampilan secara utuh atau tiga dimensi, hiasan yang ada di dinding ini ditampilan menggunakan konsep dua dimensi. Jadi yang terlihat hanya separonya saja.

Kemudian bagian bawah dari ornament ini diberi hiasan lain yaitu wajah raksasa yang bentuknya hampir sama persis dengan hiasan wajah raksasa yang ada di dinding atas. Hanya saja ukurannya lebih kecil namun dilengkapi dengan ornament seperti sayap. Selain di depan, hiasan ini juga ada di dinding dalam, menjadikan keindahan desain gapura ini bisa tampil lebih sempuna.

Sumber gambar : http://cristablogbaru.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :