Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Arsitektur Museum Karst yang Indah di Jawa Tengah

Arsitektur Museum Karst yang Indah di Jawa Tengah
Yang dimaksud dengan karst adalah suatu istilah yang berasal dari Bahasa Slovenia yaitu kras. Kata ini mengandung arti suatu lahan yang hanya terdiri dari batu-batuan yang sangat gersang. Di Indonesia, salah satu daerah karst yang cukup terkenal adalah pegugunan Sewu yang berada di kota Wonogiri provinsi Jawa Tengah.

Bahkan menurut penelitian, daerah karst di wilayah ini punya karakter yang lebih spesifik lagi. Yaitu kartsnya ada yang di atas permukaan tanah, tapi ada pula yang bertempat di bagian dalam. Karena itulah beberapa tahun yang lalu, pemerintah daerah kota ini memutuskan untuk membuat musem yang di dalamnya bersia aneka informasi serta benda-benda koleksi yang kesemuanya punya hubungan dengan dunia karst. Lokasinya sendiri juga berada di daerah pegunungan Sewu tersebut.

Museum karst tersebut dibuat dengan konsep gaya dan desain yang sangat menarik. Bentuk bangunannya tidak seperti bangunan museum yang lain, tapi punya karakter yang lebih kuat. Apalagi lahan yang digunakan berada di atas perbukitan, dimana tidak ada bangunan lain yang ada di tempat ini. Sehingga tampilan yang ada makin dominan pada landscape di sekitar tempat ini.

Salah satu bagian yang menarik dari arsitekur Museum Karst yang indah di Jawa Tengah ini yaitu bentuk atap bangunan yang ada di belakang punya bentuk seperti bangunan piramida yang ada di Mesir. Namun atap yang juga berfungsi sekaligus sebagai dinding ini tidak lancip pada bagian atasnya, melainkan tetap membentuk limas. Sehingga sisi atap yang berada di samping menghasilkan bidang segitiga, sedangkan sisi yang lain memunculkan bidang yang berbentuk trapezium.

Warna yang digunakan adalah merah tua, kontras dengan warna dinding yang ada di bawah yaitu putih dan abu-abu pada semua element yang ada di bagian depan. Paduan tiga warna ini mampu menjadikan bangunan terlihat lebih gagah dan anggun serta memunculkan kesan yang kokoh.

Untuk naik atau masuk ke dalam bangunan, pengunjung harus melewati tangga berundak yang ada di depan dengan ukuran yang cukup tinggi dan terdiri dari banyak trap. Di atas tangga ini terdapat ruang terbuka yang tidak menggunakan atap sama sekali. Di bagian tengah, ada tangga lain yang hanya terdiri dari dua trap.

Berbeda dengan yang ada di bawah yang bentuknya lurus, tangga yang berada di lantai atas ini punya bentuk setengah lingkaran. Selain tangga ini tidak menggunakan warna abu-abu, namun dipoles dengan warna yang lebih gelap yaitu hitam.

Agar lantai yang ada di depan tangga tidak terlihat kosong, di tempat ini diberi hiasan sederhana namun membuat lantai tampak terisi. Hiasan tersebut berupa ornament garis atau kurva yang menyerupai konsep desain tangga setengah lingkaran namun tidak menggunakan garis lengkung.

Dari tangga ini kemudian terdapat semacam lantai atau dinding yang miring dan terletak di sisi kiri dan kanan depan serambi. Di tengahnya ada tangga lagi yang juga diberi warna hitam. Dari tangga inilah kemudian pengunjung bisa masuk ke dalam ruang museum yang ada di lantai atas.

Sementara itu semua dinding bangunan menggunakan bentuk yang miring ke tengah sehingga ukuran ruang yang ada di dalam menjadi lebih kecil. Namun justru di sinilah letak keunikan dan keindahan arsitektur bangunan bisa muncul.

Terlebih lagi derajat kemiringan dinding ini juga punya ukuran yang sama persis dengan ukuran kemiringan pada element atap. Bahkan tangga yang ada di depan, juga menggunakan ukuran sudut yang sama. Demikian pula dengan dinding yang ada di belakang. Jadi jika dilihat secara keseluruhan, bangunan ini menggunakan konsep desain yang menghasilkan bentuk atau tampilan bidang segitiga.

Sumber gambar : http://wido.purworejo.asia

 

Artikel Lainnya :