Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Pesona Gereja Blenduk di Semarang

Pesona Gereja Blenduk di Semarang
Semarang yang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa Tengah punya suatu lokasi yang diberi nama kota lama. Di tempat ini terdapat berbagai bangunan kuno penginggalan masa lalu dengan gaya arsitektur yang sangat antik dan menarik. Salah satunya adalah bangunan gerja kuno yang oleh masyarakat setempat sering dinamakan dengan Gereja Blenduk atau Mblenduk. Namun sebenarnya nama asli dari gereja ini adalah GPIB Immanuel.

Blenduk sendiri merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya kubah. Pesona Gereja Blendug di Semarang ini ini memang terletak pada kubah yang ukurannya sangat besar dan punya tampilan warna yang sangat mencolok yaitu merah kecoklatan. Kontras dengan warna dinding bangunan yang putih bersih. Kubah ini diberi lapisan dari tembaga. Meski sering terjadi perubahan cuaca dan selalu terkena sinar matahari yang panas dan curah hujan yang deras, bahan ini tetap punya daya tahan yang kuat.

Bagian atas dari kubah besar yang bentuknya seperti setengah telur ini terdapat semacam anak menara yang ukurannya jauh lebih kecil. Menara ini dilengkapi dengan jendela yang memenuhi hampir semua dinding yang ada. Jendela tersebut menggunakan bahan dari kayu dan dipoles dengan warna yang sangat alami, yaitu coklat tua.

Gereja ini terbilang bangunan kuno karena punya usia lebih dari dua setengah abad. Proses pembangunannya dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1753 dan direnovasi lagi pada tahun 1894 oleh dua orang arsitektur warga Belanda yang bernama W. Westmaas dan H.P.A. De Wilde.

Dua orang ini memberi tambahan berupa dua menara yang diletakan pada bagian depan bangunan utama, di sebelah samping kiri dan kanan. Menara ini juga dilengkapi dengan atap yang bentuknya juga seperti kubah namun dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Warna yang digunakan juga tetap sama. Demikian pula dengan penggunaan bahan untuk membuat lapisan.

Bangunan utama yang berada di belakang menara memakai bentuk persegi delapan atau sering disebut dengan heksagonal. Jendela dan pintu yang dipasang pada dinding menggunakan gaya klasik yang sangat indah dan anggun. Hal ini terlihat sangat jelas terutama pada jendela yang ada di bagian bawah.

Jendela ini punya bentuk yang melengkung pada bagian atasnya. Bidang yang berada di tengah diberi hiasan atau ornament teralis dari logam besi yang dibuat dengan sistem cor. Desain yang ditampilkan pada teralis jendela ini sangat indah dan unik, sehingga memunculkan kesan yang lebih mewah dan istimewa.

Bagian depan yang ada menaranya, juga dilengkapi dengan kanopi dengan atap yang berbentuk segitiga atau pelana kuda. Di belakang kanopi ini terdapat pintu masuk dengan desain yang tidak terlalu jauh berbeda dengan tampilan jendela yang ada pada bangunan utama, yaitu memakai bentuk bundar pada bagian atas. Selain itu pintu ini juga diberi hiasan profil namun diaplikasikan pada dinding yang ada di sekelilingnya.

Element yang membuat bangunan gereja terlihat makin gagah dan megah adalah tiang pilar yang ada di depan kanopi. Tiang ini jumlahnya ada empat dan punya bentuk yang besar dan bundar. Di atas susunan tiang pilar ini terdapat fasad segitiga, kemudian diatasnya diberi salib yang menjadi tanda utama jika bangunan ini adalah gereja.

Desain bangunan yang berada di sebelah samping kanopi yang dipakai untuk menempatkan dua menara juga punya gaya aristekur yang indah. Bentuknya persegi empat dan pada setiap sisinya diberi jendela kecil warna coklat. Di atas jendela ini ada ornament berupa profil yang bentuknya seperti atap bangunan.

Di atasnya lagi, dinding yang ada punya ukuran lebih kecil dan pada bagian depannya dipakai untuk menempatkan jam dinding yang bundar. Barulah pada bagian paling atas diberi menara kembar yang menjadikan bangunan terlihat makin tinggi menjulang.

Sumber gambar : http://kabaresemarang.com

 

Artikel Lainnya :