Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Gedung Piramida Museum Sepuluh November

Gedung Piramida Museum Sepuluh November
Ibukota Provinsi Jawa Timur adalah Surabaya. Kota ini punya kisah perjalanan sejarah yang cukup panjang. Pada jaman kerajaan Majapahit kota ini sudah ada dan mendapat sebutan kota Ujung Galuh. Pada jaman perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Surabaya juga punya peran yang cukup besar.

Bahkan di kota ini pernah terjadi pertempuran yang sangat sengit antara pejuang Indonesia yang bertempur melawan tentara Belanda dan Inggris hingga menewaskan seorang jendral dari pihak musuh. Hal inilah yang menjadikan Surabaya mendapat julukan sebagai kota pahlawan.

Untuk mengenang peristiwa yang sangat heroik ini kemudian dibangun sebuah monumen atau Tugu Pahlawan yang terletak di tengah kota, tepatnya di Jalan Pahlawan, tidak jauh dari Kantor Gubenur Jawa Timur. Pada tahun 2000 yang lalu, dalam komplek Tugu Pahlawan ini dibangun sebuah museum dengan nama Museum Sepuluh November dan diresmikan oleh Presiden K.H Abdurrahaman Wahid pada tanggal Sembilan Februari.

Gedung ini dibuat menjadi dua bangunan, dengan konsep desain dan gaya arsitektur yang sama, namun punya ukuran yang berbeda, besar dan kecil. Bangunan yang lebih kecil ada di depan, sedang bangunan besar diletakan di bagian belakang. Selain itu dua bangunan ini punya posisi yang berdekatan dan disatukan oleh suatu dinding yang bentuknya lurus saja dan punya ukuran yang lebih rendah dari dinding bangunan.

Meski punya ukuran yang tidak begitu tinggi serta luas yang besar, namun bangunan museum ini punya konsep desain yang sangat menarik. Bagian yang ada di atas membentuk suatu bangunan seperti piramida yang sering kita jumpai di negara Mesir. Hanya saja piramida ini punya bentuk yang agak berbeda.

Perbedaan yang palinng utama terletak pada bagian yang ada di bawah. Dinding yang ada di sini dibuat miring kearah dalam dan menjadikan tampilan bangunan ini seakan-akan tidak menyentuh bidang lantai secara langsung tapi seperti melayang. Dari dinding yang miring ini lalu dibuat banguanan piramida yang masing-masing sisinya membentuk bidang segitiga.

Kerangka dan konstruksi yang digunakan untuk membuat gedung piramida Museum Sepuluh November tersebut adalah tulang besi dengan ukuran yang cukup besar dan disambung memakai sistem las. Susunan kerangka ini lalu membentuk bidang segitiga berukuran kecil dan memenuhi semua bagian dinding.

Selanjutnya kerangka besi ini ditutup dengan dinding kaca tebal yang bening. Penggunaan kaca bening ini menjadikan kerangka besi yang diberi warna hitam legam bisa terlihat dari arah luar dengan jelas dan transparan.
Perbedaan lain antara gedung museum ini dengan piramida yang ada di Mesir yaitu bagian atas atau puncak. Di tempat ini terdapat semacam piramida lain dengan ukuran yang sangat kecil. Hal ini menjadikan bangunan terlihat lebih unik dan seperti punya tudung atau payung yang mungil. Bahan yang dipakai untuk membuatnya juga sama, yaitu kerangka besi dan kaca.

Sementara itu, bagian yang berada di lantai bawah juga menggunakan gaya arsitektur yang tidak kalah menariknya. Bentuknya juga seperti piramida, namun terpotong pada bagian tengahnya. Jadi dinding yang ada di setiap sisi membentuk bidang trapesium yang terbalik.

Jenis warna yang digunakan pada dinding ini adalah hitam legam. Namun pada bagian yang ada dipojok, diberi warna yang sangat kontras yaitu putih kekuningan. Warna tersebut tidak poleskan secara lurus begitu saja, namun dibuat seperti susunan gerigi lancip dan mengarah ke bawah.

Sedangkan dinding yang berada di atas, dibuat garis yang lurus saja memakai warna yang sama. Hal ini menjadikan bentuk bidang trapesium terbalik itu terlihat makin jelas dan tegas.

Sumber gambar : http://mencoba-sukes.blogspot.com

 

 

Artikel Lainnya :