Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Benteng Unik di Keraton Buton

Benteng Unik di Keraton Buton
Di daerah Bau-bau, Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat peninggalan dari jaman kerajaan Buton yaitu bangunan benteng. Raja yang membuatnya asalah Sultan Buton yang ketiga yang punya gelar Sultan Kaimuddin dan memegang tampuk kekuasaan dari tahun 1591 hingga 1596.

Benteng unik di Keraton Buton
ini pada awalnya hanya merupakan batu yang ditumpuk dan disusun untuk memberi perlindungan pada komplek bangunan istana sekaligus sebagai pembatas dengan pemukiman penduduk yang lain. Pada era pemerintahan Raja Buton yang keempat yaitu Sultan Dayanu Ikhanuddin, benteng ini kemudian dirubah menjadi bangunan yang bersifat lebih permanen dan bisa kita saksikan hingga saat ini.

Karena punya ukuran yang sangat besar, pihak Guiness Book Record pada tahun 2006 lalu mengeluarkan sertifikat yang menyatakan jika benteng ini adalah benteng yang punya ukuran paling besar dan luas di dunia, yaitu lebih dari duapuluh tiga hektar persegi. Bentuknya sendiri berupa lingkaran yang panjang kelilingnya mencapai ukuran lebih dari dua setengah kilometer.

Meski hanya terbuat dari bahan utama batu kapur dan batu gunung, namun gaya arsitektur yang dimiliki benteng ini terbilang sangat unik. Apalagi letaknya berada di puncak sebuah bukit yang sangat tinggi dan dikelilingi oleh lerang dan jurang yang terjal. Tentu ini bisa menjadi daya tarik tersendiri ketika kita memikirkan bagaimana cara mengangkut bahan-bahan material pada jaman ketika alat modern belum ditemukan.

Konstruksi utamanya punya ukuran tinggi sekitar satu setengah hingga dua meter. Jika bangunan benteng yang lain ketika menyusun material menggunakan perekat dari adonan pasir dan semen, untuk Benteng Buton, punya adonan lain yang sangat istimewa yaitu batu kapur yang dihaluskan lalu dicampur dengan caira putih telur. Meski penggunaan bahan ini masih menjadi perdebatan di antara para ahli bangunan, namun jika hal ini terbukti tentu akan membuat benteng ini semakin punya daya tarik yang lebih tinggi.

Hal lain yang juga membuat arsitektur benteng ini makin unik adalah jumlah pintu yang dipakai sebagai akses keluar masuk ada duabelas buah. Oleh masyarakat tradisional di sana, jumlah ini dianggap sebagai jumlah lubang yang terdapat dalam tubuh manusia. Yaitu dua pada telinga, hidung yang masing-masing punya dua lubang serta anus, mulut dan lubang untuk kencing yang jumlahnya ada satu. Lubang yang lain yaitu lubang sperma, lubang keringat dan lubang pusat.

Salah satu bentuk arsitektur atau desain bangunan benteng ini bisa dilihat dalam gambar. Di situ terdapat dua dinding benteng dengan ukuran yang cukup besar dan tebal. Kedua dinding ini lalu disatukan oleh jembatan kecil yang merupakan bangunan baru. Meski demikian desain yang dibuat tetap mengacu pada konsep desain yang asli.

Jembatan ini membentuk suatu ruang terbuka yang dilengkapi dengan atap segitiga atau sering disebut dengan atap pelana kuda. Pagar pengaman dari susunan kayu yang dipasang memakai konsep vertikal diletakan pada sisi kiri dan kanan. Lantai jembatan juga menggunakan bahan yang sama.

Di sebelah samping dinding yang terlihat sangat kokoh ini terdapat tangga untuk naik ke bagian atas. Di sini terdapat lahan kosong yang cukup luas serta digunakan sebagai tempat untuk meletakan beberapa senjata meriam.

Untuk memperindah tampilan benteng yang pada saat ini telah dijadikan sebagai salah satu obyek wisata sejarah, di bagian bawah dibuatkan taman yang sangat indah. Di tempat ini terdapat aneka tanaman hias ukuran pendek dan tidak berkayu. Warnanya tidak hanya hijau namun juga memadukan warna lain yaitu merah, kuning, jingga dan warna lain yang semua muncul dari daun dan bunga yang sedang mekar.

Sumber gambar : http://newbrc.blogspot.com

 

 

Artikel Lainnya :