Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Atap Unik Museum Affandi

Atap Unik Museum Affandi
Affandi adalah seorang seniman lukis yang namanya sangat terkenal bukan saja di Indonsia tapi juga di dunia internasional. Namanya sejajar dengan pelukis kenamaan lain yang berasal dari Eropa atau Amerika dan benua yang lain. Jadi bukan merupakan hal yang aneh jika Affandi yang sudah meninggal dunia beberapa puluh tahun lalu hingga sekarang namanya tetap dikenang oleh para seniman lukis yang lain.

Pelukis kondang yang menghabiskan masa tuanya di kota Yogyakarta ini juga punya museum pribadi yang digunakan untuk menampilkan berbagai macam lukisan hasil karya dia sendiri. Namun karena selain pelukis Affandi juga seorang kolektor benda-benda seni yang lain, dalam museum ini juga dipajang aneka koleksi yang merupakan hasil karya seniman lain dari manca negara dan dari dalam negeri sendiri.

Karena dibuat oleh seorang seniman, bentuk bangunan dan desain museum ini juga punya nilai seni yang sangat tinggi. salah satu element bangunan yang cukup menarik adalah bagian atas atau atap penutup. Jika dilihat dari arah atas secara utuh, atap unik Museum Affandi tersebut punya tampilan seperti daun pisang yang masih lengkap dengan pelepahnya.

Penggunaan bentuk atap yang punya tampilan seperti daun pisang ini tentu membutuhkan teknik perhitungan yang lebih akurat. Terutama sekali tentang derajat kemiringannya. Apalagi atap ini punya ini pada sisi depan dan belakang tidak diberi media atau element pemisah. Antara atap yang ada di belakang dan depan hanya dipisah melalui penggunaan ukuran ketinggian yang berbeda.

Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat atap memakai model yang lebih modern yaitu genteng dari cor beton yang diberi warna merah. Uuntuk plafonnya, ditutup dengan papan kayu yang disusun secara rapat dari atas hingga bawah menggunakan konsep vertikal. Yang cukup menarik adalah, bagian atas dari atap ini tidak dibuat lurus, melainkan agak melengkung seperti daun pisang yang sesungguhnya.

Kemudian untuk dindingnya, hanya diberi lapisan penutup aci atau adonan semen dan pasir namun tidak diberi warna sama sekali. Jadi dibiarkan polos begitu saja, memunculkan warna abu-abu yang justru menimbulkan kesan yang makin alami.

Sedangkan bagian kiri dan kanan bangunan, masing-masing diberi semacam teras atau gazebo namun dibuat menempel pada dinding. Bangunan tambahan yang ada di tempat ini bentuknya bundar dan terdiri dari dua lantai. Yang paling unik dari bangunan ini adalah, terdapatnya tangga yang digunakan sebagai akses untuk naik ke lantai atas.

Namun tangga ini tidak diletakan di bagian pinggir, melainkan ada di tengah ruang dan menyatu dengan tiang penyangga utama yang terbuat dari besi. Tangga ini dibuat melingkar seperti spiral dan diberi warna hijau. Sedangkan tiang penyangganya diberi warna putih. Ruang gazebo atau teras ini tidak ditutup dengan dinding, tapi dilengkapi dengan kerangka besi yang juga diberi warna hijau.

Atap yang berada di atas, juga punya tampilan desain yang sangat unik. Bentuknya seperti topi kerucut yang terbuat dari anyaman daun pandan. Apalagi susunan genteng yang dipasang juga menggunakan konsep yang sama seperti anyaman dan menggunakan dua warna, merah dan abu-abu. Jika dilihat secara keseluruhan, tampilan ruang yang terdiri dari dua lantai ini tampak seperti sangkar burung.

Di bagian bawah dari element ini ada pintu untuk masuk ke dalam ruang. Desainnya juga unik, karena menggunakan paduan warna yang sangat kontras, yaitu kuning gading pada dinding pintu atau kusen yang diberi profil dan kuning terang serta garis hijau pada daunnya. Selain itu pintu ini diberi kubah yang melengkung pada bagian atasnya. Secara umum, bangunan museum ini memang ingin memunculkankan kesan yang modern namun tetap unik dan natural.

Sumber gambar : http://www.yogyes.com

 

Artikel Lainnya :