Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Desain Gereja Unik di Flores

Desain Gereja Unik di Flores
Semua pasti tahu jika fungsi utama dari bangunan gereja adalah sebagai tempat untuk melakukan ibadah atau sembahyang dan doa bersama bagi umat Nasrani. Namun bukan itu saja, gereja juga bisa menjadi obyek wisata rohani, terutama sekali jika gereja tersebut punya cerita sejarah yang menarik dan punya tampilan atau desain yang cukup unik.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Maumere Nusa Tenggara Timur, di wilayah ini terdapat gereja yang juga sering mendapat kunjungan wisatawan. Karena gereja ini ada di desa yang bernama Sikka, maka orang sering memberinya nama sebutan Gereja Sikka. Gereja ini dibangun pada tahun 1899 oleh seorang pastor dari negara Portugis yang bernama Y. Engbers Sj dan dibantu oleh Raja yang berkuasa pada saat itu yaitu Yoseph Mbako II Ximenes da Silva.

Selain punya umur lebih dari satu abad dan menjadi bangunan bersejarah, desain gereja unik di Flores ini juga punya nilai seni dan khas tersendiri. Arsitekturnya menggunakan gaya Eropa, terutama Portugis dan Baroque yang berkembang pada abad ke XVIII hinga XIX.

Antara bangunan yang ada di sebelah kiri dan kanan, punya tampilan yang sama. Pada bagian tengah terdapat kanopi yang atapnya berbentuk segitiga atau pelana kuda yang menempel pada dinding. Kanopi ini ditopang oleh tiang penyangga yang dipasang di setiap pojok, menggunakan kayu yang diberi warna merah kecoklatan.

Selanjutnya di belakang kanopi inilah pintu utama gereja dibuat. Ukurannya cukup besar, bisa digunakan untuk keluar masuk ke dalam ruang oleh beberapa orang sekaligus. Daun pintunya terbuat dari papan kayu yang disusun secara vertikal dan diberi warna kuning gading. Yang menarik adalah, bagian atas dari pintu ini diberi hiasan seperti jendela kaca yang lonjong dan diberi bingkai dari kayu dengan warna yang sama dengan daun pintu.

Kemudian di atas ornament kayu dan jendela kaca ini masih terdapat ornament lain yaitu kubah besar yang berbentuk setengah lingkaran namun agak lancip pada bagian atasnya. Karena punya ukuran yang sama dan letaknya saling berdekatan, antara pintu, ornament jendela dan hiasan kubah mampu tampil sebagai satu kesatuan yang utuh.

Dinding yang berada di sebelah samping kiri dan kanan kanopi juga diberi ornament jendela kaca yang masing-masing jumlahnya ada dua. Meski menggunakan konsep desain yang sama yaitu ramping, namun punya ukuran yang berbeda. Jendela yang ada di dekat kanopi punya ukuran yang lebih tinggi. Sedangkan jendela yang berada di bagian pinggir punya ukuran yang lebih pendek. Penggunaan ukuran jendela yang pendek ini disesuaikan dengan ukuran dinding yang juga lebih rendah.

Sedangkan kaca yang digunakan, tidak bening namun punya lukisan motif yang menarik. Selain itu bagian atas dari jendela ini bentuknya lancip yang menjadikan tampilan jendela seperti peluru. Desain jendela yang ramping dan panjang ini membuat tampilan dinding dan bangunan terlihat lebih tinggi.

Dan sebagaimana bangunan gereja yang lain, tempat ibadah umat Kristiani ini juga dilengkapi dengan menara yang berada di atap atap. Bagian puncak dari menara punya atap berbentuk limas yang tinggi dan ramping.

Di bawah atap menara ini terdapat hiasan dua lingkaran yang diberi tanda silang. Di bawahnya lagi ada hiasan lain seperti kubah kecil dan jumlahnya ada dua dengan posisi saling berempetan. Ornament kubah ini juga dibuat lagi dinding atas tengah, sejajar dengan menara. Tampilannya cukup unik dan khas.

Agar tampil makin sempurna, bagian bawah atap atau genteng diberi papan kayu dengan tujuan untuk menciptakan kesan yang lebih rapi sekaligus melindungi plafon agar tidak bisa kena air hujan secara langsung. Tapi papan kayu ini tidak ditampilkan secara polos begitu saja, melainkan di beri profil seperti gerigi namun dengan tampilan yang lebih cantik, tidak kaku.

Sumber gambar : http://alexandrioigulegalung.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :