Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Desain Geraja yang Megah di kota Medan Sumatera Utara

Desain Geraja yang Megah di kota Medan Sumatera Utara
Dibandingkan dengan ibukota provinsi lain yang ada di Pulau Jawa, Medan tentu akan kalah besar. Namun siapa sangka, di kota yang yang ukurannya tidak begitu besar ini terdapat suatu bangunan yang desainnya sangat indah dan menakjubkan. Bangunan besar tersebut yaitu Gereja Katolik Annai Maria Velangkani.

Desain Geraja yang megah di kota Medan Sumatera Utara ini punya gaya arsitektur yang sangat unik. Di dalamnya terdapat aneka simbol-simbol agama Katholik yang penuh dengan nuansa religius. Bagi yang suka dengan kegiatan wisata religi, banguan Gereja ini sangat pantas dijadikan sebagai salah satu tujuan ketika sedang melalukan perjalanan atau traveling.

Meski merupakan tempat ibadah untuk umat yang beragama Katholik, namun gaya arsitektur yang diaplikasikan memadukan gaya Islam dan Hindu yang berkembang pada masa kejayaan Dinasti Mongolia lama atau kuno. Di bagian tengah dari atap utama, ada semacam menara yang ukurannya sangat tinggi dan menjadi obyek utama pandangan atau point of view.

Bentuk menara ini seperti bangunan candi yang sering digunakan sebagai tempat untuk ibadah bagi umat yang beragama Hindu. Masing-masing tingkat dari menara ini semakin ke atas punya ukuran yang makin kecil. Selain itu tingkat yang ada di menara ini diberi pagar dinding yang dihias dengan salib-salib yang saling berjajar dan memanjang.

Pada bagian tengahnya ada pintu yang dilengkapi dengan atap teritis warna kuning. Penggunaan warna kuning ini menjadikan bangunan bentuk candi yang ada di atas terlihat makin cantik dan eksotis, karena warna tersebut sangat kontras dengan element atau bagian lain yang diberi warna merah, pink dan krem.

Pada bagian paling atas atau puncaknya, ada kubah yang dilengkapi dengan suatu tiang menara yang menjulang ke atas. Kubah ini punya tampilan yang sangat unik, karena menggunakan gaya kubah yang sering diaplikasikan pada bangunan dan menara Masjid. Nuansa Timur Tengah juga hadir di tempat ini. Hal ini terlihat pada pintu jendela yang berada di bawah kubah. Bagian atas pintu ini ada lengkungan yang merupakan ciri dari bangunan yang menggunakan gaya Timur Tengah.

Akses untuk masuk ke dalam bangunan Gereja ini ada dua. Jika pengunjung ingin masuk ke dalam ruang yang ada di lantai bawah, bisa langsung menuju halaman atau pelataran depan dan menuju pintu utama yang juga berada di bagian depan.

Namun jika pengunjung ingin masuk ke dalam lantai yang berada di bagian atas, terdapat akses jalan yang menuju ruang tersebut. Akses ini berada di bagian depan dan bentuknya seperti jalan yang naik ke atas dan menuju kearah lantai atas.

Akses jalan ini juga punya tampilan yang sangat indah. Jumlahnya ada dua dan masing-masing menuju lantai atas melalui pintu yang berada di bagian samping bangunan. Akses ini berbentuk melengkung ke kiri dan ke kanan. Jika dilihat dari atas bentuk lengkungan pada dua jalan ini tampak seperti lingkaran.

Dinding yang ada di bagian luar akses jalan diberi ornament kotak persegi panjang yang pada bagian sisi kiri dan kananya dibuat melengkung keluar. Bidang ini diberi warna biru laut. Sedang dindingnya sendiri diberi warna dasar krem, abu-abu dan merah muda.

Selanjutnya di sebelah atas pintu utama lantai bawah, terdapat bidang atau dinding segitiga yang tampil sebagai fasad. Pada bagian atasnya tidak berbentuk lancip, namun diberi ornament berupa lingkaran bundar. Di dalam fasad ini terdapat ornament yang merupakan simbol-simbol dari ajaran agama Katholik. Warna yang digunakan adalah paduan dari kuning, biru, krem, putih dan merah muda atau pink.

Sumber gambar : http://sitohanguntuktapanuli.wordpress.com

 

Artikel Lainnya :