Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Lengge yang Unik Dari Bima

Rumah Lengge yang Unik Dari Bima
Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB punya obyek wisata yang sangat menarik, yaitu tradisi pacuan kuda yang biasanya diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu. Namun selain pacuan kuda, provinsi yang berada di daerah Indonesia bagian Timur ini juga punya daya tarik lain yang tidak kalah uniknya. Yaitu bangunan rumah adat atau tradisional yang merupakan salah satu penginggalan budaya neneik moyang dari suku Bima yang mendiami daerah ini sejak dulu.

Bangunan rumah tradisional ini dinamakan dengan sebutan Uma Lengge. Uma mengandung arti dan makna rumah sedangkan Lengge punya arti pucuk atau mengerucut serta menyilang. Jadi sebutan ini bukan merupakan suatu hal yang aneh, karena rumah adat Suku Bima ini memang punya bentuk yang lancip pada bagian atapnya.

Atap ini sendiri punya ukuran yang cukup tinggi, melebihi ukuran dari element lain. Bahkan hampir tujuh puluh lima persen dari bangunan ini terdiri dari atap yang juga berfungsi sekaligus sebagai dinding. Bahan yang digunakan untuk membuat atap ini adalah rumput alang-alang. Atap ini dinamakan dengan sebutan Butu Uma.

Bagian bawah dari atap ini biasanya diberi tutup atau plafon yang namanya adalah Taja Uma. Bahan yang dipakai untuk membuatnya adalah kayu pohon lontar. Jadi antara atap dan plafon, selalu menggunakan bahan yang sumbernya sama.

Karena menggunakan bentuk segitiga atau pelana kuda, atap ini juga menghasilkan fasad yang bentuknya juga segitiga sama sisi dan menjadi bagian utama dari tampilan muka. Bidang segitiga ini juga ditutup dengan atap alang-alang. Sedangkan bagian pinggirnya dirapikan dengan cara ditutup menggunakan atap alang-alang lain yang dibuat menjadi susunan yang memanjang menggunakan kayu atau bambu.

Kayu untuk memasang atap pinggir ini dibuat dengan ukuran yang lebih tinggi dan dipasang di sebelah kiri dan kanan sisi fasad segitiga. Kemudian ukuran kayu yang lebih panjang ini akan menciptakan suatu tampilan yang saling menyilang. Meski terlihat sangat sederhana, namun tampilan kayu yang menyilang ini mampu membuat atap bangunan menjadi terlihat lebin cantik dan artistik.

Rumah Lengge yang Unik dari Bima ini dibuat dan dibangun menggunakan konsep rumah panggung. Dan sebagaimana rumah adat tradisional lain yang ada di Indonesia, bahan utama yang digunakan adalah kayu. Pintu yang merupakan akses untuk masuk dan keluar ruang dibuat di bawah atap. Untuk lantainya, lebih sering dibuat dari bahan batang pohon kelapa atau pohon pinang.

Selain untuk lantai batang dari kedua pohon ini juga dipakai untuk membuat peyanggah, yaitu element yang berfungsi sebagai alat penyatu dan penguat dari masing-masing tiang penyangga yang ada di setiap pojok bangunan. Penyanggah ini berbentuk papan yang disusun menjadi lantai dan berada sekitar satu meter di atas permukaan tanah.

Agar bisa lebih kuat lagi menahan beban, bagian bawah dari papan lantai ini diberi kayu lain yang diletakan secara miring dan berada di antara tiang penyangga serta papan lantai. Masing-masing dari tiang ini diberi kayu miring dua buah yang berada di sebalah samping kiri dan kanan. Jadi jumlah keseluruhannya ada delapan kayu.

Rumah adat Uma Lengge ini biasanya dibuat menjadi tiga lantai. Lantai yang ada di bagian paling bawah dipakai untuk menerima pengunjung atau tamu yang datang. Selain itu lantai pertama ini juga bisa dipakai untuk melakukan berbagai macam upacara tradisional.

Lantai yang ada ditengah atau lantai kedua, dipakai untuk ruang tidur serta memasak atau dapur. Sedangkan lantai yang ada dibagian paling atas, lantai ketiga difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan padi serta aneka macah bahan untuk membuat makanan yang lain.

Sumber gambar : http://rumahsolud.wordpress.com

 

Artikel Lainnya :