Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Paduan Modern dan Etnik Dayak Pada Atap dan Jendela Rumah

Paduan Modern dan Etnik Dayak Pada Atap dan Jendela Rumah
Rumah etnik atau tradisional Dayak punya tampilan yang sangat sederhana namun punya nilai seni yang cukup tinggi. Selain itu, model dan gaya serta desain rumah suku Dayak ini bisa dibuat lebih menarik dengan cara memadukan tampilan yang agak modern. Tapi tentu saja tanpa harus menghilangkan nuansa etnik yang ada.

Salah satu element menarik dari rumah Suku Dayak adalah bagian atas atau atapnya. Maka pada bagian inilah kita dapat melakukan eksplorasi untuk membuat desain rumah yang bisa memberi nuansa etnik namun tetap punya cita rasa masa kini yang modern. Atap ini bisa dijadikan daya tarik utama atau point of interest sekaligus sebagai fokus utama pandangan atau point of fokus. Atap ini dipadu dengan jendela yang dipasang secara menyatu dengan atap tersebut.

Contoh paduan modern dan etnik Dayak pada atap dan jendela rumah bisa disaksikan pada gambar. Atap rumah tersebut dibuat dengan ukuran yang lebih panjang dan menggunakan bentuk segitiga atau pelana kuda. Karena punya ukuran yang panjang hingga menyentuh bagian bawah, maka atap ini juga berfungsi sekaligus sebagai dinding dan langsung dilengkapi dengan jendela.

Atap ini terdiri dari dua tingkat, dimana tingkat yang kedua atau atas ada di bagian tengah dari atap yang pertama. Hal ini menjadikan bangunan tersebut tersebut terlihat lebih tinggi. Dan yang perlu diketahui adalah, bangunan rumah ini berada di atas sungai Kapuas dan digunakan sebagai rumah makan. Bagian dalamnya juga dibagi menjadi dua lantai.

Dua jendela yang ada di bagian tengah atap atas berada di lantai yang pertama. Jendela ini punya tampilan desain yang sangat menarik, karena dilengkapi dengan atap yang juga punya bentuk segitiga. Atap ini menjorok keluar dan punya fungsi sebagai perlindungan agar sinar matahari yang masuk ke dalam ruang tidak terlalu panas dan air hujan yang jatuh tidak membasahi ruang meski jendela dalam posisi yang terbuka.

Dari atap yang punya ukuran tinggi dan panjang ini nuansa khas adat Suku Dayak dihadirkan. Hal ini terjadi pada bentuk atap pada jendela yang pada bagian pinggirnya tidak lurus tapi agak masuk ke dalam. Ini merupakan bentuk dari atap bangunan Suku Dayak yang asli. Konsep desain seperti ini juga diaplikasikan pada atap yang atap utama yang berada di bagian bawah. Sedang atap yang ada di atas menggunakan bentuk yang lurus saja.

Kesan etnik tradisional yang lain hadir pada papan kayu yang ada di pinggir bawah atap. papan kayu ini diberi ornament warna merah jingga yang merupakan salah satu ciri utama dari rumah adat Suku Dayak. Ciri lain yang juga tidak kalah istimewa adalah hiasan yang berada di pojok atas, tepat pada puncak segitiga atap. Hiasan yang dibuat dari kayu ini menggunakan warna yang sama dengan ornament pada pinggir atap. Hiasan yang punya ukuran kecil tapi terlihat menonjol ini bukan hanya sekedar untuk memperindah tampilan atap belaka, namun juga punya makna tertentu yang berkaitan dengan budaya serta kepercayaan masyarakat Dayak.

Kemudian untuk dinding yang berada di belakang, tidak dibuat lurus seperti dinding rumah yang lain namun membentuk semacam lingkaran. Posisi dinding ini separonya agak menonjol keluar. Kemudian dinding yang ada di tengah ini dihubungkan dengan atap lain hingga mencapai bagian pinggir.

Bagian yang ada di depan tidak dibuat melengkung, melainkan membentuk beberapa garis lurus. yang digunakan sebagai tempat untuk menempatkan jendela kaca. Penggunaan atap yang tinggi dan jendela kaca ini membuat tampilan bangunan terlihat lebih modern.

Sumber gambar : http://www.flickr.com

 

 

Artikel Lainnya :