Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Konsep Kontruksi Kanopi di Lantai Atas di Kalimantan

Konsep Kontruksi Kanopi di Lantai Atas di Kalimantan
Pada jaman dulu, kanopi selalu diletakan di lantai bawah. Meski bangunan yang ada terdiri dari beberapa lantai element yang gunakan sebagai pelindung dari sengatan matahari dan air hujan ini tidak pernah dibuat di lantai atas. Karena kanopi ini juga punya fungsi yang lain yaitu sebagai tempat mobil atau kendaraan berhenti sementara karena menurunkan penumpang. Jadi dari dalam mobil pengunjung bisa langsung masuk ke dalam ruang atau bangunan secara langsung.

Namun saat ini, konsep tersebut bukan merupakan hal yang mutlak lagi. Setelah ilmu arsitektur berkembang dengan pesat, letak kanopi tidak harus selalu di lantai bawah. Seperti yang terlihat dalam gambar, kanopi rumah adat Kalimantan tersebut ada di lantai dua. Meski membutuhkan proses pembuatan konstruksi yang lebih rumit, namun penempatan kanopi ini bisa menghasilkan beberapa keuntungan.

Salah satunya adalah bagian yang berada di bawah kanopi bisa digunakan untuk membuat suatu ruang yang cukup luas. Dan yang tidak kalah penting, bangunan tersebut bisa terlihat lebih tinggi dan megah dan punya nilai artistik yang makin menarik.

Membuat konsep konstruksi kanopi di lantai atas memang tidak semudah membuat kanopi yang diletakan di bawah. Apalagi jika dibandingkan dengan waktu yang harus disediakan dan biaya atau dana yang harus dikeluarkan, perbedaannya sangat jauh sekali. Tapi jika melihat hasilnya, tentu pengorbanan ini sangat sepadan.

Bagian yang membutuhkan waktu dan biaya tinggi adalah pembuatan konstruksi untuk jalan yang dijadikan sebagai akses untuk naik dan masuk ke dalam kanopi tersebut. Karena posisinya ada di bagian tengah, maka jalan yang harus dibuat harus ada dua yaitu sebelah kiri dan kanan. Yang berada di sebelah kiri biasanya dipakai sebagai jalan untuk masuk, sedangkan yang ada di sebelah kanan digunakan untuk keluar.

Adapun pembuatannya tidak jauh berbeda dengan membuat kontruksi untuk lantai atas. Hanya saja posisinya dibuat miring beberapa derajat. Jika lahan yang tersedia cukup luas, konstruksi ini bisa dibuat secara langsung atau lurus. Namun jika tidak mencukupi, harus menggunakan sistem kelokan yang mengarah ke bagian depan.

Bagian yang digunakan untuk membuat kelokan ini tidak membutuhkan konstruksi tulang besi lagi, namun lahan yang ada di tempat tersebut harus ditinggikan dengan cara diuruk atau diberi timbunan tanah, sehingga posisinya bisa menyatu dengan konstruksi yang nantinya ditutup ubin lantai atau element yang lain.

Lalu untuk tiang penyangganya, ditempatkan secara langsung ke dalam tanah yang ada di bawah. Jadi tidak berada di atas konstruksi jalan. Sehingga tiang ini lebih kuat menahan beban, karena element yang harus disangga hanya terdiri dari atap penutup bangunan atau atap dan dinding yang ada di beberapa bagian.

Selanjutnya lahan yang berada di bawah konstruksi ini menghasilkan ruang yang kosong dan bisa dipakai untuk membuat ruang lain yang tidak membutuhkan sistem sirkulasi udara dan sinar alami secara maksimal. Misalnya untuk gudang atau menempatkan suatu barang dan perabot yang jarang digunakan.

Agar bersifat lebih fungsional. Bagian yang ada di depan kanopi bisa diberi tangga berundak. Fungsinya adalah untuk menciptakan tampilan yang lebih serasi dan indah. Tangga tersebut juga berguna sebagai akses untuk masuk bagi pengunjung yang datang ke tempat ini dengan berjalan kaki tanpa mengendarai mobil. Selanjutnya lahan yang berada di sisi kiri dan kanan tangga bisa dipakai untuk membuat taman kecil yang menjadikan tampilan bangunan terlihat makin asri.

Selain di taman dekat tangga, tanaman hias juga diletakan di sebelah kiri dan kanan jalan yang menuju kanopi. Selain untuk memperindah desain, tanaman yang diletakan dalam pot permanent ini juga berfungsi sebagai pelindung dan pentujuk garis batas jalan bagi mobil atau kendaraan yang lewat.

Sumber gambar : http://www.indoplaces.com

 

 

 

 

Artikel Lainnya :