Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Paduan Kuning Merah Rumah Kayu di Jawa Barat

Paduan Kuning Merah Rumah Kayu di Jawa Barat
Rumah kayu pada umumnya menggunakan warna coklat, sesuai dengan warna asli dari kayu yang digunakan. Tujuan dari penggunaan warna ini adalah untuk memunculkan kesan yang lebih natural dan alami. Bahkan ada kalanya kayu tersebut tidak diberi lapisan warna sama sekali meski hanya sekedar lapisan pelitur saja.

Namun di luar warna coklat, ada jenis warna lain yang juga mampu membuat tampilan bangunan rumah tetap terlihat alami. Warna tersebut adalah kuning terang. Agar tidak terlalu pucat, warna kuning ini harus dipadu dengan jenis warna lain misalnya merah terang. Paduan kuning merah Rumah Kayu di Jawa Barat ini adalah salah satu contoh bangunan yang mampu menghasilkan nilai keindahan dan keanggunan secara maksimal.

Untuk mendapatkan warna kuning pada kayu tersebut bisa diperoleh melalui dua cara. Metode yang pertama adalah memberi warna pada kayu secara langsung menggunakan cat warna. Tapi cat yang digunakan harus bersifat transparan. Sedangkan kayunya harus dipilih dari jenis yang warnanya juga cenderung lebih terang dan tidak terlalu coklat.

Sedangkan metode yang kedua, merupakan metode yang lebih mudah dilakukan. Yaitu dengan cara menggunakan jenis kayu yang warnya juga kuning. Jadi kayu itu memang tidak mempunyai warna coklat seperti kayu lainnya. Jenis yang bisa memunculkan warna kuning adalah kayu dari pohon nangka yang sudah tua umurnya. Meski bisa tampil lebih alami namun sayangnya kayu ini agak sulit diperoleh. Selain itu yang sering menjadi masalah adalah kayu tersebut perlu waktu yang lebih lama untuk proses pengeringannya.

Kayu kuning ini digunakan untuk membuat semua bagian dan element, kecuali atap dan daun jendela. Demikian pula dengan kerangka dan konstruksinya, juga memakai bahan yang sama. Tidak ketinggalan pagar yang ada di depan rumah dan pagar pengaman yang terletak di lantai atas. Dan yang lebih menarik lagi adalah, kayu yang digunakan semua masih dalam kondisi yang utuh atau gelondongan.

Kerangka, tiang penyangga dan konstruksi yang digunakan sebagai penyangga lantai bagian atas memakai kayu gelondongan dengan ukuran diameter yang lebih besar. Sedangkan kayu yang digunakan untuk membuat dinding menggunakan ukuran yang lebih kecil dan dibelah menjadi dua bagian. Jadi bagian yang ada di dalam ruang bentuk dindingnya tetap rata, tidak membentuk gelombang seperti dinding yang ada di luar.

Kayu gelondongan untuk dinding ini ditata secara horizontal hingga mencapai bagian paling atas. Yang cukup menarik bagian pojok belakang dinding kayu ini dikombinasi dengan dinding lain dari batu alam. Di samping dinding batu ini terdapat tangga berundak dari cor beton yang berfungsi sebaga akses untuk masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang.

Sedangkan pintu yang ada di depan, menggunakan kayu yang dibentuk menjadi papan dan ditata secara horizontal juga pada bagian daunnya. Selain pintu, ada beberapa jendela yang di bagian depan dan samping dinding. Jendela ini menggunakan kaca bening yang bersifat transparan.

Kemudian untuk atapnya, menggunakan genteng warna merah. Bentuk yang digunakan adalah segitiga atau pelana kuda. Atap ini terbagi menjadi dua bagian yaitu atap yang ada di belakang punya ukuran yang lebih tinggi dan atap yang ada di depan punya ukuran yang lebih rendah. Jika dilihat dari depan bentuknya seperti bertingkat.

Selain atap, warna merah juga kembali diaplikasikan pada kain korden yang digunakan untuk menutup jendela kaca. Tampilan dua warna merah ini nyaris sama. Hal ini mampu membuat desain bangunan dan ornament yang digunakan terlihat makin sempurna. Selain itu warna merah pada atap dan jendela tersebut juga menjadikan bangunan rumah terlihat lebih anggun dan cerah.

Sumber gambar : http://www.puncaktour.com

 

 

 

 

Artikel Lainnya :