Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Lampu Dinding Bergaya Gunungan Jawa Untuk Hiasan Interior

Lampu Dinding Bergaya Gunungan Jawa Untuk Hiasan Interior
Gunungan merupakan salah satu jenis wayang yang berbentuk gambar gunung lengkap dengan segala kehidupan yang ada di dalamnya. Bentuknya seperti segitiga yang besar dan tinggi, tapi bagian bawahnya tidak membentuk garis yang lurus, tapi agak melengkung ke bawah. Pada bagian bawah ada lukisan pintu gapura.

Di kedua sisi gapura ini terdapat penjaga yang sedang memegang senjata berupa pedang dan perisai. Sedangkan pada bagian atas, ada lukisan lain yang berupa pohon yang serta ular naga yang membelit batang pohon tersebut. Disebelah kiri dan kanan ada gambar lain yaitu banteng dan harimau dengan posisi saling berhadapan.

Sebelum dimainkan oleh dalang, gunungan ini ditancapkan di tengah layar. Jumlahnya ada dua dan merupakan simbol dari kehidupan dunia atau manusia yang belum punya cerita. Jika wayang sudah dimainkan, dua gunungan ini diletakan secara berjajar di sebelah kanan. Begitu wayang selesai dimainkan kedua gunungan tersebut diletakan kembali dengan posisi yang sama. Makna dari peletakan ini sebagai penggambaran jika suatu babak cerita kehidupan sudah berakhir atau selesai.

Karena punya tampilan yang sangat indah dan khas, selain digunakan untuk memainkan wayang gunungan ini juga bisa dijadikan sebagai model untuk membuat hiasan lampu dinding atau dinding untuk memperindah tampilan ruang. Jika gunungan untuk memainkan wayang memakai bahan dari kulit, namun untuk lampu dinding bergaya gunungan Jawa untuk hiasan interior menggunakan bahan dari tembaga, kuningan atau logam yang lain.

Adapun cara membuatnya bisa menggunakan dua sistem. Yang pertama adalah menggunakan cetakan khusus. Logam yang dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi akan meleleh kemudian mencair. Selanjutnya lelehan logam ini dimasukan ke dalam cetakan. Setelah dingin, gunungan yang hampir jadi ini kemudian dihaluskan dan diberi element yang lain sebagai media untuk penempelan pada dinding.

Setelah itu bagian dalam atau belakangnya diberi peralatan untuk memasang lampu listrik, mulai dari petting, kabel dan seterusnya. Jika sudah terpasang pada dinding dengan baik, hiasan lampu dinding ini bisa dinyalakan. Sinar lampu yang keluar dari arah samping dan atas serta lubang atau celah yang ada di dalam lukisan mampu membuat tampilan ruang terlihat indah dan unik.

Jenis lampu yang paling bagus digunakan adalah lampu yang menghasilkan warna kuning atau jingga. Karena kedua warna ini bisa menyatu dengan logam tembaga atau kuningan. Selain itu warna tersebut juga bisa membuat tampilan hiasan gunungan terlihat lebih natural dan alami.

Untuk cara yang kedua konsepnya tidak menggunakan sistem cor, melainkan memakai lembaran kuningan atau tembaga yang diberi pola. Caranya kita tinggal membuat lukisan atau gambar sesuai dengan bentuk gunungan yang mau dibuat. Ukurannya tinggal menyesuaikan besar ruang atau dinding yang mau diberi hiasan ini.

Setelah lukisan pola selesai dibuat pada kertas yang tipis, lalu ditempelkan pada lembaran bahan tersebut. Namun bisa juga pola lukisan dibuat secara langsung menggunakan pensil atau spidol. Langkah berikutnya kita tinggal memotong dan memberi lubang pada sesuai dengan pola yang sudah terbentuk.

Pada bagian tertentu, pola ini diberi cekungan agar bisa tampil seperti relief. Alat yang dipakai untuk membuat cekungan tersebut adalah batang besi yang ujunganya dibentuk menjadi bulat atau bundar. Ukuran yang digunakan ada bermacam-macam sesuai dengan ukuran dari pola yang mau dibuat cekungan. Dibanding dengan cara yang pertama, proses pengerjaan cara kedua ini lebih sulit dan rumit.

Selain gunungan, hiasan lampu dinding seperti ini bisa dibuat dengan bentuk yang lain. Jadi tidak harus menggunakan model Jawa saja. Perisai atau tameng dari suku Asmat di Papua, suku Toraja di Sulawesi dan sebagainya bisa dijadikan sebagai dasar untuk membuat model dan gaya yang baru.

Sumber gambar : http://kedaibarangantik.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :