Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengetahui Sistem Penguncian Pada Jendela dan Pintu Tradisional

Mengetahui Sistem Penguncian Pada Jendela dan Pintu Tradisional
Namanya saja rumah tradisional, maka semua element yang digunakan pasti juga menggunakan konsep yang tradisional juga. Tidak terkecuali dengan sistem pengaman yang dibuat. Hampir semua bangunan rumah adat yang ada di Indonesia selalu menerapkan sistem pengaman untuk melindungi harta yang mereka miliki dari tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan dan lain-lain.

Dan tidak berbeda jauh dengan rumah modern, sistem pengamanan yang dibuat pada umumnya diaplikasikan pada jendela dan pintu. Sedangkan untuk perabot, yang paling sering dibuatkan sistem pengaman yaitu lemari dan laci, baik yang ada di meja maupun laci yang hanya berupa kotak kecil saja.

Jaman dulu sistem penguncian pada jendela dan pintu tradisional masih menggunakan cara yang sangat sederhana sekali. Pada umumnya bahan yang digunakan untuk membuat sistem penguncian tersebut adalah kayu, yang jenisnya sama dengan bahan kayu untuk element yang dibuat. Meski begitu bukan berarti sistem keamanan yang dibuat tidak terjamin. Karena pencuri yang datang juga masih memakai cara-cara yang sederhana untuk melancarkan aksi kejahatan mereka.

Salah satu contoh sistem penguncian tradisional pada bangunan rumah adat bisa dilihat dalam gambar. Batang atau balok kayu yang ukurannya tidak begitu besar tapi tebal ditempelkan pada kusen jendela atau pintu. Namun sebelumnya balok tersebut diberi lubang di bagian tengahnya. Ukuran lubang yang bentuknya kotak ini disesuaikan dengan ukuran kayu untuk mengunci.

Setelah itu kayu lubang ini diberi kayu balok lain yang bisa dimasukan dan dikeluarkan dengan mudah. Ketika kayu tersebut dimasukan, maka secara otomatis akan menjadi ganjalan pada daun jendela atau pintu. Sehingga pintu dan jendela tersebut tidak bisa dibuka dari luar. Maka orang yang ingin melakukan tindak kejahatan tidak bisa menjalankan aksinya tersebut.

Cara lain yang juga sering diterapkan adalah, dua batang balok kayu diletakan pada sisi kiri dan kanan kusen. Sebelum dipasang kayu ini ditatah dan menghasilkan cekungan kotak pada bagian atas dan pinggir dalam. Cekungan ini digunakan sebagai tempat untuk meletakan kayu panjang dengan posisi melintang. Metode seperti ini juga bisa membuat pintu tidak bisa dibuka dari arah luar,

Sistem penguncian dengan model yang lain juga masih ada, bahkan bisa dibilang merupakan konsep yang paling sederhana. Yaitu batang kayu diberi paku pasak kemudian dipasang pada kusen atau daun jendela dan pintu pada bagian tengah.

Lubang pada kayu yang digunakan untuk memasang pakau pasak ini punya ukuran yang lebih longgar sehingga kayu bisa diputar-putar dengan mudah. Ketika kayu diputar dengan posisi melintang, maka pintu yang tertutup tidak bisa dibuka lagi. Untuk membukanya kayu ini kembali diputar dengan posisi vertikal.

Sistem penguncian seperti ini meski hanya menggunakan bahan kayu namun cukup efektif untuk memberi perlindungan kepada penguhuni rumah, terutama di waktu malam. Namun sayangnya, konsep ini tidak bisa dilakukan ketika penghuni berada di luar rumah. Karena sistem penguncian dilakukan dari dalam, maka untuk membukanya kembali tidak bisa dilakukan dari luar.

Maka ketika penghuni ingin keluar rumah, tidak ada sistem penguncian yang baik kecuali hanya ditutup begitu saja. Baru setelah ditemukan sistem pengamanan dari besi atau logam, konsep penguncian dari kayu ini mulai ditinggalkan. Karena dengan menggunakan kunci logam, pintu dan jendela bisa terlindung dari dua arah sekaligus yaitu depan dan belakang.

Meski punya kelemahan yang sangat mendasar, namun sistem penguncian dari kayu ini tetap punya peran yang lain. Yaitu bisa memperindah tampilan pintu dan jendela serta ruang. Karena kayu yang digunakan biasanya juga diberi hiasan porofil yang menarik. Jadi kayu tersebut tidak tampil begitu saja. Bahkan ada kalanya kunci dari kayu ini juga diberi hiasan ukir-ukiran yang indah, tidak kalah dengan daun pintu dan jendela itu sendiri.

Sumber gambar : http://latifahi.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :