Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menata Ruang Tidur Bernuansa Etnik

Menata Ruang Tidur Bernuansa Etnik
Menggunakan gaya tradisional atau etnik pada ruang, termasuk ruang tidur tidak hanya sekedar menggunakan beberapa element yang bernuansa kedaerahan saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebulum memilih atau memakai perabot furniture yang akan ditempatkan di kamar. Salah satunya adalah tema khusus yang ingin ditampilkan.

Memang bagi orang tertentu terutama yang punya jiwa seni, jika dapat memiliki ruang tidur yang menggunakan gaya etnik bisa menjadi suatu kebanggan tersendiri. Karena desain yang mampu menghadirkan nuansa tradisional dengan kental bukan saja lebih menarik, namun juga mampu menjadikan tampilan ruang makin unik dan eksentrik.

Bagian terpenting untuk mendapat perhatian jika ingin menata ruang tidur bernuansa etnik adalah pemilihan dan penggunaan perabot furniture serta semua aksesori atau hiasannya. Semua harus bisa memunculkan tampilan yang serasi dan selaras. Untuk melakukan hal ini pilihan yang paling mudah dilakukan adalah menggunakan satu tema saja. Misalnya dalam satu ruang tidur hanya menampilkan berbagai ornament etnik yang berasal dari daerah Jawa saja, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan sebagainnya.

Meski demikian bukan berarti kita tidak bisa memadukan gaya etnik dari suatu daerah dengan gaya etnik hasil karya suku adat yang lain. Hal ini justru akan menunjukan sifat jati diri kita yang berbhineka tunggal ika. Namun yang perlu mendapat perhitungan dengan cermat adalah, aplikasi yang digunakan tidak boleh saling bertubrukan. Terutama sekali pada hal-hal yang berhubungan dengan motif dan pewarnaan.

Misalnya saja kita menggunakan selimut atau sprei untuk menutup tempat tidur dari kain batik yang berasal dari Solo. Kain batik yang berasal dari daerah ini pada umumnya didominasi oleh warna coklat yang cenderung gelap. Maka perabot lainnya sebaiknya tidak menggunakan warna yang sama agar tidak menimbulkan kesan yang makin gelap. Pilihlah warna lain yang mampu memunculkan suasana lebih terang dan cerah. Terutama sekali pada dinding kamar.

Selain itu penggunaan warna coklat yang terlalu banyak juga dapat membuat ruang tidur menjadi terkesan lebih berat dan kurang nyaman untuk ditempati. Namun jika masih suka dengan kain batik tersebut, bisa dilakukan dengan metode yang lain. Kain batik Solo ini tidak ditampilkan secara utuh, namun dikombinasi dengan kain lain yang warnanya lebih terang.

Jadi kain batik tersebut hanya diletakan pada bagian pinggir saja, atau di beberapa tempat yang secara terpisah-pisah. Konsep seperti ini sudah sering dipraktekan pada ruang-ruang yang lain. Hasilnya karakter etnik yang muncul tetap dominan sementara tampilan ruang juga bisa terlihat cerah. Hal yang sama juga harus dilakukan pada perabot yang menggunakan gaya etnik lain.

Selain kombinasi warna, hal lain yang juga perlu diperhitungkan adalah gaya atau model perabot yang dipakai. Contohnya jika kita memakai tempat tidur yang didalamnya ada ornament berupa ukiran, maka perabot yang lain juga bisa menggunakan furniture ukir, tapi dengan tampilan yang lebih sederhana. Jangan semua perabot yang ditempatkan pada ruang tidur menggunakan ukiran semua. Hal ini bisa menjadikan ruang tidur terlihat lebih padat dan sesak.

Yang terakhir, teknik pencahayaan yang aplikasikan lebih bagus jika menggunakan lampu yang memunculkan warna terang namun tidak silau. Misalnya kuning cerah. Teknik lain yang dapat dicoba adalah, ruang tidur tersebut dilengkapi dengan jendela yang ukurannya cukup besar. Jadi sinar matahari bisa masuk dengan maksimal. Namun yang perlu diperhatikan adalah, sinar itu tidak boleh mengenai perabot secara langsung karena bisa merusak kualitas dan warnanya.

Atau bisa juga ruang ini diberi hiasan kaca dengan ukuran besar, yang bisa menjadikan tampilan ruang terlihat lebih besar dan lapang.

Sumber gambar : http://yudha-arch.blogspot.com

 

 

 

Artikel Lainnya :