Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Arstiektur Rumah Badui yang Alami

Arstiektur Rumah Badui yang Alami
Masyarakat Suku Badui dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya selalu diselaraskan dengan kehidupan alam yang berada di sekitar mereka. Konsep ini bisa terlihat pada arsitektur bangunan untuk tempat tinggalnya. Semua rumah yang dibangun selalu berhadapan dan bagian mukanya menghadap kearah Utara dan Selatan.

Selain itu ketika membangun rumah, suku ini tidak pernah mengubah sama sekali bentuk lahan atau lokasi yang mau digunakan. Rumah hunian tersebut selalu menyesuaikan keadaan lahan tanpa mengurangi atau memberi tambahan apapun juga. Jadi komplek bangunan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan lingkungan dan mengikuti kontur maupun derajat kemiringan tanah.

Selain itu tempat tinggal suku Badui dibuat dengan konsep knock down dan memakai beberapa jenis komponen. Lalu masing-masing komponen ini disusun menggunakan ikatan dari tali yang disebut dengan tali awi temen atau menggunakan paku pasak yang bernama dipaseuk.

Agar kontruksi utamanya bisa menahan beban yang lebih berat, penggunaan dipaseuk ini juga diaplikasikan lagi. Karena penggunaan paku besi atau baja merupakan suatu pantangan bagi warga di sana. Namun penggunaan dipaseuk ini justru menjadikan sambungan antar kontruksi dan tiang yang lain bisa lebih kuat dan menyatu. Apalagi jika ketika dipasang kondisi kayu itu sudah dalam keadaan yang kering.

Kemudian untuk komponen atau element yang lain sepeti dinding atau bilik, atap atau rarangkit, lantai atau palupuh hanya diikat atau dijepitkan pada kayu kontrusksi atau bambu. Cara yang sangat sederhana ini justru lebih menguntungkan karena membuat bagian konstruksi menjadi lebih fleksibel. Sehingga ketika terjadi bencana gempa element ini punya daya tahan yang lebih kuat untuk menghadpai goncangan yang muncul.

Ciri utama yang lain pada Arstiektur rumah Badui yang alami ini adalah selalu menggunakan konsep rumah panggung. Karena tidak boleh merubah struktur tanah yang ada, maka setiap tiang penyangga yang dipakai kadangkala punya ukuran yang berbeda. Untuk lahan yang tinggi atau datar, tiangnya punya ukuran yang lebih pendek atau rendah. Sedangkan lahan yang posisinya miring, harus menggunakan tiang yang lebih panjang atau tinggi. Agar posisinya selalu dalam kondisi yang stabil, maka setiap tiang penyangga selalu diletakan di atas batu kali.

Atap rumah Suku Badui dinamakan Sulah Nyanda. Posisi dari atap ini adalah agak miring atau merebah kearah belakang. Salah satu dari atapnya selalu punya ukuran yang lebih panjang dan menggunakan derajat kemiringan yang lebih rendah. Jenis atap lainnya adalah Julang Ngapak. Perbedaannya adalah atap ini punya tambahan atap lain yang dinamakan Curugan.

Selanjutnya pintu yang merupakan akses masuk ke dalam rumah menggunakan dari yang dibuat dari bahan bambu ukuran diameternya sekitar dua sentimeter lalu dibuat anyaman yang memakai konsep susunan vertikal. Teknik membuat anyaman ini dinamakan Sarigsig.

Lalu untuk penataan interiornya, ruang dalam rumah dibagi menjadi tiga. Yang pertama adalah Sosoro, dipakai sebagai tempat untuk menerima tamu yang datang. Posisinya memanjang sesuai dengan ukuran lebar bangunan. Kemudian ruang kedua dinamakan Tepas yang letaknya selalu membujur ke belakang. Fungsinya adalah untuk tempat tidur anak dan makan bersama. Antara ruang Sosoro dan Tepas ini tidak menggunakan pembatas, namun menyatu dan membentuk siku atau huruf ‘L' dalam posisi yang terbalik.

Sedangkan ruang terakhir namanya Imah. Ruang ini menjadi bagian utama dari konsep penataan interior Suku Badui. Karena semua jenis kegiatan mulai dari bikin makanan, hingga pasangan suami istri yang ingin memenuhi kebutuhan batiniah mereka, semua dilakukan di tempat ini.

Hal ini bisa terjadi karena suami istri tidak membutuhkan tempat tidur, namun hanya memakai tikar saja. Jika tidak digunakan tikar ini disimpan di dalam rak. Jadi ruang Imah ini bersifat multi fungsi karena selain untuk menyimpan tikar, rak tersebut dipakai sebagai tempat untuk menaruh semua peralatan dapur dan rumah tangga yang lain.

Sumber gambar : http://humaspdg.wordpress.com

 

Artikel Lainnya :