Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Keindahan Atap Rumah Tradisional Minang

Keindahan Atap Rumah Tradisional Minang
Rumah adat Minang terkenal dengan sebutan rumah Gadang. Nama ini berasal dari kata gadarig yang artinya besar. Penggunaan nama Gadang ini tentu sangat cocok sebab pada umumnya rumah Minang memang lebih sering menggunakan ukuran yang besar.

Salah satu daya tarik utama dari bangunan rumah ini adalah bagian atapnya. Bahkan keindahan atap rumah tradisional Minang ini beberapa waktu yang lalu telah mendapat pengakuan dari suatu organisai arsitektur internasional sebagai salah satu bentuk atap dengan desain yang paling cantik. Bahkan saat ini bentuk atap tersebut telah menjadi semacam "trade mark" bagi daerah tersebut dalam mempromosikan segala macam potensi yang dimiliki.

Atap ini memang punya tampilan yang sangat istimewa. Jaman dulu, bahan yang sering dipakai untuk membuatnya adalah ijuk hitam. Namun sekarang penggunaan bahan ini sudah semakin jarang diaplikasikan. Sebagai gantinya adalah atap dari seng atau atap tanah liat. Namun untuk kontruksinya, tetap menggunakan konsep yang sama.

Keistimewaan yang paling kentara dari konstruksi atap ini adalah bentuknya melengkung ke bawah dan terbagi menjadi beberapa bagian. Sementara pada bagian pinggir lengkungan ini mengarah ke bagian atas dan menjulang ke langit. Kemudian pada bagian puncak dari atap tersebut masih diberi ornament berupa kayu ukir yang menggunakan motif bulan bintang.

Kadangkala ketinggian atap ini justru melebih ketinggian bangunan itu sendiri. Antara atap yang berada di sebelah kiri dan kanan selalu punya tampilan yang sama, menghadap kearah samping. Atap ini kemudian menghasilkan fasad yang berbentuk segitiga lancip. Jika bangunan rumah ini merupakan milik orang kaya atau kaum bangsawan, fasad segitiga tersebut dilengkapi dengan hiasan dari papan kayu yang diberi ornament motif tradisional yang didominasi oleh warna merah tua, coklat dan kuning.

Kemudian untuk atap yang berada di bagian tengah, menghadap kearah depan. Dinding yang ada di bawahnya dipakai sebagai tempat untuk menempatkan pintu utama untuk akses keluar dan masuk ke dalam bangunan atau ruang.

Meski saat ini sudah jarang ditemukan rumah adat Minang bahkan di daerah Sumatera sekalipun, namun kita masih bisa menyaksikan keindahan atap rumah ini pada bangunan yang digunakan di beberapa kantor instansi pemerintah, tempat-tempat pelayanan publik, hotel dan lain-lain. Jadi meski bukan merupakan rumah hunian, masih banyak yang suka menggunakan bentuk atap ini.

Bahkan Bandara Internasional yang ada di daerah ini juga memakai desain atap rumah Minang ini sebagai pintu masuk ke dalam bandara tersebut. Dengan melihat desain atap tersebut, secara langsung atau tidak langsung tentu akan mengingatkan para pengunjung tentang tempat yang sedang mereka datangi.

Tidak cukup sampai di sini, bentuk atap dan bangunan khas Minang ini sekarang juga bisa kita temui dalam bentuk miniaturnya. Saat ini banyak pengrajin atau pembuat kerajinan tangan yang menggunakan aneka bahan untuk membuat maket rumah Minang dengan tampilan yang sangat sempurna, persis dengan bentuk aslinya. Maket ini bisa dijadikan sebagai hiasan atau pajangan dan di letakan di dalam ruang.

Selain punya nilai seni dan keindahan yang tinggi, atap ini juga memberi keuntungan yang lain. Konstruksi atap yang penuh lengkungan dan kontruksi bagian lain, menurut para ahli bangunan merupakan kontruksi bangunan yang secara sistematis menerapkan konsep kontruksi tahan gempa.

Dan yang sangat menarik adalah, atap yang bentuknya lancip tersebut ternyata secara struktural juga bisa menghilangkan endapan air, sehingga air yang jatuh ketika hujan turun bisa langsung meluncur ke bawah dengan cepat. Kemudian bentuk bangunan yang makin ke atas semakin besar juga bisa menghilangkan air yang sering membias atau jatuh miring.

Sumber gambar : http://jurnaltransformasiku.wordpress.com

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya :