Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Aneka Jenis Ornament Ukiran Rumah Banjar

Aneka Jenis Ornament Ukiran Rumah Banjar
Suku Banjar yang tinggal di daerah propinsi Kalimantan Selatan adalah termasuk golongan yang punya cita rasa seni. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya ornament yang bisa dijumpai di rumah-rumah adat mereka. Rumah ini terbagi menjadi beberapa jenis seperti rumah Baanjung, Gajah Manyusu, gajah Baliku, Pelimbangan, Palimasan, Tadah Alas, Bini, Balai, Balai Laki, Anjung Surung atau Cacak Burung dan sebagainya. Masing-masing jenis rumah adat ini punya ornament berupa ukiran atau seni pahat yang berbeda-beda.

Meski begitu ada beberapa jenis ukiran yang sifatnya lebih netral karena semua jenis rumah adat dapat menggunakan atau mengaplikasikannya. Jenis ornament ukiran rumah Banjar tersebut antara lain adalah Pucuk Bubungan. Yaitu hiasan yang letaknya berada di bagian atas atap pada sisi pinggir. Untuk rumah jenis Bubungan, Bentuknya lancip dan punya sebutan layang-layang. Sedangkan pada rumah Palimasan, ornament ini biasanya menggunakan morif piramida, anak catur atau bulan bintang.

Kemudian ada lagi ukiran yang dinamakan pilis atau papilis, yaitu papan kayu yang dipasang di bagian bawah pinggir atar. Kayu ini dibuat menjadi ornament ukiran dengan motif binatang atau naga. Motif ini selalu disamarkan menjadi seperti tumbuhan dan punya makna atau arti filsafat tertentu.

Sedangkan pada tangga yang merupakan akses untuk masuk dan keluar rumah juga diberi hiasan dengan tampilan yang tidak kalah menarik. Jenis ornament ukiran yang dipakai biasanya punya motif buah nanas, bunga melati yang masih kuncup, belimbing, bulan sabit atau pangkal daun pakis. Kemudian pada bagian depan atau sering disebut dengan palatar, juga sering diberi hiasan ukiran yang terdapat pada samping kiri atau kanan atas.

Selanjutnya, hiasan ukiran lain juga bisa ditemukan di pintu utama atau lawang. Untuk rumah adat Banjar, pintu ini terbagi menjadi beberapa bagian yaitu dahi lawang yang diberi ukiran bundar seperti telur, kemudian jurai lawang yang biasanya diberi ukiran kaligrafi Arab dan sulur-sulur yang mengarah ke kiri dan kanan, lalu ada daun lawang yang memakai motif tali bapintal.

Dari pintu atau lawang, lalu menuju jendela atau lalungkang. Berbeda dengan pintu, hiasan ukir yang ada pada element ini menggunakan bentuk yang lebih sederhana. Motif yang sering dipakai adalah bulan bintang, bulan penuh atau purnama, bulan sahiris, bintang yang mempunyai lima sudut, daun jaruju dan daun jalukap.

Watun, yaitu lantai yang memisahkan antara ruang yang berada di sayap bangunan sebelah kiri dan kanan. Bagian ini juga diberi hiasan pada dinding atau penapihnya. Motif yang paling sering digunakan yaitu tali bapintal, dedaunan, bunga teratai, sulur-suluran, bunga kenanga, matahari, dan beberapa jenis buah-buahan.

Selain Watun, ada dinding lain yang dinamakan dengan Tataban, yaitu dinding yang berada di bagian bawah atau kaki. Jenis ukiran yang digunakan untuk memberi hiasan atau ornament pada bagian ini adalah motif daun atau sulur yang bentuknya kecil serta memanjng di jalur tersebut.

Dinding lainnya yaitu Tawing Halat yang merupakan dinding pemisah antara ruang tengah dan depan atau tamu serta ruang untuk keluarga atau ruang yang lain. Ketika diadakan suatu upacara, ruang ini selalu ditempati oleh tokoh-tokoh yang dianggap punya derajat sosial yang tinggi. Jenis ukiran yang digunakan sering berbentuk kaligrafi Arab yang dikombinasi dengan motif daun dan buah-buahan.

Bagian atas dinamakan Sampukan Balok. Penggunaan balok dari kayu ini dikarenakan rumah adat Banjar tidak pernah menggunakan plafon. Jadi yang terlihat pada bagian bawah atapnya adalah pertemuan beberapa balok kayu yang digunakan sebagai penahan atap. Bagian ini juga diberi ornament ukiran yang menggunakan motif daun dikombinasi dengan garis yang geometris.

Yang terakhir adalah gantungan lampu. Sebelum ada listrik rumah ada Banjar menggunakan lampu gantung yang menggunakan sumbu dan minyak untuk pencahayaan di malam hari. Bagian atas atau pangkal lampu gantung ini diberi hiasan ukiran motif bunga dan daun yang berbentuk lingkaran dan menyerupai relief.

Sumber gambar : http://bubuhanbanjar.wordpress.com

 

Artikel Lainnya :