Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kelebihan dan Teknik Menggunakan Gebyok Jawa

Kelebihan dan Teknik Menggunakan Gebyok Jawa
Gebyok adalah media untuk menyekat atau alat pemisah ruang yang terbuat dari kayu. Letaknya biasanya berada di antara ruang depan atau tamu dan ruang belakang yang dipakai sebagai ruang privacy atau keluarga. Sebab menggunakan bahan utama dari kayu untuk pembuatannya, gebyok ini biasanya juga dilengkapi dengan ornament atau hiasan berupa ukiran motif tradisional yang biasanya diaplikasikan pada bagian pinggri, samping dan atas.

Namun ada kalanya pula untuk memunculkan kesan yang makin mewah, hampir semua bagian diberi ukiran secara penuh. Tidak hanya cukup sampai di sini, gebyok juga dibuat dengan konsep dua lapis. Bagian lapis yang pertama untuk menempatkan gebyok itu sendiri, kemudian lapis yang kedua untuk menempatkan pintu yang merupakan akses keluar dan masuk pada ruang yang ada di belakangnya.

Dibanding media penyekat atau pemisah ruang yang lain, penggunaan gebyok punya beberapa kelebihan. Selain bisa menghadirkan kesan yang lebih mewah khas tradisional, gebyok juga bisa dipadu dengan perabot lain yang menggunakan gaya lebih modern. Asal bisa tahu teknik aplikasi dan penerapannya, gebyok ini bisa tampil sempurna tanpa terganggu oleh perabot yang memakai model masa kini.

Meski pada umumnya gebyok menggunakan gaya tradisional Jawa, namun sebenarnya gebyok ini juga bisa digunakan untuk menyekat ruang yang menggunakan gaya tradisional lain. Kita tinggal membuat hiasan ukiran yang motifnya disesuaikan dengan konsep tradisional pada ruang tersebut. Dan yang tidak kalah penting adalah, gebyok juga bisa menjadikan ruang makin tampak lebih luas dan lapang.

Agar bisa menjalankan fungsinya secara maksimal baik untuk memisah atau untuk memperindah tampilan ruang atau interior, ada beberapa teknik menggunakan gebyok Jawa maupun gaya tradisional lain yang harus diperhatikan. Pertama ketika membuat desain, posisi dan letak pintu harus diusahakan berada di bagian tengah.

Jika ada suatu hal yang mengharuskan pintu diletakan pada bagian pinggir, ada konsep yang bisa diaplikasikan. Pintu tersebut dibuat tiga yaitu satu di bagian tengah dan dua di pinggir kiri serta kanan. Salah satu pintu bisa dipakai sebagai akses keluar masuk dalam arti yang sesungguhnya, sedang pintu yang ada di tengah dan pinggir yang lain hanya dibuat sebagai akseoris saja.

Kemudian untuk pemilihan bahannya, yang terbaik adalah kayu jati karena bahan ini punya serat yang mampu memunculkan karakter tradisional atau etnik lebih kuat. Selain itu sebaiknya warna yang digunakan hanya pelitur saja. Jika ingin menggunakan warna yang lain, pilihan terbaik yaitu warna kuning emas yang dipalikasikan pada bagian tertentu, membentuk pola garis atau mengikuti desain ukiran yang ada. Penggunaan warna ini sebaiknya tidak begitu dominan, sebab bisa menjadikan tampilan ruang terlihat terlalu ramai dan silau.

Jika ingin menggunakan warna dominan yang lain, bisa memilih warna biru muda atau hijau tua. Namun yang perlu diingat, penggunaan warna ini akan memberi dampat tampilan serat pada kayu jati menjadi tidak terlihat. Agar bisa tampil maksimal, bisa memakai teknik pencahayaan yang menjadikan tampilan gebyok tersebut terlihat secara jelas terutama pada warna hijau tua.

Kemudian untuk penataan interiornya, bagian depan gebyok bisa diberi perabot meja dan kursi tamu. Ada dua teknik yang bisa diterapkan. Yang pertama perabot furniture ini diletakan pada bagian tengah, persis di depan gebyok. Yang kedua, perabot bisa diletakan pada bagian pinggir namun menggunakan dua set furniture sekaligus dan diletakan di sebelah kiri serta kanan ruang.

Dan agar tidak merusak pandangan, penyekat gebyok sebaiknya tidak diberi hiasan yang lain. Jadi dibiarkan tampil tanpa tambahan element apapun juga. Penggunaan lampu gantung juga bisa makin memperindah tampilan gebyok tersebut.

Sumber gambar : http://sang-pemulung.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :