Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ide dan Cara Membuat Atap dan Dinding Unik untuk Jembatan

Ide dan Cara Membuat Atap dan Dinding Unik untuk Jembatan
Fungsi utama dari jembatan adalah sebagai akses untuk menjangkau daerah lain karena terdapat suatu halangan yang menjadikan akses tersebut bisa terputus. Halangan tersebut pada umumnya berupa sungai, jurang atau suatu misalnya banjir dan tanah longsor. Khusus untuk daerah-daerah yang terkena bencana, jembatan ini biasanya dibuat dengan konsep yang tidak permanent. Tapi untuk melewati sungai dan jurang jembatan lebih sering dibuat secara permanent.

Terlepas dari kedua masalah tersebut di atas, selama ini kita lebih sering melihat suatu jembatan yang pada bagian atasnya tidak dilengkapi dengan atap pelindung. Padahal atap ini punya fungsi yang cukup vital terutama jika jembatan tersebut lebih sering digunakan oleh para pejalan kaki. Karena dengan adanya atap, maka pengguna jembatan bisa mendapat perlindungan jika matahari mengeluarkan sinarnya yang terik atau jika hujan sedang turun.

Dan yang tidak kalah penting yaitu, atap juga bisa menjadikan tampilan jembatan terlihat makin indah dan menarik untuk dilihat. Selain itu agar punya tampilan yang makin sempurna, atap pada jembatan ini bisa dilengkapi dengan dinding yang konsep desainnya dibuat secara menyatu.

Salah satu contoh ide dan cara membuat atap dan dinding unik untuk jembatan bisa dilihat dalam gambar. Meski terlihat sangat sederhana dan tradisional namun atap dan dinding jembatan ini mampu memunculkan kesan yang gagah dan kokoh serta berwibawa namun tetap anggun dan cantik. Semua bahan yang digunakan menggunakan kayu termasuk atap dan lantainya. Dan yang lebih istimewa lagi, semua kayu yang digunakan mengambil dari jenis yang sama semua serta tidak diberi lapisan warna sama sekali.

Pondasi dan penahan beban utama di buat pada agak ke tengah, tidak berada di bagian pinggir dan jumlahnya ada tiga. Dengan konsep seperti ini pondasi tersebut punya daya tahan yang lebih kuat untuk menahan beban. Apalagi pondasi dari cor beton ini juga diberi lapisan batu alam yang ukurannya cukup besar di setiap sisinya. Sementara untuk bagian pinggir lebih mengandalkan kekuatan permukaan tanah untuk penahan beban.

Kemudian untuk lantainya, menggunakan batang kayu yang utuh tanpa sambungan dan disusun secara memanjang dan berjajar dari sisi kiri hingga kanan. Hal ini juga bisa menjadikan jembatan tidak mudah runtuh atau jatuh.

Selanjutnya untuk dinding, dibuat agak menjorok ke dalam, membuat tampilan jembatan makin tampak gagah dan lebih tinggi. Pada bagian bawah, kayu berukuran kecil disusun secara vertikal dan membentuk barisan yang memanjang. Sedangkan pada bagian tengah hingga atas, susunan kayu dipasang secara miring dan saling silang menghasilkan bentuk jajaran genjang di sepanjang dinding tersebut.

Dengan adanya kotak-kotak jajaran genjang ini membuat ruang yang ada di dalam jembatan bisa mendapat sirkulasi udara yang sempurna dan pencahayaan alami dari sinar matahari secara lebih maksimal. Selain itu ruang tersebut tidak akan terasa pengap dan sempit.

Untuk atapnya dibuat dengan bentuk segitiga atau pelana kuda, menggunakan atap sirap yang dibuat dari kayu juga. Pada bagian samping, atap ini dilengkapi dengan fasad yang membentuk bidang segitiga, namun pada bagian bawahnya tidak berupa garis yang lurus namun pada bagian tengahnya dipotong yang menjadikan tampilannya terlihat lebih selaras dan simetris.

Sementara itu pada bagian ujung jembatan, juga diberi pagar pengaman tapi dengan desain yang lebih sederhana. Meski begitu secara keseluruhan jembatan ini tetap punya daya tarik yang tinggi dan bisa menjadikan lingkungan yang ada di sekitarnya tampak lebih indah dan alami. Jika kita tertarik, konsep desain jembatan ini bisa dijadikan sebagai sumber ide untuk menciptkan desain-desain lain yang lebih unik terutama pada konsep pembuatan dinding dan atapnya.

Sumber gambar : http://www.123rf.com

 

Artikel Lainnya :